Sebuah kabar yang sempat memicu kekhawatiran di kalangan pecinta mobil listrik di Tanah Air akhirnya terjawab dengan pernyataan melegakan.
BYD Motor Indonesia memastikan bahwa program recall besar-besaran yang dilakukan oleh prinsipal mereka di Tiongkok, melibatkan ratusan ribu unit mobil listrik, tidak akan berdampak pada pasar Indonesia.
Kepastian ini disampaikan untuk memberikan ketenangan bagi konsumen Indonesia yang sudah memilih produk-produk kendaraan listrik dari BYD.
Melalui keterangan resminya, Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, menegaskan,
Pernyataan lugas ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan konsumen. Indonesia, sebagai pasar yang baru memulai adopsi masif kendaraan listrik, membutuhkan jaminan keamanan dan kualitas, dan BYD berupaya humanis merespons kekhawatiran tersebut dengan transparansi data.
Recall Terbesar dalam Sejarah Perusahaan: Masalah Baterai dan Cacat Desain
Program recall yang diumumkan prinsipal BYD di Tiongkok memang terbilang masif, bahkan disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah perusahaan.
Rencana penarikan ini mencakup total 115 ribu mobil listrik dan melibatkan dua model ikonik yang diproduksi dalam rentang waktu tertentu: Tang dan Yuan Pro.
Angka yang besar ini menjadi sorotan global dan memunculkan pertanyaan tentang kualitas produksi di era elektrifikasi.
Secara rinci, recall tersebut mencakup 44.535 unit model Tang yang diproduksi antara Maret 2015 hingga Juli 2017.
Alasan penarikan untuk Tang adalah adanya komponen yang cacat desain yang berpotensi menimbulkan malfungsi.
Sementara itu, model Yuan Pro menyumbang jumlah penarikan terbesar, sebanyak 71.248 unit yang diproduksi antara Februari 2021 hingga Agustus 2022.
Latar belakang penarikan Yuan Pro adalah masalah pada proses produksi yang berdampak pada pemasangan baterai.
Serangkaian Isu Kualitas dan Komitmen Keamanan Global
Program recall 115 ribu unit ini menambah daftar serangkaian isu kualitas yang sempat dihadapi BYD.
Sebelumnya, pada Januari lalu, perusahaan ini juga melakukan penarikan terhadap 6.843 unit model SUV plug-in hybrid Fangchengbao Bao 5 karena risiko kebakaran.
Dan pada September 2024, hampir 97 ribu unit model Dolphin dan Yuan Plus juga sempat ditarik karena masalah produksi yang melibatkan unit kontrol stir.
Meskipun serangkaian recall ini menunjukkan adanya tantangan serius dalam manajemen kualitas produksi di Tiongkok, respons cepat dari BYD Motor Indonesia untuk mengklarifikasi status model di Tanah Air adalah langkah yang patut diapresiasi.
Di tengah kompetisi global, di mana insentif dan isu lingkungan menjadi sorotan, komitmen terhadap keamanan konsumen harus tetap menjadi prioritas utama.
Menjaga Kepercayaan Konsumen di Pasar EV Indonesia
Keputusan BYD Motor Indonesia untuk segera memberikan klarifikasi menunjukkan kesadaran tinggi akan sensitivitas isu recall di pasar yang sedang berkembang seperti Indonesia.
Konsumen mobil listrik di Indonesia saat ini sangat peka terhadap isu keamanan, terutama yang berkaitan dengan baterai dan desain kendaraan.
Pernyataan tegas ini diharapkan dapat menepis keraguan dan menjaga momentum adopsi kendaraan listrik di Tanah Air, yang sangat vital bagi transisi energi nasional.
Dengan menegaskan bahwa model yang dijual di Indonesia—seperti yang dipastikan oleh Luther Panjaitan—tidak termasuk dalam daftar recall, BYD berupaya memisahkan isu kualitas produk global dengan integritas produk lokal.
Hal ini penting agar semangat dan optimisme konsumen dalam mengendarai mobil listrik tidak terganggu oleh berita negatif dari luar negeri.
Statement:
Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia
“Kami memastikan bahwa model dan tipe pada program tersebut bukan merupakan model yang dijual di Indonesia.”
“Kami memahami kekhawatiran yang muncul, terutama karena isu recall ini berskala besar. Namun, kami ulangi: program penarikan ini murni melibatkan model spesifik dengan tahun produksi 2015-2022 yang tidak pernah kami pasarkan di Indonesia.”
“Kami menjamin bahwa model-model BYD yang beredar di pasar Indonesia saat ini telah melalui standar pengujian kualitas terbaru dan berada dalam kondisi prima. Transparansi dan keamanan konsumen adalah janji kami dalam membangun ekosistem EV yang terpercaya di Tanah Air.”



