Dunia sepak bola internasional kembali diguncang oleh gejolak politik tingkat tinggi yang menyeret nama orang nomor satu di federasi tertinggi.
Gianni Infantino diperkirakan bakal tetap kokoh menjabat sebagai Presiden FIFA meskipun kini tengah menghadapi gelombang penolakan internal yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Usai menggelar rapat krisis maraton bersama staf senior di Maroko pada Rabu, Infantino optimistis masih mengantongi dukungan politik yang sangat kuat dari kawasan Amerika Selatan, Afrika, dan Asia untuk menahan desakan mundur yang kian deras.
Pertemuan tertutup yang berlangsung alot selama tujuh jam di Rabat tersebut digelar guna meredam krisis internal yang dipicu oleh kegagalan rencana kontroversial, yakni penjualan saham komersial Piala Dunia kepada investor swasta.
Kendati dihantam gelombang kritik pedas dari berbagai pihak, Infantino terlihat tetap tenang dan tersenyum saat mendampingi Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom di tribune pertandingan Piala Afrika Wanita.
Pria asal Swis tersebut menegaskan bahwa dirinya hanya bertanggung jawab secara langsung kepada 211 asosiasi anggota FIFA, bukan kepada para pengkritiknya.
Hantaman Kritik Pedas Luis Figo dan Penegasan Arsene Wenger
Manuver politik Infantino untuk mempertahankan tahtanya langsung mendapat respons menohok dari jajaran legenda dan petinggi sepak bola dunia.
Mantan bintang Portugal, Luis Figo, melontarkan serangan verbal yang sangat menohok dengan menyebut tindakan Infantino sebagai perilaku paling rendah, penuh tipu daya, dan pengecut demi kepentingan pribadi.
Figo dengan tegas mendesak agar Infantino segera angkat kaki dari jabatannya saat ini juga demi menjaga martabat organisasi.
Di sisi lain, keretakan internal FIFA kian nyata setelah Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsene Wenger, secara terbuka memilih pasang badan dan menarik diri dari strategi komersial tersebut.
Merekam dinamika internal yang kian panas, mantan pelatih legendaris itu menegaskan pandangannya.
Isu Janji Final Piala Dunia 2030 dan Klarifikasi Resmi FIFA
Di tengah panasnya persaingan politik, muncul isu sensitif yang menyebut Infantino sempat menawarkan hak penyelenggaraan partai final Piala Dunia 2030 kepada Maroko di Stadion Hassan II Casablanca.
Janji manis tersebut disinyalir sebagai imbalan barter atas dukungan publik dari federasi negara Afrika Utara itu.
Isu ini mendadak gempar mengingat Stadion Santiago Bernabeu di Madrid, Spanyol, sebelumnya sangat dijagokan sebagai lokasi utama laga puncak.
Tak ingin bola liar semakin liar membakar iklim sepak bola, pihak internal federasi langsung pasang badan memberikan konfirmasi. Menanggapi kabar miring yang beredar luas di media massa, juru bicara FIFA menyampaikan bantahan resminya.
Opsi Mosi Tidak Percaya dan Tenggat Waktu Pemilihan Presiden
Kini bola panas keputusan berada di tangan kelompok oposisi dan para pengkritik Infantino untuk menentukan langkah politik berikutnya.
Pihak-pihak yang menentang kepemimpinan Infantino berpeluang menggalang kekuatan guna menggelar rapat darurat Dewan FIFA atau mendesak diadakannya Kongres Luar Biasa demi mengajukan mosi tidak percaya secara resmi terhadap sang presiden.
Jika opsi mosi tidak percaya gagal bergulir, para kandidat rival memiliki tenggat waktu hingga 18 November mendatang untuk mendaftarkan diri secara resmi dalam bursa pemilihan presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret.
Pertarungan politik ini dipastikan bakal menjadi titik balik yang sangat menentukan arah tata kelola serta masa depan industri sepak bola sejagat.
Statement:
Arsene Wenger, Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA
“Keputusan untuk menarik proyek itu benar-benar perlu dan tidak perlu diperdebatkan, karena saya sangat meyakini FIFA yang independen yang melayani permainan kita dengan komitmen, transparansi, dan integritas,” kata Arsene Wenger dalam keterangan resminya.
Juru bicara FIFA
“Tidak benar dan menyesatkan untuk mengklaim bahwa presiden FIFA membuat janji apa pun terkait penyelenggaraan final Piala Dunia 2030.”
3 Poin Penting:
-
Infantino Bertahan di Tengah Tekanan: Gianni Infantino bertekad mempertahankan jabatan Presiden FIFA berbekal dukungan mayoritas asosiasi anggota di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan usai rapat krisis 7 jam di Maroko.
-
Kritik Keras Tokoh Sepak Bola: Luis Figo menuntut Infantino segera mundur, sementara Arsene Wenger mengecam dan menarik diri dari rencana penjualan saham komersial Piala Dunia demi menjaga transparansi FIFA.
-
Bantahan Janji Final 2030: FIFA membantah rumor bahwa Infantino memberikan jaminan hak tuan rumah final Piala Dunia 2030 kepada Maroko demi mendapatkan dukungan politik.
![timnas indonesia [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/535099490.jpg-e1774585992888-300x154.webp)


