Tren kendaraan ramah lingkungan kini tidak lagi sebatas mobil listrik berbasis baterai.
Kendaraan komersial bertenaga sel bahan bakar hidrogen (hydrogen fuel cell) kembali menjadi pusat perhatian publik global, khususnya di Korea Selatan.
Raksasa otomotif dunia bersama operator transportasi besar kini gencar melakukan ekspansi penggunaan bus dan truk hidrogen untuk mendukung mobilitas jarak jauh dan angkutan barang berkapasitas berat.
Langkah konkret transisi energi ini dibuktikan lewat manuver Hyundai Motor yang resmi mengumumkan kerja sama strategis pada Rabu (16/9/2026).
Produsen otomotif ternama asal Negeri Ginseng tersebut menggandeng Sunjin Group, Hynet, serta Asosiasi Lingkungan Otomotif Korea untuk memperluas armada kendaraan hidrogen sekaligus membangun infrastruktur stasiun pengisian bahan bakarnya.
Komitmen Sunjin Group dan Rekor Jarak Tempuh Hyundai di Eropa
Sebagai salah satu penyedia layanan transportasi terbesar di Korea Selatan yang saat ini mengoperasikan sekitar 1.700 armada bus, Sunjin Group telah menyusun rencana jangka panjang yang ambisius.
Perusahaan tersebut berkomitmen untuk mengoperasikan hingga 480 unit bus hidrogen pada tahun 2032 mendatang.
Tak hanya itu, depo gas alam terkompresi (CNG) milik mereka di wilayah Gimpo dan Paju juga bakal disulap menjadi stasiun pengisian bahan bakar hidrogen yang modern.
Hyundai Motor sendiri terus membuktikan keandalan teknologi sel bahan bakar buatannya di kancah internasional melalui kolaborasi dengan berbagai perusahaan transportasi.
Catatan impresif ditunjukkan oleh armada 175 truk hidrogen Xcient milik Hyundai yang beroperasi di lima negara Eropa.
Truk-truk tambun tersebut berhasil mencatatkan total jarak tempuh fantastis hingga mencapai 21,8 juta kilometer sejak diuji coba pada pertengahan 2025 lalu.
Persaingan Raksasa Otomotif Global Toyota hingga Daimler Trucks
Persaingan pengembangan kendaraan komersial hidrogen di tingkat global juga semakin memanas dengan keterlibatan pabrikan raksasa lainnya.
Toyota dijadwalkan memasok 40 unit truk tugas berat Scania yang dilengkapi sistem sel bahan bakar generasi ketiga untuk menjalani uji coba pada kuartal pertama tahun 2027.
Di sisi lain, Daimler Trucks tengah fokus merancang truk Mercedes-Benz NextGen H2 berbasis hidrogen cair yang ditargetkan sanggup menembus jarak tempuh lebih dari 1.000 km dalam sekali pengisian.
Berdasarkan laporan Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA), populasi kendaraan sel bahan bakar hidrogen di seluruh dunia diperkirakan menyentuh angka hampir 130.000 unit pada tahun 2025.
Angka tersebut mencatatkan lonjakan signifikan sekitar 20 persen jika dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya, mengindikasikan bahwa adopsi energi bersih ini mulai diminati pasar komersial.
Tantangan Biaya dan Ceruk Pasar Utama Kendaraan Hidrogen
Kendati menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, ekspansi pasar kendaraan hidrogen sejatinya masih dihadapkan pada sejumlah tantangan besar.
Biaya produksi dan harga jual hidrogen yang masih relatif tinggi, keterbatasan stasiun pengisian bahan bakar, serta gempuran perkembangan truk listrik berbasis baterai yang sangat masif menjadi tantangan tersendiri yang harus diselesaikan oleh para pelaku industri.
Melihat peta dinamika tersebut, para pakar memperkirakan bahwa kendaraan komersial bertenaga hidrogen akan tumbuh lebih dominan pada sektor penyeberangan dan transportasi jarak jauh.
Kombinasi keunggulan dalam daya jangkau yang luas, kapasitas muatan barang yang tinggi, serta frekuensi operasional yang padat menjadi alasan utama mengapa teknologi hidrogen sangat ideal diterapkan pada segmen angkutan berat.
Statement:
Laporan Badan Energi Internasional (IEA)
“Jumlah kendaraan sel bahan bakar hidrogen di seluruh dunia diperkirakan akan mencapai hampir 130.000 unit pada tahun 2025, meningkat sekitar 20% dibandingkan tahun sebelumnya.”
3 Poin Penting:
-
Ekspansi Bus Hidrogen Korea Selatan: Sunjin Group menargetkan pengoperasian 480 bus hidrogen pada 2032 serta mengalihfungsikan depo CNG di Gimpo dan Paju menjadi stasiun pengisian hidrogen.
-
Inovasi Raksasa Otomotif Dunia: Hyundai sukses menguji truk Xcient sejauh 21,8 juta km di Eropa, sementara Toyota dan Daimler Trucks bersiap meluncurkan uji coba truk hidrogen jarak jauh.
-
Pertumbuhan dan Tantangan Pasar: Populasi kendaraan hidrogen global tumbuh 20 persen menurut IEA, tetapi masih menghadapi kendala tingginya biaya dan keterbatasan infrastruktur.



