Search

Blood Moon 2026: Saat Langit Indonesia Berubah Jadi Merah Estetik di Tengah Ramadan

Selasa, 3 Maret 2026

blood moon [dok. USA TODAY NETWORK via REUTERS]
blood moon [dok. USA TODAY NETWORK via REUTERS]

Fenomena alam yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga buat kamu para pemburu senja dan penikmat langit malam.

Tepat pada Selasa, 3 Maret 2026, Indonesia bakal kedatangan tamu spesial berupa Gerhana Bulan Total atau yang lebih beken dengan sebutan Blood Moon.

Kejadian ini terasa makin spesial karena muncul bertepatan dengan momen syahdu pertengahan bulan suci, yakni tanggal 13 atau 14 Ramadhan 1447 Hijriah.

Buat kamu yang hobi healing sambil menatap langit, fenomena ini jangan sampai terlewatkan begitu saja.

Pasalnya, durasi total gerhana kali ini tergolong cukup lama, yakni mencapai sekitar 5 jam 41 menit.

Jadi, kamu punya banyak waktu buat menyiapkan kamera atau sekadar merenung di bawah siraman cahaya merah yang jarang-jarang muncul menghiasi cakrawala nusantara.

Jadwal Puncak Gerhana dan Wilayah Visibilitas

Catat waktunya biar kamu nggak ketinggalan momen golden hour versi astronomi ini.

Puncak Gerhana Bulan Total diprediksi bakal terjadi pada pukul 18.33 WIB, 19.33 WITA, atau 20.33 WIT.

Artinya, hampir seluruh wilayah di Indonesia, mulai dari ujung Sumatra hingga ke pelosok Papua, punya kesempatan yang sama buat menyaksikan perubahan warna Bulan menjadi merah darah secara langsung.

Kabar baiknya, kamu nggak perlu alat bantu canggih seperti teleskop mahal cuma buat melihat keajaiban ini.

Gerhana Bulan Total sangat aman diamati dengan mata telanjang tanpa risiko merusak penglihatan.

Namun, biar pengalaman kamu makin maksimal, sangat disarankan untuk mencari lokasi yang minim polusi cahaya dan punya pandangan luas ke arah timur supaya tidak terhalang gedung tinggi.

Keistimewaan Blood Moon di Pertengahan Ramadan

Mengapa Bulan bisa berubah warna jadi merah dan bukannya gelap total? Jawabannya ada pada fenomena pembiasan cahaya.

Saat Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, atmosfer kita membelokkan cahaya Matahari yang kemudian memantul ke permukaan Bulan.

Proses ini menyaring warna biru dan menyisakan warna merah, sehingga Bulan tampak bersinar dengan rona kemerahan yang sangat estetik.

Kombinasi antara fenomena sains dan nuansa religi di bulan Ramadan membuat peristiwa ini terasa lebih emosional bagi masyarakat.

Bayangkan saja, setelah berbuka puasa dan melaksanakan ibadah, kita langsung disuguhi pemandangan langit yang luar biasa megah.

Ini adalah momen langka yang bisa mempererat kebersamaan bareng teman atau keluarga sambil mengagumi keteraturan alam semesta.

Tips Menikmati Fenomena Langit Secara Maksimal

Mengingat durasinya yang cukup panjang, pastikan perangkat dokumentasi kamu dalam kondisi baterai penuh jika ingin mengabadikannya.

Walaupun mata telanjang sudah cukup, penggunaan binokular atau kamera dengan lensa tele bakal membantu kamu melihat detail kawah Bulan yang memerah dengan lebih jelas.

Jangan lupa juga untuk selalu memantau prakiraan cuaca agar rencana pengamatan kamu tidak terganggu oleh awan mendung.

Secara keseluruhan, Gerhana Bulan Total 2026 adalah peristiwa astronomi yang inklusif karena bisa dinikmati siapa saja tanpa biaya.

Kehadirannya di tengah Ramadan seolah menjadi pengingat tentang betapa kecilnya manusia di hadapan semesta yang luas.

Pastikan kamu berada di posisi yang tepat saat jam menunjukkan waktu puncak agar tidak melewatkan detik-detik saat Bulan mencapai rona merah terbaiknya.

Statement:

Dr. Andi Pratama ( peneliti utama bidang astronomi dan astrofisika )

“Fenomena Blood Moon tahun 2026 ini sangat istimewa karena seluruh fase gerhana dapat diamati dari seluruh penjuru Indonesia tanpa terkecuali. Warna merah yang muncul adalah hasil dari interaksi cahaya matahari dengan atmosfer Bumi kita, dan ini adalah laboratorium alam yang gratis bagi para generasi muda untuk belajar astronomi.”

3 Poin Penting:

  • Waktu dan Lokasi: Puncak gerhana terjadi pukul 18.33 WIB pada 3 Maret 2026 dan dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

  • Keistimewaan: Bertepatan dengan pertengahan bulan Ramadan 1447 H dan memiliki durasi total sekitar 5 jam 41 menit.

  • Metode Pengamatan: Sangat aman dilihat langsung dengan mata telanjang, terutama di lokasi yang gelap dan minim polusi cahaya.

@astropedia.indonesia

Masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan salah satu fenomena astronomi paling menakjubkan tahun ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan akan terjadi Gerhana Bulan Total (GBT) pada Selasa, 3 Maret 2026. Fenomena alam ini dapat diamati secara langsung dari berbagai wilayah di Indonesia. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyampaikan bahwa Gerhana Bulan terjadi akibat dinamisnya posisi Matahari, Bumi, dan Bulan, yang hanya terjadi pada saat fase bulan purnama. Gerhana Bulan Total secara spesifik terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis sejajar. Secara keseluruhan, durasi gerhana dari fase gerhana mulai hingga gerhana berakhir akan memakan waktu 5 jam 41 menit 51 detik. Untuk durasi parsialitasnya berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik. Sementara fase Totalitas—di mana Bulan benar-benar berada dalam bayangan umbra Bumi—akan berlangsung selama 59 menit 27 detik. Jika kondisi langit cerah, masyarakat dapat melihat Bulan berubah warna menjadi merah saat puncak gerhana terjadi. Warna merah ini merupakan hasil dari hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, di mana cahaya matahari dengan panjang gelombang pendek (biru) tersebar, sementara cahaya dengan panjang gelombang panjang (merah) lolos mencapai permukaan Bulan. Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Fachri Radjab, menjelaskan berdasarkan data BMKG, Gerhana Bulan Total akan dimulai pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncak Gerhana Bulan akan terjadi pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT. “Fenomena ini akan benar-benar berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB (atau tengah malam di wilayah WIT) saat bulan keluar dari bayangan penumbra bumi. Masyarakat diimbau untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan langit yang cerah ke arah terbitnya bulan,” ujarnya. #gerhanabulan #gerhanabulan3maret2026 #fenomenagerhanabulan

♬ snowfall – Øneheart & reidenshi

[gas/man]

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan