Siapa sih yang nggak kenal tempe? Makanan sejuta umat ini ternyata punya nilai yang lebih dalam dari sekadar gorengan renyah di pinggir jalan.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan kalau tempe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas dan ekspresi budaya bangsa Indonesia.
Dalam ajang Festival Budaya Tempe di Jakarta baru-baru ini, beliau menyebut bahwa di balik sepotong tempe, terdapat pengetahuan tradisional dan teknik fermentasi unik yang sudah diwariskan turun-temurun.
Gokilnya lagi, ekosistem tempe di Indonesia ternyata sangat masif, melibatkan sekitar 170 ribu komunitas dan 1,5 juta tenaga kerja.
Angka ini membuktikan kalau tempe bukan cuma soal urusan perut, tapi juga urusan ekonomi kerakyatan yang sangat kuat.
Pangan lokal ini dianggap sebagai objek pemajuan kebudayaan karena mengandung nilai cultural expression yang sangat kental, sehingga pelestariannya menjadi harga mati bagi kedaulatan budaya kita.
Misi Besar Menuju Pengakuan Internasional UNESCO
Pemerintah saat ini sedang serius mengawal proses pengajuan Budaya Tempe agar bisa ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO.
Fadli Zon berharap target ini bisa terealisasi pada akhir tahun 2026 mendatang. Jika misi ini berhasil, tempe bakal sejajar dengan batik dan wayang sebagai aset kebanggaan Indonesia di mata dunia.
Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan gengsi tempe dari makanan “ndeso” menjadi ikon kuliner global yang prestisius.
Namun, tantangan besar masih membayangi, terutama soal ketergantungan pada impor kedelai yang mencapai 2,67 juta ton pada 2024.
Untuk menyiasatinya, para ahli mulai mendorong inovasi penggunaan kacang-kacangan lokal sebagai bahan baku alternatif.
Hal ini penting banget supaya ketahanan pangan kita tetap terjaga dan identitas tempe sebagai panganan asli Indonesia nggak luntur meskipun bahan bakunya mulai beragam.
Tempe Sebagai Superfood dan Gaya Hidup Sehat Global
Nggak cuma soal budaya, tempe sekarang sudah naik kelas dan diakui sebagai salah satu superfood dunia. Guru Besar IPB, Made Astawan, menjelaskan kalau kandungan protein dan peptida bioaktif dalam tempe punya manfaat kesehatan yang luar biasa bagi tubuh.
Hal ini bikin tempe sangat relevan dengan tren gaya hidup sehat global yang lagi hits banget di kalangan anak muda zaman sekarang yang mulai beralih ke protein nabati.
Pakar teknologi pangan, Aman Wirakartakusumah, juga optimis kalau peluang tempe masuk daftar UNESCO sangat terbuka lebar karena statusnya sebagai pangan sehat berkualitas tinggi.
Untuk menghubungkan nilai budaya dengan gaya hidup masa kini, ajang Festival Budaya Tempe bahkan mengadakan kegiatan Fun Run 3K dan 10K.
Tujuannya jelas, supaya anak muda makin sadar kalau makan tempe itu keren, sehat, dan sangat “Indonesia banget”.
Standardisasi Global dan Kebanggaan Identitas Bangsa
Pendiri Rumah Tempe Indonesia, Bela Putra Perdana, menilai langkah menuju UNESCO ini sebagai tonggak sejarah yang bakal mengubah masa depan industri tempe nasional.
Dengan adanya pengakuan internasional, standardisasi dan kualitas produk tempe kita pasti bakal makin meningkat tajam agar bisa bersaing di pasar ekspor.
Tempe bukan lagi sekadar pelengkap makan siang, tapi merupakan simbol ilmu pengetahuan dan kebanggaan nasional yang harus dijaga bareng-bareng.
Sinergi lintas sektor antara kementerian, petani, dan pelaku usaha menjadi kunci utama agar tempe bisa berkontribusi nyata bagi ekonomi budaya Indonesia.
Festival dengan tema “Budaya Tempe: Warisan Hidup dari Indonesia untuk Dunia” ini menjadi bukti nyata kalau seluruh elemen bangsa kompak memberikan dukungan penuh.
Yuk, mulai sekarang kita makin bangga makan tempe dan ikut menjaga warisan leluhur ini agar tetap eksis sampai masa depan!
Statement:
Fadli Zon, Menteri Kebudayaan RI
“Tempe bukan hanya kuliner yang disukai rakyat, tapi ada tradisi dan pengetahuan fermentasi di dalamnya. Kami berharap Budaya Tempe yang sudah diajukan bisa mendapat penetapan sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO pada akhir 2026 mendatang karena pangan lokal adalah bentuk ekspresi budaya yang tidak bisa dipisahkan.”
3 Poin Penting:
-
Tempe sedang dalam proses pengajuan resmi untuk menjadi Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.
-
Industri tempe merupakan pilar ekonomi kerakyatan yang melibatkan 1,5 juta orang dan kini diakui secara medis sebagai superfood berkualitas tinggi.
-
Diperlukan inovasi bahan baku kacang lokal dan penguatan lintas sektor untuk mengatasi tantangan impor kedelai demi keberlanjutan budaya tempe.

![melaksanakan ibadah haji [dok. baznas]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/file-2-300x169.jpeg)
![Jenderal Dan Caine [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Air-Force-Gen.-Dan-Caine-300x169.webp)
![Oracle PHK Massal [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/logo-oracle-1775018172424_169-300x169.jpeg)