Search

Dolar AS Tertekan Usai Kesepakatan Damai AS-Iran, Investor Mulai Tinggalkan Aset Aman

Rabu, 17 Juni 2026

Rupiah dan Dolar [dok. kontan]
Rupiah dan Dolar [dok. kontan]

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Senin (15/6/2026) waktu setempat setelah muncul kabar tercapainya kesepakatan perdamaian sementara antara Amerika Serikat dan Iran.

Kabar positif dari Timur Tengah tersebut langsung meningkatkan optimisme pelaku pasar global sekaligus mengurangi minat investor terhadap aset-aset aman yang selama ini menjadi pilihan saat ketidakpastian geopolitik meningkat.

Pelemahan dolar terjadi seiring membaiknya sentimen risiko di pasar keuangan global. Investor mulai beralih ke instrumen yang dianggap lebih berisiko, termasuk saham, setelah kekhawatiran terhadap gangguan ekonomi dunia akibat konflik AS-Iran mereda.

Di saat yang sama, harga minyak dunia dan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga mengalami penurunan karena pasar menilai stabilitas pasokan energi global berpotensi kembali terjaga.

Indeks Dolar Melemah, Euro dan Pound Menguat

Mengutip data Xinhua, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan mata uang Negeri Paman Sam terhadap enam mata uang utama dunia turun 0,12 persen ke level 99,631.

Penurunan ini mencerminkan berkurangnya permintaan terhadap dolar sebagai aset lindung nilai setelah ketegangan geopolitik mulai mereda.

Pada penutupan perdagangan di New York, euro menguat ke level 1,1595 dolar AS dari sebelumnya 1,1575 dolar AS. Poundsterling Inggris juga naik tipis menjadi 1,3419 dolar AS.

Sementara itu, dolar AS melemah terhadap franc Swiss dan krona Swedia, meski masih mencatat kenaikan tipis terhadap yen Jepang dan dolar Kanada.

Kesepakatan Damai Jadi Pemicu Optimisme Pasar

Pergerakan pasar dipengaruhi oleh pengumuman bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan perdamaian sementara yang disebut akan mengakhiri konflik yang berlangsung lebih dari tiga bulan.

Konflik tersebut sebelumnya menimbulkan kekhawatiran besar terhadap stabilitas ekonomi global, terutama karena melibatkan kawasan strategis penghasil energi dunia.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan tersebut telah rampung dan membuka jalan bagi normalisasi hubungan kedua negara.

Salah satu poin penting yang diumumkan adalah pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa biaya tol serta pencabutan blokade maritim AS terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran.

Langkah ini dinilai dapat mengurangi risiko gangguan distribusi minyak dan gas dunia.

Negosiasi Lanjutan Masih Menjadi Sorotan

Meski pasar merespons positif, sejumlah detail penting dalam kesepakatan masih menunggu pembahasan lebih lanjut.

Pakistan, yang berperan sebagai mediator utama, menyebut nota kesepahaman (MoU) dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada Jumat mendatang.

Kedua negara juga sepakat melanjutkan negosiasi selama 60 hari untuk menyelesaikan isu-isu strategis yang masih menjadi kendala.

Di antaranya adalah pembahasan mengenai program nuklir Iran serta pencabutan sanksi ekonomi yang selama ini diberlakukan Washington terhadap Teheran.

Trump mengklaim Iran telah menyetujui untuk tidak memiliki senjata nuklir, sementara sejumlah laporan menyebut Iran juga bersedia menahan diri dari pengayaan uranium lebih lanjut.

Jika kesepakatan ini berjalan sesuai rencana, pasar global berpotensi mendapatkan dorongan sentimen positif yang lebih kuat dalam beberapa bulan mendatang.

Statement:

Donald Trump, Presiden Amerika Serikat

“Kesepakatan dengan Iran telah lengkap dan saya memberikan otorisasi penuh untuk membuka kembali Selat Hormuz tanpa biaya tol.”

Shehbaz Sharif, Perdana Menteri Pakistan

“Kedua negara telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini.”

3 Poin Penting:

  • Dolar AS melemah 0,12 persen setelah muncul kabar kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran.
  • Sentimen positif mendorong investor meninggalkan aset aman, sehingga pasar saham menguat sementara harga minyak dan obligasi melemah.
  • AS dan Iran akan melanjutkan negosiasi selama 60 hari untuk membahas program nuklir, sanksi ekonomi, dan implementasi kesepakatan damai.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan