Bukan Anak Harimau: Viral Kucing Hutan Malang Terlindas di Parapat

Senin, 2 Februari 2026

Kucing kuwuk tewas terlindas (Mongabay Indonesia)

Jagat maya baru-baru ini dikejutkan oleh sebuah video yang memperlihatkan bangkai seekor kucing liar tergeletak kaku di aspal jalanan sekitar Jembatan Sisera-sera, Parapat, Sumatra Utara.

Narasi yang berkembang dengan sangat cepat di media sosial menyebutkan bahwa seekor anak harimau sumatra mati terlindas kendaraan. Namun, kabar tersebut langsung dipatahkan oleh pihak berwenang yang turun tangan melakukan identifikasi lapangan.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatra Utara segera meluruskan bahwa satwa malang tersebut bukanlah harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae).

Petugas memastikan bahwa hewan tersebut adalah macan akar atau yang lebih dikenal sebagai kucing kuwuk (Prionailurus javanensis sumatranus). Kesalahpahaman ini menjadi bukti nyata betapa seringnya masyarakat keliru mengenali satwa liar di sekitar mereka.

Fenomena Kepunahan Pengalaman dan Bias Megafauna

Mengapa banyak orang langsung mengira kucing kecil tersebut sebagai harimau? Para ahli menyebut fenomena ini sebagai bias megafauna karismatik. Otak manusia cenderung hanya menyimpan memori tentang satwa-satwa besar dan terkenal.

Di sisi lain, riset dari Masashi Soga dan Kevin Gaston (2016) menyebut kondisi ini sebagai extinction of experience atau kepunahan pengalaman, di mana manusia modern semakin terputus hubungannya dengan alam terbuka.

Dominasi teknologi digital dan urbanisasi yang pesat membuat kita kehilangan kemampuan untuk membedakan detail spesies tertentu.

Akibatnya, setiap ada kucing hutan yang sedikit lebih besar dan memiliki corak indah, ingatan kolektif kita langsung melabelinya dengan satu-satunya referensi “kucing besar” yang tersisa di kepala, yaitu harimau.

Padahal, secara karakteristik, macan akar memiliki pesona unik yang jauh berbeda dari predator puncak tersebut.

Bedanya Macan Akar dengan Harimau Sumatera

Untuk mata awam, cara paling mudah membedakan keduanya adalah melalui pola bulunya. Harimau sumatera memiliki pola loreng rapat yang bersifat unik layaknya sidik jari manusia.

Pola ini tidak simetris antara sisi kiri dan kanan tubuhnya. Sebaliknya, macan akar atau kucing kuwuk memiliki pola totol bintik-bintik seperti macan tutul yang terkadang menyatu membentuk garis putus-putus di bagian punggungnya.

Secara ilmiah, kucing hutan di wilayah Sumatera kini diakui sebagai spesies terpisah bernama Sunda Leopard Cat. Ukuran tubuhnya pun jauh lebih mungil, dengan berat hanya berkisar antara 1,6 hingga 8 kilogram saja.

Mereka adalah pemanjat pohon yang hebat dan perenang andal, namun sayangnya sering menjadi korban kecelakaan lalu lintas saat mencoba menyeberangi jalanan yang membelah habitat asli mereka di hutan atau semak belukar.

Ancaman Nyata di Balik Status Satwa Dilindungi

Meskipun kucing hutan dikenal lebih toleran terhadap perubahan habitat dibandingkan spesies kucing liar lainnya, populasi mereka terus terancam. Selain risiko tertabrak kendaraan, ancaman terbesar datang dari perburuan liar dan perdagangan ilegal.

Banyak orang menganggap kucing ini sebagai satwa eksotis dan menjadikannya hewan peliharaan, padahal semua individu yang diperdagangkan biasanya diambil langsung dari alam liar dalam kondisi masih anakan.

Secara internasional, perdagangan kucing hutan diatur ketat dalam Apendiks II CITES karena berpotensi terancam punah jika tidak diawasi. Di Indonesia sendiri, macan akar adalah satwa yang dilindungi undang-undang.

Kejadian di Parapat ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap ekosistem dan tidak mudah menyebarkan informasi tanpa verifikasi dari pihak yang berkompeten seperti BBKSDA.

Statement:

Andar Saragih, Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA Sumatera Utara

“Hasil identifikasi petugas menunjukkan bahwa satwa tersebut macan akar. Fenomena ini menunjukkan adanya bias di mana masyarakat sering kali hanya mengenal satwa besar, sehingga ketika melihat kucing hutan dengan corak tertentu, langsung dianggap sebagai anak harimau.”

3 Poin Penting:

  • Video viral yang menyebut anak harimau sumatera mati terlindas di Parapat ternyata adalah macan akar atau kucing kuwuk (Sunda Leopard Cat).

  • Kesalahan identifikasi publik dipicu oleh fenomena extinction of experience, yaitu hilangnya interaksi dan pengetahuan mendalam manusia terhadap alam sekitar.

  • Macan akar merupakan satwa liar dilindungi yang memiliki ciri khas totol bintik-bintik, berbeda dengan harimau sumatera yang memiliki pola loreng.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir