Gila, gila, gila! Ducati benar-benar menutup Kejuaraan Dunia MotoGP 2025 dengan kesuksesan yang susah dicerna logika.
Meski banyak yang nyinyir kalau motor Desmosedici GP25 enggak se-gacor GP24, dan Aprilia sempet nyolong kemenangan, faktanya hasil akhir berbicara tegas: Ducati triple crown untuk ketiga kalinya dalam sejarah mereka!
Bintang utamanya? Siapa lagi kalau bukan Marc Marquez! Sejak nemplok di motor pabrikan Borgo Panigale, The Baby Alien langsung melesat kayak tidak pernah cedera sejak 2020.
Dia sukses mengumpulkan kemenangan dan podium, dan ngunci gelar juara di Grand Prix Jepang, padahal balapan masih sisa lima putaran lagi.
Marc Marquez memang beda level!
Triple Crown dan Reuni Marquez Bersaudara di Puncak
Bahkan sebelum Marc Marquez menggondol gelar pembalap di Jepang, tim yang berbasis di Bologna ini sudah duluan mengamankan gelar juara konstruktor di Barcelona.
Gelar tim juga berhasil direbut oleh tim resmi Lenovo Ducati, yang sebagian besar dipikul oleh performa gacor si #93 ini.
Enggak cuma itu, tim satelit juga ikut nampang! Alex Marquez, yang nongkrong di Gresini Racing dengan motor GP24, menunjukkan level terbaiknya di kelas utama.
Dia berhasil meraih tiga kemenangan long race pertamanya di MotoGP dan finish sebagai runner-up di kejuaraan dunia pembalap!
Wih, tahun yang penuh mimpi buat Marquez bersaudara! Hasil epic ini pula yang ngasih Alex Marquez motor pabrikan buat musim 2026.
Musim Terbaik Kedua Ducati, Podium Gak Pernah Absen Sejak 2021
Semua akumulasi kesuksesan ini—triple crown ketiga mereka—tentu layak dirayakan. Hampir seminggu setelah kampanye 2025 berakhir di Sirkuit Ricardo Tormo, Ducati merilis serangkaian statistik yang bikin tim lain minder.
Tahun 2025 ternyata menjadi musim terbaik kedua Ducati dalam sejarah MotoGP dengan 17 kemenangan (dari 22 balapan) dan 44 podium (dari 66 yang tersedia) di balapan long race!
Angka ini hanya selisih dua kemenangan dari rekor terbaik mereka di tahun 2024\. Hebatnya lagi, empat pembalap berbeda berhasil memenangkan balapan panjang tahun ini, dipimpin oleh Marc Marquez dengan 11 kemenangan, diikuti Alex Marquez (3), Pecco Bagnaia (2), dan debut kemenangan Fermín Aldeguer (1).
Rekor All-Time: 88 Balapan Beruntun Selalu Ada The Red di Podium
Tapi, statistik yang paling bikin geleng-geleng adalah soal podium. Ducati berhasil finish di posisi 3 besar dalam 88 balapan panjang berturut-turut!
Serius, 88 balapan!
Artinya, selalu ada penunggang Ducati yang naik podium sejak Aragon 2021—sebuah rekor sepanjang masa di MotoGP. Podium terakhir tanpa motor merah ini terjadi di Silverstone 2021.
Bahkan, keenam pembalap Ducati di 2025 (termasuk Franco Morbidelli dan Fabio Di Giannantonio dari Pertamina Enduro VR46) berhasil naik podium lebih dari sekali. Jadi, kalau mau podium, naiklah Ducati!
3 Poin Penting
-
Triple Crown dan Gelar Marquez: Ducati sukses besar di MotoGP 2025 dengan meraih triple crown (gelar Pembalap, Tim, dan Konstruktor) untuk ketiga kalinya, dipimpin oleh Marc Marquez yang berhasil mengunci gelar Pembalap dengan 11 kemenangan.
-
Musim Terbaik Kedua: Ducati mencatat musim terbaik kedua mereka sepanjang sejarah dengan total 17 kemenangan dan 44 podium (dari 22 balapan panjang), dengan 4 pembalap berbeda berhasil memenangkan balapan.
-
Rekor Podium Abadi: Ducati memegang rekor all-time MotoGP dengan berhasil menempatkan pembalapnya di podium dalam 88 balapan panjang berturut-turut, menegaskan dominasi mereka sejak Aragon 2021.



![moto junior [motogp]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/EZ9_3218.jpg-300x169.webp)