Di Balik Hype Teknologi: Gambaran Nasib Ratusan Juta Orang Tanpa Internet Cepat

Senin, 15 Desember 2025

Eritrea (ist)

Di tengah booming-nya teknologi dan konektivitas global yang makin gila-gilaan, ternyata masih banyak lho negara yang internetnya super lambat atau bahkan hampir enggak ada akses sama sekali.

Bayangkan, ratusan juta orang di beberapa negara masih beneran terputus dari jaringan global. Akses internet memang masih dipengaruhi banyak faktor, mulai dari infrastruktur yang amburadul, mahalnya biaya, sampai literasi digital yang minim.

Ini bukan cuma soal lagging saat streaming, tapi soal ketimpangan akses informasi dan ekonomi.

Salah satu contoh paling ekstrem adalah Eritrea, negara di Afrika Timur yang disebut-sebut paling terisolasi dari jaringan global.

Di sana, koneksi internet itu kayak barang langka, data seluler enggak ada, dan jangan harap bisa pakai media sosial atau bahkan ATM.

Intinya, Eritrea masih sepenuhnya terputus dari dunia luar, kayak hidup di masa lalu. Ini adalah dampak dari pengendalian ketat yang diterapkan pemerintah, yang punya implikasi besar pada kemajuan sosial dan ekonomi warganya.

Eritrea: Hidup Tanpa Broadband dan 4G

Bayangkan hidup tanpa koneksi broadband rumahan atau internet seluler. Itulah yang dialami penduduk Eritrea, Afrika Timur.

Berbeda banget sama kita yang nagih sinyal 5G, mereka bahkan enggak punya layanan internet seluler apa pun.

Menurut penelitian, cuma sekitar 1% dari total populasi Eritrea yang pernah merasakan internet. Warnet yang ada pun terbatas dan biasanya cuma nongkrong di kota-kota besar.

Parahnya, kecepatan koneksi internet di sana masih sangat lambat dan enggak konsisten, seringkali lebih buruk dari jaringan 2G. Tentu saja, kondisi ini sangat menghambat perkembangan, apalagi di era digital sekarang.

Selain Eritrea, banyak negara lain yang juga punya masalah akses internet rendah akibat masalah ekonomi, kemiskinan, konflik, sampai alasan politis yang bikin koneksi internet mereka mandek.

India Memimpin Daftar Offline Mutlak

Bicara soal jumlah orang yang belum terhubung internet, India memegang rekor paling tinggi. Ada lebih dari 440 juta penduduk India yang masih offline.

Meskipun pertumbuhan jaringan broadband seluler di sana pesat, basis populasi India yang super besar membuat angka 30% penduduk yang enggak terhubung internet itu jadi jumlah absolut yang fantastis.

Saking banyaknya, jumlah orang yang enggak punya akses internet di India itu lebih banyak daripada gabungan seluruh populasi Amerika Serikat dan Kanada!

Gokil, kan?

Di Benua Afrika, beberapa negara seperti Ethiopia, Tanzania, dan Uganda punya persentase offline yang sangat tinggi, antara 70% hingga 80%.

Rasio tinggi ini menunjukkan infrastruktur broadband yang terbatas, perangkat yang mahal, dan biaya data yang kemahalan jika dibandingkan dengan pendapatan warga.

Bahkan di negara dengan ekonomi besar Afrika seperti Nigeria dan Republik Demokratik Kongo, lebih dari separuh penduduknya juga masih terputus dari jaringan.

Indonesia dan China: Jumlah Besar, Persentase Kecil

Meskipun China dan Indonesia punya populasi offline yang besar secara absolut (di Indonesia ada sekitar 55 juta orang), tingkat ketidaktersediaan internet mereka jauh lebih rendah.

Tingkat offline di China hanya 8,4%, menunjukkan perkembangan broadband yang matang dan adopsi smartphone yang sudah meluas.

Sementara itu, konektivitas di Indonesia memang meningkat pesat, tapi 55 juta orang yang belum terhubung ini disebabkan oleh fragmentasi geografis di ribuan pulau yang bikin pembangunan infrastruktur susah.

Di sisi lain, Pakistan dan Bangladesh juga menghadapi konektivitas tingkat menengah, dengan pangsa pengguna offline di atas 50% meski jaringan seluler terus diperluas.

3 Poin Penting:

  1. Eritrea menjadi negara paling terisolasi dengan akses internet sangat terbatas, tanpa data seluler, dan kecepatan koneksi yang bahkan lebih buruk dari 2G.

  2. India memimpin secara absolut dengan lebih dari 440 juta penduduk belum terhubung internet, meskipun persentase offline (30%) lebih rendah dari negara Afrika seperti Ethiopia dan Tanzania (70-80%).

  3. Di Indonesia, sekitar 55 juta orang masih belum terhubung, terutama karena tantangan fragmentasi geografis dan infrastruktur di ribuan pulau.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir