Comeback Dramatis PSG Gagalkan Gelar Perdana Thomas Frank

Kamis, 14 Agustus 2025

PSG juara Piala Super UEFA (Getty Images)

Paris Saint-Germain (PSG) berhasil meraih trofi Piala Super UEFA untuk pertama kalinya setelah melakukan comeback dramatis melawan Tottenham Hotspur.

Spurs, yang sempat unggul 2-0 hingga menit-menit akhir pertandingan, harus menelan pil pahit setelah PSG berhasil menyamakan kedudukan dan memaksakan adu penalti.

Kemenangan ini menjadi sejarah bagi PSG, sementara bagi Tottenham, kekalahan ini menggagalkan kesempatan mereka meraih trofi pertama di bawah asuhan manajer baru, Thomas Frank.

Spurs Unggul Nyaman

Tottenham Hotspur memulai pertandingan dengan gemilang. Micky van de Ven berhasil memanfaatkan bola muntah untuk membawa Spurs unggul 1-0 di babak pertama.

Keunggulan ini membuat tim asuhan Thomas Frank berada di atas angin dan tampil meyakinkan, menunjukkan tanda-tanda positif di awal era kepelatihan Frank.

Dominasi Spurs berlanjut di awal babak kedua. Melalui skema bola mati, kapten baru mereka, Cristian Romero, menyundul dengan sempurna tendangan bebas dari Pedro Porro untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Dengan keunggulan ini, trofi seolah sudah berada di genggaman Spurs, dan para pendukung mereka mulai optimistis.

Comeback PSG di Menit Akhir

Namun, mental juara PSG berbicara. Lee Kang-in mencetak gol pertama untuk PSG dengan tendangan keras dari luar kotak penalti.

Puncaknya, pada menit ke-94, Goncalo Ramos berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat sundulan krusial, memaksa pertandingan berlanjut ke babak adu penalti yang dramatis.

Drama Adu Penalti dan Kemenangan PSG

Dalam babak adu penalti yang menegangkan, PSG menunjukkan ketenangan mereka. Nuno Mendes menjadi pahlawan dengan mencetak gol penentu, memastikan kemenangan bagi timnya.

Hasil ini menjadi ironi bagi Tottenham, yang harus merelakan trofi Eropa kelima mereka melayang di depan mata setelah sempat memimpin dengan selisih dua gol.

Debut Thomas Frank dan Harapan Baru Spurs

Kekalahan ini menandai debut kompetitif Thomas Frank sebagai manajer Spurs, menggantikan Ange Postecoglou yang dipecat secara kontroversial.

Meski kalah, performa solid Spurs, terutama dalam bertahan dan memanfaatkan bola mati, memberikan harapan baru bagi para penggemar.

Frank berhasil menunjukkan bahwa timnya mampu beradaptasi melawan salah satu tim terbaik di dunia.

Bagi Tottenham, tidak ada waktu untuk berlarut dalam kekecewaan. Mereka harus segera mempersiapkan diri untuk laga pembuka Liga Primer melawan Burnley.

Sementara itu, PSG akan memulai kampanye mereka di Ligue 1 dengan kepercayaan diri tinggi, berbekal trofi perdana musim ini. Kedua tim kini menghadapi tantangan berbeda di kompetisi domestik masing-masing.

Statement:

Thomas Frank (Manajer Tottenham Hotspur)

“Saya rasa kami bermain sangat bagus. Kami melawan salah satu tim terbaik di dunia, mungkin yang terbaik saat ini. Dan saya rasa kami berhasil menguasai mereka selama 80-an menit hingga gol 2-1. Tentu saja, itu sedikit mengubah momentum, tetapi banyak hal positifnya. Saya sangat bangga dengan tim, para pemain, klub, dan para penggemar. Ya, saya rasa ada banyak hal yang bisa disyukuri.”

“Kami menunjukkan bahwa kami bisa beradaptasi dan pragmatis, karena saya pikir kami perlu bersikap seperti itu melawan tim seperti Paris. Saya pikir cara kami bertahan, baik dengan tekanan tinggi maupun pertahanan rendah, sangat bagus. Babak pertama sangat bagus – hampir sempurna – dan tentu saja bola-bola matinya juga sangat bagus dan sangat berbahaya.”

“Saya sangat, sangat bangga dengan klub, para penggemar, para pemain. Selama 75-80 menit mereka bermain hampir sempurna… Hasil tunggal, 2-2, sudah bagus. Kalau dilihat dari performanya, perubahan yang dilakukan para pemain… wow, mentalitasnya luar biasa. Ada banyak hal yang bisa disyukuri. Itu harus menjadi fondasi untuk ke depannya.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir