Search
Search
Search

Data Center AI Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Disetop Sementara, Izin dan Kebutuhan Air Jadi Sorotan

Rabu, 30 September 2026

Data Center AI di Jatiluhur (ist)

Pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) milik BDX di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dihentikan sementara.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyebut sejumlah persyaratan pembangunan, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), masih dalam proses.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat Adi Komar mengatakan penghentian tersebut bukan berarti pemerintah menolak investasi.

Menurutnya, Pemprov Jabar tetap mendukung pembangunan pusat data, tetapi proyek berskala besar harus memenuhi seluruh ketentuan sebelum pengerjaan dilanjutkan.

Investasi Besar, Perizinan Jadi Perhatian

Adi menjelaskan proses perizinan pembangunan berada dalam kewenangan Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

Sementara itu, Pemprov Jawa Barat melakukan pengawasan dan koordinasi untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai aturan, termasuk aspek lingkungan dan pelayanan publik.

Pemprov Jabar ingin memastikan proyek tersebut tidak mengganggu pemenuhan kebutuhan air masyarakat maupun sektor pertanian.

Bukan Cuma Soal Data Center, Ada Urusan Air

Sorotan lain datang dari kebutuhan air pusat data tersebut. Proyek BDX memiliki nilai investasi sekitar Rp3,5 triliun, dibangun di atas lahan sekitar 8.000 meter persegi dengan rencana pengembangan hingga 11 hektare.

Kapasitas listriknya disebut mencapai 120 megawatt (MW) dan dapat dikembangkan hingga 640 MW.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan kebutuhan air harus dihitung sejak awal agar tidak mengganggu alokasi bagi sektor pertanian.

Berdasarkan penjelasan yang diterimanya, kebutuhan air pusat data tersebut dapat mencapai sekitar 384 liter per detik atau sekitar 33.000 meter kubik per hari ketika fasilitas berkembang ke kapasitas kebutuhan tersebut.

Pada tahap awal, kebutuhan air disebut sekitar 6.000 meter kubik per hari.

Pemerintah Diminta Buka Manfaat dan Risikonya

Dedi menjelaskan air untuk kebutuhan pusat data direncanakan masuk melalui sistem PDAM sebagai konsumen komersial.

Ia menilai mekanisme tersebut perlu dibedakan dari pengambilan air secara langsung karena sumber daya air Jatiluhur memiliki berbagai alokasi, termasuk untuk pertanian.

Lapangan Kerja vs Dampak Lingkungan

Proyek BDX diproyeksikan membuka lapangan kerja sekitar 2.000 hingga 3.000 orang secara bertahap.

Namun, bagi DPRD Jabar, manfaat ekonomi tersebut perlu dilihat bersamaan dengan kebutuhan sumber daya dan potensi dampak lingkungan dari operasional pusat data AI.

Di sisi lain, Pemprov Jabar menyatakan pembangunan dapat dilanjutkan setelah persyaratan yang diperlukan dipenuhi, sementara pengawasan terhadap pusat data juga akan menjadi perhatian pemerintah daerah.

Statement:

Adi Komar, Kepala Diskominfo Jawa Barat

“Pemprov Jabar mendukung pembangunan data center, tetapi pemenuhan ketentuan dan perizinan tetap harus diselesaikan sebelum proyek dilanjutkan.”

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat

“Kebutuhan air harus dihitung secara objektif dan sejak awal agar tidak mengganggu alokasi air, termasuk untuk pertanian.”

Maulana Yusuf Erwinsyah, Anggota Komisi V DPRD Jabar

“Manfaat ekonomi dan potensi dampak pembangunan data center perlu sama-sama dibuka kepada publik.”

3 Poin Penting:

  • Proyek disetop sementara: pembangunan data center BDX di Jatiluhur dihentikan karena sejumlah persyaratan, termasuk AMDAL dan PBG, masih diproses.
  • Kebutuhan air jadi sorotan: kebutuhan air diperkirakan dapat mencapai sekitar 33.000 meter kubik per hari pada tahap pengembangan tertentu.
  • Investasi tetap didukung: pemerintah daerah menyatakan investasi tetap didukung, dengan catatan aspek perizinan, lingkungan, kebutuhan air, dan kepentingan masyarakat harus diperhatikan.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan