Search

Di Balik Kecepatan, Valuasi Mercedes F1 Melesat ke Rp100 Triliun

Minggu, 16 November 2025

Crowdstrike mitra tim Mercedes F1 (Getty Images)

Dunia Formula 1 tidak hanya tentang kecepatan dan strategi di lintasan, tetapi juga tentang pergerakan bisnis bernilai miliaran dolar di belakang layar.

Kabar terbaru datang dari tim dominan, Mercedes-AMG F1, di mana prinsipal timnya, Toto Wolff, sedang dalam diskusi untuk menjual sebagian saham dari perusahaan induknya, Motorsport Investment Ltd.

Penjualan saham yang setara dengan sekitar 5% saham tim F1 Mercedes ini, jika terwujud, akan menetapkan valuasi tim tersebut pada angka yang mencengangkan, mencapai 6 miliar dolar AS atau setara dengan sekitar Rp100 triliun.

Angka ini akan menempatkan Mercedes sebagai tim Formula 1 paling berharga di dunia, melampaui valuasi rival abadi seperti McLaren dan Ferrari.

Laporan yang pertama kali diangkat oleh Sportico ini menunjukkan bahwa diskusi sudah berada pada tahap lanjut. Valuasi yang fantastis ini merupakan cerminan langsung dari kesuksesan finansial tim.

Laporan keuangan Mercedes F1 2024 menunjukkan lonjakan pendapatan sebesar 858 juta dolar AS, termasuk keuntungan bersih sebesar 161 juta dolar AS.

Calon pembeli potensial yang diidentifikasi oleh Financial Times adalah pengusaha Amerika Serikat, George Kurtz, CEO sekaligus salah satu pendiri perusahaan keamanan siber CrowdStrike, yang sudah menjadi sponsor Mercedes sejak 2019.

Menariknya, Kurtz juga bukan sosok asing di dunia balap, karena ia juga seorang pembalap sportscar.

Komitmen Penuh di Tengah Perubahan Kepemilikan

Toto Wolff, CEO dan Team Principal Mercedes F1 (AFP via Getty Images)

Struktur kepemilikan Mercedes F1 saat ini merupakan pembagian tiga arah yang seimbang: Toto Wolff, perusahaan induk Mercedes-Benz, dan raksasa kimia INEOS yang dipimpin oleh Jim Ratcliffe.

Jika kesepakatan penjualan saham kecil oleh Wolff ini terealisasi, ia akan tetap menjadi pemegang saham signifikan di perusahaan. Yang paling penting bagi para penggemar adalah, posisi Wolff sebagai CEO dan Team Principal tim tidak akan berubah.

Hal ini menjamin stabilitas kepemimpinan yang telah membawa tim meraih delapan gelar konstruktor berturut-turut antara tahun 2014 hingga 2021.

Di bawah kepemimpinan Wolff sejak 2013, Mercedes telah mengalami era keemasan, mencetak tujuh gelar juara pembalap bersama Lewis Hamilton dan Nico Rosberg. Kesuksesan di lintasan ini secara langsung mendorong peningkatan nilai komersial dan citra merek secara eksponensial.

Valuasi tinggi ini mencerminkan pertumbuhan pesat Formula 1 secara keseluruhan, yang menurut Wolff, dipicu oleh faktor-faktor seperti pandemi COVID-19 dan popularitas serial Drive to Survive. Fenomena ini berhasil menghubungkan penonton yang lebih muda dengan olahraga tersebut.

Era Keemasan F1 dan Kedewasaan Bisnis

Wolff sendiri baru-baru ini berbicara tentang ledakan pertumbuhan Formula 1 di Autosport Business Exchange di New York. Ia menyoroti bagaimana olahraga ini, yang awalnya didominasi oleh penonton lama, kini telah berhasil menjangkau generasi baru.

Fenomena ini menunjukkan bahwa F1 bukan lagi sekadar ajang balap, melainkan platform hiburan global yang memiliki nilai bisnis yang luar biasa, didorong oleh konten yang menarik dan kredibilitas di lintasan.

Valuasi sebesar 6 miliar dolar AS bagi tim balap adalah bukti nyata bahwa F1 telah memasuki fase kedewasaan bisnis. Angka ini melampaui perkiraan banyak pihak dan menunjukkan kepercayaan pasar terhadap masa depan olahraga tersebut.

Dengan komitmen penuh dari para pemegang saham utama—Mercedes-Benz, INEOS, dan Wolff sendiri—tim ini diposisikan untuk terus mendominasi baik di lintasan maupun di papan keuangan, memastikan bahwa kesuksesan yang berkelanjutan adalah prioritas utama.

Ketika dimintai komentar mengenai spekulasi penjualan saham, Juru Bicara Mercedes F1 memberikan penegasan mengenai stabilitas kepemimpinan tim di tengah rumor valuasi yang melonjak.

Statement:

Juru Bicara Mercedes F1

“Kami tidak akan berkomentar mengenai hal ini. Namun, tata kelola tim tidak akan berubah, dan ketiga mitra (Mercedes-Benz, Toto, dan INEOS) berkomitmen penuh terhadap kesuksesan Mercedes-Benz yang sedang berlangsung di Formula 1.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan