Pernah ke Bali kan? Pasti pernah dengar soal Leak. Makhluk yang satu ini fix jadi nightmare paling legendaris di Pulau Dewata. Wujudnya digambarkan serem banget: mata melotot besar, taring tajam, dan lidah menjulur panjang.
Masyarakat Bali percaya banget kalau makhluk ini nyata dan punya asal-usul mistis yang panjang. Penasaran gimana cerita sebenernya di balik teror ini? Check this out.
Ilmu Netral yang Disalah gunakan
Akar dari Leak sebenarnya bukan langsung soal setan. Semua bermula dari tujuan seseorang yang ingin menembus batasan dirinya. Leak itu artinya mengubah atau mengganti identitas diri untuk mencapai tingkat kesadaran yang lebih tinggi.
Caranya? Dengan meditasi ketat untuk memperdalam koneksi dengan kekuatan yang tak terbatas.
Nah, ini yang sering salah kaprah. Ilmu Leak aslinya adalah ilmu netral. Makna sesungguhnya adalah memasukkan aksara suci ke dalam tubuh melalui proses meditasi untuk melampaui ego diri.
Ilmu ini dibagi jadi tiga kelompok berdasarkan tujuannya: Satwika (baik), Rajasika (ego/keakuan), dan Tamasika (emosi buruk). Jadi, ilmu ini jadi evil cuma kalau penggunanya punya niat jahat.
Sayangnya, kategori Tamasika inilah yang akhirnya paling banyak dikenal dan disalah artikan sebagai ilmu hitam murni.
Legenda Amukan Calonarang
Asal-usul penampakan Leak yang mengerikan itu berawal dari legenda abad ke-11, zaman Raja Erlangga. Ceritanya berpusat pada seorang janda bernama Calonarang di Nusa Penida.
Warga berspekulasi dia punya ilmu sihir hitam karena sering menyanyikan kidung dengan bahasa aneh. Calonarang juga sering menghilang dan mengurung diri saat matahari terbenam atau terbit.
Karena takut kena kutukan, warga dan pemerintah sepakat untuk menghukumnya. Para prajurit istana diam-diam mau membunuhnya saat dia tertidur di malam hari.
Tapi, rencana itu gagal total. Calonarang bangun dan mengamuk hebat. Matanya melotot tajam, taringnya memanjang, dan dia menyemburkan api dari mulutnya.
Para prajurit tewas di tempat. Amukan inilah yang menjadi blueprint penampakan horor Leak sampai sekarang.
Bentuk Horor dan Teror Malam
Menurut literatur kuno seperti Lontar Cambra Berag, ilmu leak punya tingkatan dan bentuknya yang diverse. Tapi bagi kita, yang paling dikenal adalah penampakannya saat malam hari.
Dikutip dari Asosiasi Parapsikologi Nusantara, di siang hari penganut ilmu ini terlihat seperti manusia biasa.
Tapi saat matahari terbenam, penganut Tamasika Leak akan keluar untuk berburu. Mereka berkeliaran di kuburan mencari organ dalam manusia untuk dijadikan bahan ramuan sihir mereka. Mengerikannya, mereka juga mengincar organ dari manusia hidup.
Ramuan ini bisa mengubah wujud mereka menjadi hewan buas seperti babi atau kera, atau bahkan menjadi Rangda, sang ratu leak. Bentuk yang paling ikonik adalah kepala manusia yang terbang di malam hari, dengan organ dalam tubuh masih menjuntai ke bawah.
Leak juga paling doyan menghisap darah bayi di dalam kandungan.
Konon, ada tiga leak yang paling terkenal: dua perempuan dan satu laki-laki. Mereka membutuhkan darah embrio agar bisa terus hidup. Karena kekuatannya yang diikat oleh tanah Bali, sihir leak ini only works di Bali.
So, kalau lagi di Bali dan merasa ada yang ngawasii saat malam, mungkin itu bukan sekadar angin. Itu tadi asal-usul leak, makhluk yang tercipta dari ilmu meditasi yang disalahgunakan untuk membuka ambisi gelap dalam diri.



