Langkah besar dalam penataan data statistik dan perlindungan sosial nasional resmi dimulai oleh pemerintah.
Badan Pusat Statistik (BPS) kini tengah secara intensif membongkar serta mengkaji ulang metode penentuan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Langkah evaluasi tepercaya ini diambil guna merespons dinamika di lapangan serta memastikan proses klasifikasi tingkat kesejahteraan masyarakat dapat berjalan jauh lebih presisi.
Pembentukan tim khusus telah diresmikan oleh BPS untuk merumuskan formula maupun proksi paling tepat dalam menggambarkan kondisi ekonomi warga secara riil.
Evaluasi mendalam ini menjadi krusial mengingat data desil kerap menjadi pijakan utama kementerian dan lembaga dalam menyalurkan berbagai program bantuan serta perlindungan sosial agar tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Respon Cepat BPS Atas Keluhan Klasifikasi Kesejahteraan Masyarakat
Langkah perbaikan metode ini menjadi bentuk respons konkret BPS setelah skema penentuan desil dalam DTSEN sempat menuai beragam aspirasi dan sorotan dari publik.
Selama ini, sejumlah warga mengeluhkan adanya ketidaksesuaian antara posisi desil yang tercantum dalam dokumen resmi dengan kondisi finansial riil yang mereka hadapi di lapangan sehari-hari.
Sistem desil sendiri sejatinya membagi kelompok rumah tangga berdasarkan pemeringkatan variabel sosial dan ekonomi secara bertingkat.
Namun, tatkala kondisi perekonomian suatu keluarga mengalami perubahan atau dinamika tertentu, ketidakakuratan pemutakhiran data dapat berisiko menggeser posisi desil, sehingga bantuan pemerintah berpotensi tidak tersalurkan secara optimal kepada mereka yang berhak.
Sinergi Sensus Ekonomi 2026 dan Target Tuntas Evaluasi Tahun Ini
Proses evaluasi metode ini juga berjalan selaras dengan agenda besar pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang tengah digencarkan oleh pemerintah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sempat menegaskan bahwa pemerintah menantikan hasil komprehensif dari pelaksanaan sensus tersebut sebelum mengambil kebijakan strategis berikutnya terkait integrasi data kesejahteraan sosial.
BPS menegaskan komitmennya agar proses pengkajian ulang formula desil ini tidak memakan waktu lama dan dapat segera diimplementasikan.
Lembaga pemerintah nonkementerian ini memasang target tinggi agar seluruh rangkaian analisis, perumusan indikator baru, hingga pemutakhiran metode penentuan desil dapat diselesaikan secara tuntas sebelum bergantinya tahun.
Komitmen Menuju Data Tunggal yang Transparan dan Adaptif
Melalui kehadiran tim khusus ini, BPS berupaya keras menyusun indikator yang tidak hanya teoretis, tetapi juga adaptif terhadap perubahan kondisi ekonomi riil di tengah masyarakat.
Penggunaan variabel yang lebih komprehensif diharapkan sanggup meminimalkan potensi kesalahan eror data (exclusion/inclusion error) dalam penetapan status kesejahteraan rumah tangga.
Integrasi antara Sensus Ekonomi 2026 dan formula baru DTSEN nantinya diharapkan menciptakan satu basis data tunggal nasional yang makin tepercaya.
Dengan demikian, program pemulihan ekonomi, pengentasan kemiskinan, serta intervensi kebijakan sosial pemerintah ke depan dapat tereksekusi secara transparan, adil, dan berdampak nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Statement:
Zulkipli, Sekretaris Utama Badan Pusat Statistik
“Ini sedang rapat-rapat terus ini, dengan tim. Kita bentuk tim untuk bagaimana nanti proksi yang terbaik, mudah-mudahan semuanya bisa menjadi nyaman ya dengan analisa-analisa berikutnya. Tahun ini harus kita selesaikan.”
3 Poin Penting:
-
Pembentukan Tim Khusus Evaluasi Desil: BPS membentuk tim khusus untuk mengevaluasi dan merumuskan ulang metode penentuan desil dalam DTSEN agar lebih akurat menggambarkan kondisi ekonomi warga.
-
Konektivitas dengan Sensus Ekonomi 2026: Evaluasi metode desil dilakukan bersisian dengan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 guna menghasilkan basis data sosial ekonomi nasional yang lebih mutakhir.
-
Target Selesai Tahun Ini: Sekretaris Utama BPS Zulkipli menegaskan bahwa kajian dan pemutakhiran formula baru penentuan desil ditargetkan tuntas pada tahun ini.



