BYD kembali meramaikan persaingan mobil listrik murah lewat peluncuran Seagull generasi kedua di Zhengzhou, Henan, China, Selasa (20/10/2026).
Model terbaru ini membawa dimensi lebih besar, tenaga lebih kuat, teknologi pengisian daya yang jauh lebih cepat, hingga fitur bantuan mengemudi berbasis LiDAR.
Namun, bagi konsumen Indonesia, pertanyaan utamanya bukan sekadar seberapa canggih mobil ini, melainkan apakah peningkatan tersebut benar-benar sepadan dengan harga yang harus dibayar jika nantinya masuk ke pasar domestik.
Ada satu hal yang perlu diluruskan agar perbandingannya tidak menyesatkan. BYD Seagull terbaru memiliki panjang 4.205 milimeter, sedangkan BYD Atto 1 yang dipasarkan di Indonesia berukuran 3.925 milimeter.
Selisihnya hanya 280 milimeter, bukan 425 milimeter seperti yang mungkin muncul dalam sejumlah perbandingan. Angka 425 milimeter merujuk pada Seagull generasi pertama di China yang memiliki panjang 3.780 milimeter.
Selain lebih panjang, Seagull terbaru juga lebih lebar 90 milimeter, tetapi 20 milimeter lebih rendah daripada Atto 1. Artinya, perubahan dimensi ini bukan sekadar urusan tampilan, melainkan berpotensi memengaruhi kenyamanan kabin dan karakter berkendara.
Tenaga Lebih Besar, tetapi Bukan Berarti Semuanya Unggul
Perubahan menarik terlihat pada sektor penggerak. BYD Atto 1 menggunakan motor listrik 55 kW dengan torsi 135 Nm yang menggerakkan roda depan.
Sementara itu, Seagull generasi kedua hadir dengan motor 85 kW atau 114 hp pada dua varian awal dan 95 kW atau 127 hp pada tiga varian lainnya.
Mobil baru tersebut juga beralih ke penggerak roda belakang, dengan torsi 130 Nm. Jadi, meskipun tenaganya meningkat signifikan, torsinya justru turun 5 Nm.
Suspensi belakangnya pun beralih dari model torsion beam menjadi multi-link independen, yang berpotensi meningkatkan kenyamanan dan kestabilan berkendara.
Peningkatan lain hadir melalui jarak sumbu roda yang bertambah dari 2.500 milimeter menjadi 2.650 milimeter. Seagull terbaru di China juga menawarkan konfigurasi lima penumpang, bagasi depan berkapasitas 94 liter, serta bagasi belakang hingga 1.380 liter.
Untuk teknologi, sistem bantuan mengemudi DiPilot 300 berbasis LiDAR tersedia sebagai opsi. Meski demikian, konsumen sebaiknya tidak langsung menganggap seluruh fitur tersebut akan hadir pada versi Indonesia jika model ini dipasarkan di Tanah Air.
Perbedaan spesifikasi antarpasar merupakan hal yang perlu diperhatikan, terutama ketika fitur keselamatan dan kenyamanan menjadi alasan utama untuk membeli mobil listrik.
Baterai Mirip, Pengisian Daya Justru Jadi Pembeda
Dari sisi baterai, peningkatannya relatif terbatas.
Atto 1 tersedia dengan baterai 30,08 kWh yang diklaim mampu menempuh 300 kilometer pada varian Standard dan Dynamic, serta 38,88 kWh dengan jarak tempuh 380 kilometer pada varian Premium berdasarkan standar NEDC.
Seagull generasi kedua menggunakan Blade Battery generasi kedua berkapasitas 30,1 kWh dan 39,2 kWh, dengan klaim jarak tempuh masing-masing 320 kilometer dan 420 kilometer berdasarkan standar CLTC.
Jika mengacu pada estimasi WLTP, jaraknya sekitar 259 kilometer dan 340 kilometer. Angka-angka ini tidak bisa dibandingkan secara langsung karena menggunakan metode pengujian berbeda.
Konsumen perlu menunggu data dengan standar yang setara sebelum menyimpulkan bahwa Seagull terbaru lebih efisien.
Justru pengisian daya menjadi salah satu pembaruan paling menarik. Atto 1 mendukung pengisian cepat arus searah hingga 30 kW pada varian Standard dan Dynamic serta 40 kW pada Premium.
Sementara itu, tiga varian teratas Seagull terbaru diklaim dapat mengisi baterai dari 10 persen menjadi 70 persen dalam lima menit menggunakan stasiun pengisian khusus.
Kabinnya juga mendapat layar sentuh 15,6 inci, lebih besar daripada layar 12,8 inci pada Atto 1 Premium.
Meski terdengar menjanjikan, kemampuan pengisian supercepat tersebut tetap perlu dilihat dalam konteks ketersediaan infrastruktur, kompatibilitas pengisi daya, dan spesifikasi yang nantinya ditawarkan di Indonesia.
Teknologi hebat akan sulit terasa manfaatnya jika fasilitas pendukungnya belum memadai.
Harga China Menggoda, tetapi Belum Bisa Jadi Patokan Indonesia
Di China, BYD Seagull generasi kedua dibanderol mulai 65.900 yuan hingga 99.900 yuan, atau sekitar Rp168,24 juta sampai Rp255,04 juta berdasarkan konversi yang dicantumkan.
Varian ketiganya dijual seharga 75.900 yuan atau sekitar Rp193,77 juta, dengan baterai 39,2 kWh. Kapasitas tersebut hampir sama dengan baterai 38,88 kWh pada Atto 1 Premium.
Sebagai pembanding, Atto 1 di Jakarta dipasarkan dengan harga Rp199 juta untuk Standard, Rp210 juta untuk Dynamic, dan Rp245 juta untuk Premium.
Sekilas, harga Seagull terbaru terlihat kompetitif, tetapi perbandingan ini belum sepenuhnya setara.
Alasannya sederhana: harga Seagull merupakan harga panduan resmi di China, sedangkan harga Atto 1 adalah harga di jalan Jakarta.
Atto 1 juga dirakit di Subang, Jawa Barat, sehingga struktur biaya, pajak, distribusi, dan strategi harga di Indonesia berbeda dengan pasar China.
Karena itu, belum tepat menyimpulkan bahwa Seagull terbaru pasti lebih murah atau akan menggantikan Atto 1 jika masuk ke Indonesia.
Belum ada kepastian dalam informasi yang tersedia mengenai jadwal kedatangan maupun harga resmi Seagull generasi kedua di pasar domestik.
Bagi calon pembeli, langkah paling masuk akal adalah membandingkan kebutuhan harian, akses pengisian daya, biaya kepemilikan, dan layanan purnajual, bukan hanya terpikat angka spesifikasi di atas kertas.
3 poin penting:
-
Dimensi dan performa meningkat. Seagull terbaru lebih panjang 280 milimeter daripada Atto 1, menggunakan motor hingga 95 kW, serta menawarkan suspensi belakang multi-link.
-
Pengisian daya menjadi daya tarik utama. Tiga varian teratas di China diklaim dapat mengisi baterai dari 10 persen ke 70 persen dalam lima menit di stasiun khusus, tetapi penerapannya di Indonesia belum diketahui.
-
Harga dan jadwal masuk Indonesia masih menjadi tanda tanya. Harga di China tidak bisa disamakan langsung dengan harga di jalan Jakarta, sehingga konsumen perlu menunggu pengumuman resmi sebelum menentukan pilihan.
![sengketa merk denza byd [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/denza-d9-2026-3Vvvp-300x169.webp)


