Search

Dari Sampah ke Cuan! Koperasi Pemulung di Tangsel Kumpulkan Omzet Rp1,2 Miliar/Bulan

Selasa, 18 November 2025

Ilustrasi pemulung (Kompas)

Gila sih, siapa sangka tumpukan karung botol plastik di dekat TPA Cipeucang, Tangerang Selatan, bisa jadi mesin pencetak uang miliaran rupiah? Di sana, ada sebuah tempat keren bernama Koperasi Pemulung Berdaya atau Recycle Business Unit (RBU).

Mereka gak cuma ngumpulin sampah, tapi beneran mengolah ribuan kilogram botol plastik bekas jadi sumber mata pencarian yang omzetnya bikin melongo!

Lokasi koperasi ini emang strategis, pas di sebelah TPA dan rumah warga di Jalan Cipeucang Raya. Begitu masuk, kamu bakal disambut sama tumpukan botol di mana-mana—ada yang udah jadi bal pres rapi, ada juga yang masih pipih di dalam karung.

Aksesnya emang sempit, tapi itu bukti bahwa volume sampah yang mereka kelola gak main-main. Di sinilah Pengolahan Sampah Cipeucang bener-bener berjalan!

Gotong Royong Sampah: Sorting Sampai Nge-Pres

Di persimpangan tumpukan botol plastik itu, terlihat kesibukan anggota RBU Koperasi yang luar biasa. Ibu-ibu paruh baya, yang juga pengurus koperasi, asik mengupas merek botol sambil ngobrol.

Sementara ibu-ibu yang lebih muda rame-rame di depan conveyor sederhana, menyortir botol berdasarkan warnanya. Ternyata, warna plastik itu penting banget buat proses daur ulang!

Para lelaki, baik yang muda maupun yang dewasa, punya tugas berat: memindahkan tumpukan botol berbobot puluhan kilogram ke proses berikutnya.

Di antara tumpukan itu, menyempil mesin pres yang mengubah botol jadi bal pres—bahan plastik daur ulang siap jual.

Gak cuma itu, ada juga mesin cacah plastik di bangunan sebelah yang mengubah botol jadi cacahan plastik kecil, produk andalan lain dari Proses Daur Ulang Plastik ini.

Omzet Kotor Rp1,2 Miliar: Kekuatan Ekonomi Sirkular

Nah, ini dia bagian yang paling cetar! Rahasia omzet miliaran ini dibocorkan oleh Juleha, Sekretaris Koperasi Pemulung Berdaya atau RBU.

Juleha ngaku, koperasi ini bisa nerima dan ngolah sampah botol plastik hingga 6 ton per hari. Dampaknya? Mereka bisa membukukan Omzet Miliaran Sampah Plastik atau pendapatan kotor hingga Rp1,2 miliar per bulan!

Coba hitung: kalau sebulan Rp1,2 miliar, berarti setahun Rp14 miliar lebih! Meskipun Juleha ngasih catatan bahwa itu masih omzet kotor, angka segitu udah nunjukkin banget betapa powerfull-nya konsep Ekonomi Sirkular yang mereka jalankan.

Mereka gak cuma nyelamatin lingkungan dari sampah plastik, tapi juga nyiptain lapangan kerja dan muterin roda ekonomi yang gede banget dari barang yang sering kita anggap gak berguna.

Statement:

Juleha, Sekretaris Koperasi Pemulung Berdaya (RBU)

“Kalau sebulan Rp 1,2 miliar, jadi setahun bisa Rp 14 miliar lebih lah ya. Tapi itu masih omzet kotor kan.”

3 Poin Penting Pengolahan Sampah Plastik

  1. Omzet Miliaran Rupiah: Koperasi Pemulung Berdaya (RBU) di dekat TPA Cipeucang berhasil mengolah sampah botol plastik hingga 6 ton per hari, membukukan omzet kotor hingga Rp1,2 miliar per bulan.

  2. Produk Daur Ulang Bernilai Tinggi: Proses pengolahan meliputi penyortiran, pengepresan menjadi bal pres, dan pencacahan menjadi cacahan plastik (per karung 25 kg) yang merupakan produk andalan siap jual.

  3. Model Ekonomi Sirkular: Koperasi ini menunjukkan keberhasilan implementasi ekonomi sirkular, di mana sampah plastik diubah menjadi sumber mata pencaharian bernilai tinggi dan melibatkan partisipasi aktif berbagai anggota, baik ibu-ibu maupun pria.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan