Search
Search
Search

Dibayar Puluhan hingga Ratusan Juta untuk Pindah? Ini Daftar Negara yang Buka Program Relokasi

Kamis, 1 Oktober 2026

Swiss (shutterstock)

Pindah negara biasanya identik dengan biaya besar, mulai dari tempat tinggal, administrasi, hingga kebutuhan sehari-hari.

Namun, sejumlah wilayah justru menawarkan insentif keuangan bagi orang yang bersedia pindah dan menetap di daerah yang penduduknya terus berkurang.

Bentuk bantuannya beragam, mulai dari hibah properti hingga tunjangan bulanan.

Program semacam ini umumnya bukan sekadar strategi mencari penduduk baru.

Pemerintah daerah menggunakannya untuk menghadapi persoalan seperti penurunan populasi, kekurangan tenaga kerja, hingga banyaknya bangunan lama yang tidak terawat.

Meski terdengar menggiurkan, setiap program memiliki syarat, batas waktu, serta ketentuan penggunaan dana yang berbeda.

Swiss hingga Yunani Punya Cara Unik Menarik Penduduk

Salah satu contoh datang dari Albinen, Swiss.

Desa kecil di Pegunungan Alpen tersebut pernah menawarkan insentif sebesar 25.000 franc Swiss untuk setiap orang dewasa dan 10.000 franc Swiss untuk setiap anak yang memenuhi ketentuan program relokasi.

Kebijakan ini dibuat ketika jumlah penduduk desa turun hingga di bawah 300 orang.

Di Antikythera, Yunani, pemerintah setempat juga pernah menawarkan tunjangan bulanan 500 euro kepada keluarga dengan sedikitnya tiga anak selama maksimal tiga tahun.

Selain uang tunai, program tersebut mencakup akomodasi dan makanan bagi keluarga yang memenuhi persyaratan untuk menetap secara permanen di pulau tersebut.

Italia dan Irlandia Tawarkan Insentif untuk Menghidupkan Daerah Sepi

Sardinia, Italia, menjadi wilayah lain yang pernah menjalankan skema insentif relokasi. Pemerintah daerah menawarkan bantuan hingga 15.000 euro bagi pendatang yang bersedia tinggal di wilayah yang populasinya relatif rendah.

Dana tersebut diarahkan untuk membantu mengatasi persoalan depopulasi dan keterisolasian sejumlah kawasan di pulau tersebut.

Irlandia juga memiliki skema untuk mendorong orang tinggal di pulau-pulau yang tidak terhubung langsung dengan daratan utama. Program yang diluncurkan pada 2023 tersebut dapat memberikan bantuan hingga 70.000 euro.

Namun, penerima harus membeli rumah lama yang memenuhi ketentuan dan menggunakan dana tersebut untuk renovasi melalui skema yang berlaku.

Jepang dan Spanyol Ikut Buka Jalan bagi Pendatang

Jepang memiliki program hibah relokasi regional yang ditujukan untuk mendorong perpindahan penduduk dari kawasan metropolitan Tokyo menuju daerah pedesaan.

Besaran bantuan yang disebut dalam program tersebut mencapai 1 juta yen untuk rumah tangga atau 600.000 yen untuk individu, dengan ketentuan tertentu.

Warga negara asing juga memiliki persyaratan status kependudukan untuk dapat memperoleh hibah.

Sementara itu, wilayah La Rioja di Spanyol menjalankan Program Revive untuk mendorong masyarakat tinggal di kotamadya dengan populasi kecil.

Besaran hibah berbeda berdasarkan jumlah penduduk daerah tujuan, dengan dana yang dapat digunakan untuk pembelian atau renovasi properti.

Salah satu persyaratannya adalah batas usia penerima, yakni di bawah 45 tahun.

Kenapa Pemerintah Sampai Rela Mengeluarkan Uang?

Di balik nominal yang terlihat besar, ada persoalan demografi dan ekonomi yang hendak diatasi. Ketika penduduk muda meninggalkan daerah kecil untuk mencari pekerjaan di kota besar, wilayah asal mereka dapat mengalami penurunan aktivitas ekonomi.

Akibatnya, tenaga kerja produktif berkurang dan sejumlah fasilitas atau bangunan tidak lagi dimanfaatkan secara optimal.

Program relokasi kemudian digunakan sebagai salah satu cara untuk menarik penduduk baru sekaligus talenta dengan keterampilan tertentu.

Dalam beberapa kasus, pemerintah juga berharap penerima insentif ikut menghidupkan kembali kawasan melalui pembelian, renovasi, atau pemanfaatan rumah yang sebelumnya terbengkalai.

Karena itu, uang yang diberikan biasanya memiliki tujuan penggunaan dan persyaratan yang cukup spesifik.

Catatan Penting

Menurut informasi perusahaan relokasi North American Van Lines yang dikutip dalam laporan Business Insider, program semacam ini umumnya berkaitan dengan persoalan penurunan populasi, kekurangan tenaga kerja terampil, dan bangunan yang membutuhkan revitalisasi.

Dengan demikian, tawaran “dibayar untuk pindah” tidak dapat diartikan sebagai pemerintah memberikan uang tunai tanpa syarat kepada siapa pun.

Calon peserta perlu memeriksa aturan resmi masing-masing wilayah, termasuk status kependudukan, usia, lokasi tempat tinggal, pembelian properti, kewajiban renovasi, serta durasi menetap.

3 Poin Penting:

  • Sejumlah wilayah memang menawarkan insentif relokasi, antara lain Albinen di Swiss, Antikythera di Yunani, Sardinia di Italia, beberapa pulau di Irlandia, wilayah pedesaan Jepang, dan La Rioja di Spanyol.
  • Dana tidak diberikan tanpa persyaratan. Beberapa program mensyaratkan pembelian atau renovasi rumah, batas usia, status kependudukan, jumlah anggota keluarga, hingga kewajiban tinggal dalam jangka waktu tertentu.
  • Tujuan utamanya adalah mengatasi persoalan daerah, seperti depopulasi, kekurangan tenaga kerja, serta bangunan yang tidak terawat, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan