Search
Search
Search

Budi Gunadi Sadikin Masuk Bursa Dirjen WHO, Berharap AS Kembali Bergabung

Jumat, 9 Oktober 2026

Menkes Budi Gunadi Sadikin (CNBC Indonesia)

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menjadi salah satu kandidat Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Jika mendapat kepercayaan untuk menduduki posisi tersebut, Budi berharap Amerika Serikat (AS) bisa kembali bergabung dengan organisasi kesehatan global itu.

Menurutnya, kolaborasi antarnegara menjadi kunci untuk menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang semakin kompleks.

Harapan tersebut muncul setelah AS resmi keluar dari WHO pada Januari 2026 menyusul perintah eksekutif Presiden Donald Trump. Budi menilai, pengalaman pandemi menunjukkan bahwa tidak ada negara yang mampu menghadapi krisis kesehatan sendirian.

Karena itu, kerja sama internasional perlu diperkuat agar setiap negara dapat saling melindungi dan merespons ancaman kesehatan dengan lebih efektif.

Budi Gunadi Sadikin Dorong Persatuan Negara di WHO

Budi menyampaikan pandangannya saat ditemui awak media di Kantor Kementerian Kesehatan pada Jumat (9/10/2026).

Ia menekankan bahwa dunia yang saling terhubung membutuhkan pendekatan bersama dalam menangani persoalan kesehatan lintas negara.

Menurutnya, ancaman penyakit dapat berdampak luas sehingga koordinasi global menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya solidaritas internasional, terutama ketika dunia menghadapi wabah, penyakit menular, dan berbagai risiko kesehatan yang tidak mengenal batas negara.

AS dan Argentina Diharapkan Kembali Bergabung

Tidak hanya Amerika Serikat, Budi juga berharap negara lain, termasuk Argentina, dapat kembali menjadi bagian dari WHO.

Baginya, organisasi kesehatan dunia seharusnya menjadi wadah yang menyatukan negara-negara untuk bekerja sama, terlepas dari perbedaan kepentingan politik maupun ekonomi.

Semakin luas keterlibatan negara, semakin besar peluang untuk membangun koordinasi kesehatan yang lebih kuat.

Melalui pandangan tersebut, Budi ingin menekankan bahwa tantangan kesehatan global membutuhkan keterlibatan bersama, bukan langkah yang berjalan sendiri-sendiri.

Bawa Suara Negara Berkembang ke Tingkat Internasional

Selain mendorong persatuan negara, Budi menyebut pencalonannya sebagai Direktur Jenderal WHO juga berkaitan dengan upaya memperkuat representasi negara-negara berkembang atau The Global South.

Ia menyampaikan bahwa dirinya diminta Presiden untuk membawa aspirasi kelompok negara tersebut ke tingkat internasional. Menurut Budi, keterwakilan negara berkembang dalam berbagai organisasi internasional masih perlu ditingkatkan.

Ia juga menyoroti besarnya kontribusi negara-negara Global South yang secara keseluruhan mencakup lebih dari 60 persen populasi dunia.

Pencalonan ini diharapkan dapat membuka ruang lebih besar bagi negara berkembang dalam menentukan arah kebijakan kesehatan global.

Statement:

Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI

“Pengalaman kita waktu pandemi, tidak mungkin ada satu negara yang bisa selamat sendiri. Karena secara global sudah saling terhubung, dengan delapan miliar orang ini, kita harus merangkul semua menjadi satu.”

“Dan saya rasa kita jadi keluarga yang delapan miliar di rumah yang namanya planet Bumi ini. Ya, enggak enaklah ada keluarga di luar. Jadi, memang harusnya kita bersama-sama kembali ke organisasi ini.”

“Saya memang diminta Bapak Presiden untuk mewakili Global South Country.”

“Representasi kita di organisasi-organisasi internasional itu belum signifikan. Itu makanya saya maju sebagai perwakilan Global South Country untuk membawa suara Global South di tataran internasional.”

3 Poin Penting:

  • Budi Gunadi Sadikin menjadi kandidat Dirjen WHO: Ia membawa agenda penguatan kerja sama kesehatan global dan peningkatan keterwakilan negara berkembang.
  • Berharap AS dan Argentina kembali ke WHO: Budi menilai keterlibatan banyak negara penting untuk menghadapi ancaman kesehatan lintas batas.
  • Mendorong suara Global South: Budi ingin memperkuat representasi negara berkembang yang menyumbang lebih dari 60 persen populasi dunia dalam pengambilan keputusan internasional.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan