Guys, ada update terbaru dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang lagi nge-hits! Ternyata, enggak semua pesantren bisa langsung nge-gas jadi penyedia makanan gratis.
Kenapa? Karena Badan Gizi Nasional (BGN) bilang, bikin Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG itu butuh modal yang enggak main-main—anggarannya enggak sedikit!
Alhasil, BGN kini standby buat ngebantu pesantren yang mau bangun dapur sultan ini dengan cara menghubungkan mereka ke mitra atau investor! Wih, jadi proyek bisnis nih?
Juru Bicara BGN, Dian Fatwa, bilang dana yang dibutuhkan itu besar karena dapurnya harus memenuhi standar rigid BGN, seperti punya pengolahan air limbah, lantai epoxy yang kinclong, dan alat-alat buat sterilisasi ompreng.
Ribet banget, kayak mau buka restoran bintang lima!
Dapur Cuan Pesantren: Nggak Cuma Dapat Dana, Bisa Surplus!
Dian Fatwa nge-spill fakta yang bikin melongo! Katanya, ada pesantren yang malah bisa meraup keuntungan alias surplus setelah mendirikan SPPG sendiri.
Ini sih namanya dapat cuan sambil beribadah!
Mantap! Dengan begini, dana yang mengalir juga bisa memberdayakan santri dan pelaku usaha di sekitar pesantren.
Pokoknya, syaratnya enggak kaku: harus punya sertifikat Halal, SLHS, sertifikat penggunaan air layak pakai, dan SOP sesuai syariat Islam. Biasanya juga ada alumni yang bantu, katanya sih biar nambah ibadah.
Santri Penerima Manfaat Masih Secuil, Kemenag Diminta Ngebut
Sayangnya, meski programnya udah keren, penerima manfaatnya masih sedikit banget!
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, sampai minta tolong Kementerian Agama (Kemenag) buat segera mengordinasi pesantren di seluruh pelosok Tanah Air.
Kenapa? Karena dari sekitar 11 juta santri dan 1 juta pengajar pesantren, hanya 2% saja yang sudah menjadi penerima manfaat MBG! Bayangin, sisanya ke mana?
Per September 2025, Kemenag baru melaporkan 40 pondok pesantren yang punya SPPG. Jelas BGN harus gercep nyariin investor, kalau enggak, kapan 11 juta santri itu kebagian makan bergizi gratis?
Misi Sultanisasi Dapur Pesantren Dimulai
Jadi, kalau kamu punya dana berlebih, BGN siap ngebantu kamu buat invest di dapur pesantren yang nanti bisa jadi sumber cuan sambil amal.
Konsepnya unik banget: membangun fasilitas dengan standar super tinggi, dibiayai investor, dan pada akhirnya, santri bisa makan gratis dan bahkan pesantren bisa untung.
Dian Fatwa menambahkan bahwa apabila tidak ada (dana), maka pihaknya bakal membantu mencarikan mitra yang bersedia investasi.
Misi sultanisasi dapur pesantren ini memang bertujuan baik, yaitu agar program MBG bisa terlaksana merata.
Namun, di saat yang sama, ini menunjukkan betapa mahalnya standar gizi yang ditetapkan, sampai-sampai harus melibatkan hitung-hitungan bisnis dan investasi.
Statement:
Dian Fatwa, Juru Bicara BGN
“Ada pesantren yang surplus sejak mereka mempunyai dapur sendiri karena mereka tidak perlu membiayai makan santrinya, malah mendapatkan dana untuk Program MBG para santri.” —
3 Poin Penting
-
Dapur MBG Mahal (Perlu Investor): BGN menyatakan siap membantu pesantren mencari mitra atau investor untuk membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena standar dapur MBG yang ditetapkan BGN (lantai epoxy, sterilisasi ompreng, dll.) membutuhkan anggaran yang besar.
-
Model Bisnis Surplus: BGN mengungkapkan ada pesantren yang bahkan bisa meraih keuntungan (surplus) dengan mendirikan SPPG sendiri, di mana dana yang didapatkan bisa memberdayakan santri dan pelaku usaha sekitar.
-
Rendahnya Penerima Manfaat: Program ini menghadapi masalah jangkauan, di mana baru $2$ persen dari total $11$ juta santri yang sudah menjadi penerima manfaat MBG, mendorong BGN meminta Kemenag untuk segera mengoordinasi lebih banyak pesantren.
![Kasus Lab Vape Narkoba [dok. ist]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/mnM45FVCzU.jpeg-300x169.webp)
![Gubernur Jateng Ahmad Luthfi [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Rembug-Media-scaled-1-300x200.jpeg)
![Menag Nasaruddin Umar [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/image_2025-04-27_232209331-2-300x169.png)
![R.A KARTINI [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/1775906665_69da2f691e2d2_ra_kartini.jpg-300x203.webp)