Seekor Biawak Pohon Totol Emas (Varanus boehmei), satwa endemik Pulau Waigeo, Raja Ampat, berhasil kembali ke habitat aslinya setelah nyaris diselundupkan ke luar Papua.
Momen bersejarah ini terjadi saat Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat Daya melakukan pelepasliaran sembilan ekor biawak di kawasan hutan Kelompok Tani Hutan (KTH) Warkesi, Raja Ampat, pada Senin pagi.
Penyelamatan dari Jalur Perdagangan Gelap
Menurut Sandi Sianturi, Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama BBKSDA Papua Barat Daya, kesembilan biawak tersebut sebelumnya berhasil diselamatkan petugas BBKSDA di Pelabuhan Sorong. Satwa-satwa ini akan dibawa ke luar Papua melalui jalur perdagangan ilegal.
Kini, pihak berwenang sedang menganalisis rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku penyelundupan.
Kisah Penyelamatan yang Menggugah
Kisah penyelamatan Biawak Pohon Totol Emas ini menjadi pengingat pahit tentang ancaman serius yang dihadapi satwa endemik Indonesia.
Dari lorong-lorong pelabuhan hingga pasar gelap internasional, hewan-hewan langka ini terus diburu dan diperjualbelikan.
Aksi penyelamatan ini menegaskan pentingnya peran manusia dalam melindungi keberlangsungan hidup satwa liar.
Spesies Rentan yang Butuh Perlindungan Ekstra
Biawak Pohon Totol Emas, atau yang juga dikenal sebagai Waigeo Monitor, adalah spesies unik yang hanya bisa ditemukan di Pulau Waigeo.
Statusnya dalam daftar merah IUCN adalah Data Deficient (DD), yang menandakan minimnya data populasi, sehingga membuat spesies ini sangat rentan terhadap kepunahan.
Ditambah lagi, biawak ini masuk dalam Appendix II CITES, yang berarti perdagangannya harus dikontrol ketat untuk mencegah kepunahan.
Kolaborasi Konservasi Berbasis Masyarakat
Proses pelepasliaran ini tidak hanya melibatkan institusi konservasi formal, tetapi juga kelompok masyarakat lokal.
BBKSDA bekerja sama dengan mitra konservasi dari Fauna Flora Indonesia (FFI) Tanah Papua dan KTH Warkesi, yang menjaga kawasan hutan tempat pelepasliaran dilakukan.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa konservasi sejati hanya bisa berhasil jika melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam.
Penjaga Kanopi dari Waigeo
Biawak Pohon Totol Emas dikenal sebagai “penjaga kanopi” di hutan Pulau Waigeo. Sisiknya yang berkilauan seperti taburan emas di kulit hijaunya menjadikannya satwa yang sangat indah.
Kembalinya satwa-satwa ini ke habitatnya bukan sekadar tindakan kecil, melainkan sebuah bentuk perlawanan terhadap kepunahan yang terus mengintai.
Melindungi Keseimbangan Ekosistem yang Rapuh
Di tanah-tanah purba seperti Raja Ampat, setiap makhluk endemik menyimpan cerita tentang evolusi dan keseimbangan ekosistem yang rapuh.
Melepaskan sembilan biawak ini kembali ke hutan adalah upaya untuk menjaga keseimbangan tersebut.
Ini adalah bukti komitmen untuk melindungi keunikan alam Raja Ampat dari ancaman perdagangan ilegal yang merusak.
Statement:
Sandi Sianturi, Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama BBKSDA Papua Barat Daya
“Satwa ini kami kembalikan ke habitat aslinya setelah berhasil diamankan oleh petugas BBKSDA di Pelabuhan Sorong, di mana rencananya akan dibawa keluar tanah Papua.”


![katak marsupial [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Hemiphractidae_-_Gastrotheca_riobambae-300x225.jpg)
![laba-laba [dok. istock]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/great-fox-spider_169-300x169.jpeg)