PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) baru saja memamerkan taringnya dengan mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang sangat solid sepanjang tahun 2025.
Perusahaan pembiayaan raksasa ini berhasil menjaga kualitas aset secara disiplin di tengah kondisi pasar yang dinamis.
Capaian keren ini terlihat jelas dari realisasi pembiayaan baru yang menembus angka fantastis Rp43,2 triliun, alias melonjak sebesar 18% dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Kenaikan piutang pembiayaan sebesar 13% menjadi bukti sahih bahwa tingkat kepercayaan konsumen terhadap Adira Finance masih berada di level tertinggi.
Enggak cuma jago cari nasabah, perusahaan ini juga sangat piawai dalam mengelola risiko.
Hal ini terbukti dari angka Non-Performing Financing (NPF) yang sukses membaik hingga menyentuh posisi 2,0%. Prestasi ini menunjukkan bahwa strategi manajemen risiko yang diterapkan berjalan sangat efektif dan presisi.
Strategi Laba Bersih Rp1,5 Triliun dan Ketahanan Model Bisnis
Fondasi keuangan yang super kuat ini membuat perseroan berhasil membukukan pendapatan tahunan sebesar Rp 12,1 triliun dengan perolehan laba bersih mencapai Rp1,5 triliun.
Keberhasilan menjaga performa finansial yang “sehat” ini memberikan ruang gerak luas bagi manajemen untuk terus menghadirkan berbagai program yang relevan dengan kebutuhan gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini.
Ketahanan model bisnis Adira Finance terbukti ampuh menghadapi segala tantangan ekonomi global maupun domestik.
Sylvanus Gani selaku Direktur Keuangan Adira Finance menegaskan bahwa hasil ini adalah buah dari kerja keras dan kedisiplinan tingkat tinggi.
Likuiditas perusahaan tetap terjaga dengan sangat baik, sehingga operasional bisnis jangka panjang tetap terjamin keberlanjutannya.
Angka laba yang jumbo ini juga menjadi sinyal positif bagi para investor bahwa sektor pembiayaan masih menjadi primadona yang sangat menjanjikan untuk terus dikembangkan.
Sektor Otomotif Menggila dengan Kenaikan SPK Hingga 60 Persen
Kebutuhan pembiayaan masyarakat Indonesia menunjukkan daya beli yang ternyata sangat tangguh melalui peningkatan jumlah Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang tumbuh hingga 60%.
Indikator positif ini memberikan sinyal kuat bahwa sektor otomotif tetap menjadi penggerak utama dalam aktivitas ekonomi nasional.
Banyaknya anak muda dan keluarga baru yang mengambil pembiayaan kendaraan menjadi motor penggerak utama di balik angka-angka pertumbuhan yang mengesankan tersebut.
Optimisme untuk tahun 2026 pun semakin membara seiring dengan proyeksi industri perusahaan pembiayaan (multifinance) yang diperkirakan bakal tumbuh di kisaran 6% hingga 8%.
Adira Finance melihat peluang pertumbuhan tetap terbuka lebar dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran dana.
Fokus pada penyaluran kredit yang berkualitas menjadi kunci utama agar perusahaan tidak terjebak dalam masalah kredit macet di masa depan.
Inovasi Digital dan Sinergi Kuat Menuju Target Tahun 2026
Aspek likuiditas yang terjaga menjadi bekal sangat penting bagi perusahaan untuk menghadapi tantangan pasar di masa mendatang secara lebih kompetitif.
Ketahanan model bisnis yang sudah teruji ini diharapkan mampu menopang target pertumbuhan piutang yang dikelola agar terus meningkat secara berkelanjutan setiap tahunnya.
Optimalisasi kualitas pembiayaan terus dilakukan melalui penguatan sistem manajemen risiko yang terintegrasi di seluruh jaringan usaha secara nasional.
Momentum pertumbuhan yang positif ini diprediksi akan terus berlanjut seiring dengan upaya perusahaan dalam menghadirkan berbagai inovasi layanan digital yang memudahkan konsumen.
Strategi yang berorientasi pada kepuasan pelanggan tetap menjadi pilar utama dalam menjaga dominasi pasar di industri pembiayaan kendaraan bermotor.
Sinergi dengan berbagai lembaga keuangan lain juga memperkuat posisi tawar perusahaan dalam memberikan solusi pendanaan yang aman bagi jutaan konsumen aktif di tanah air.
Statement:
Sylvanus Gani, Direktur Keuangan Adira Finance
“Kinerja tahun 2025 mencerminkan ketahanan model bisnis perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar yang terus bergerak sangat dinamis bagi para pelaku usaha. Likuiditas tetap terjaga dengan baik dan pengelolaan risiko dijalankan secara disiplin untuk memastikan keberlanjutan bisnis jangka panjang yang tetap sehat.”
3 Poin Penting:
-
Adira Finance mencatatkan pembiayaan baru sebesar Rp 43,2 triliun pada tahun 2025, tumbuh 18% dibandingkan tahun sebelumnya.
-
Perusahaan berhasil meraih laba bersih Rp 1,5 triliun dengan menjaga kualitas aset (NPF) di angka 2,0%.
-
Sektor otomotif menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan jumlah Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang mencapai 60%.


![BestPerfume.Store [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/plaza_sing_1200x.jpg-300x225.webp)
