Drama Korea terbaru berjudul The Scandal yang dibintangi oleh jajaran bintang papan atas seperti Son Ye Jin dan Ji Chang Wook kini tengah menjadi pusat perhatian publik usai tayang secara resmi di platform Netflix.
Serial yang diadaptasi dari film legendaris Korea berjudul Untold Scandal (2003) ini sejak awal pengumumannya sudah menawarkan kisah romansa yang dipenuhi intrik, godaan, serta konflik emosional yang pekat.
Dalam versi terbarunya, drakor ini dikemas cukup padat dalam delapan episode dengan mengambil latar belakang sejarah pada era Kerajaan Joseon.
Sayangnya, alih-alih dipuji karena alur ceritanya yang kuat, sejumlah penonton justru ramai memperbincangkan porsi adegan intim yang dinilai terlalu mendominasi keseluruhan tayangan.
Konflik Asmara Terlarang Lady Cho dan Cho Won
Latar belakang alur cerita serial ini berfokus pada dinamika hubungan berbahaya antara karakter Lady Cho yang diperankan oleh Son Ye Jin dan tokoh Cho Won yang dimainkan oleh Ji Chang Wook.
Kedua karakter utama tersebut terlibat dalam permainan asmara yang manipulative, Penuh godaan, hingga perselingkuhan yang rumit.
Selain kedua nama besar tersebut, aktris Nana turut mengambil peran penting sebagai sosok Hui Yeon yang semakin memperkeruh konflik.
Sebagai serial dengan label rating 19+, The Scandal memang sejak awal dipersiapkan untuk menghadirkan sejumlah adegan sensual antarkarakter demi mendukung genre drama romansa dewasa.
Namun, setelah seluruh episode dirilis secara serentak, tidak sedikit penonton yang mulai mempertanyakan porsi adegan dewasa tersebut karena dinilai berlebihan dan justru mengganggu jalannya alur cerita utama.
Perdebatan Penggunaan Stunt Double hingga Ritme Cerita
Respons audiens terhadap kehadiran adegan intim dalam drakor ini sebenarnya cukup terbelah menjadi dua kubu yang berbeda pandangan.
Ada sebagian penonton yang menilai bahwa adegan panas tersebut sebetulnya masih wajar dan relevan dengan materi cerita asli yang memang mengusung tema hubungan terlarang.
Di sisi lain, perdebatan hangat juga mencuat terkait ditemukannya penggunaan pemeran pengganti (stunt double) pada beberapa adegan sensual yang dianggap kurang tereksekusi secara mulus.
Kritik tajam dari para penikmat drakor juga menyasar pada ritme alur cerita yang terkesan lamban di beberapa bagian awal episode.
Banyak penonton merasa bahwa fokus narasi yang terlalu banyak tersita untuk membangun adegan sensual membuat pendalaman karakter lain dan penyelesaian konflik utama justru terasa tergesa-gesa serta kurang menggigit.
Sisi Estetika Visual Klasik dan Daya Tarik Para Bintang
Kendati memanen gelombang kritik, tidak semua tanggapan yang diterima oleh serial The Scandal bernada negatif.
Sejumlah pengamat film dan penonton setia memberikan pujian pada aspek estetika visual yang disajikan secara apik lewat paduan gaya klasik Korea dan elemen budaya tradisional yang kental.
Unsur erotis dalam drama ini dinilai berhasil membangun tensi ketegangan antar-karakternya secara intens dan tidak sekadar dijual sebagai elemen kejutan murahan.
Pada akhirnya, materi cerita yang sejak awal mengeksplorasi isu hubungan terlarang memang secara alami memicu reaksi yang bervariasi dari masyarakat luas.
Nama besar serta kualitas akting memukau dari Son Ye Jin dan Ji Chang Wook tetap menjadi magnet utama yang sukses menyedot jutaan pasang mata untuk menyaksikan drakor penuh kontroversi ini hingga akhir.
3 Poin Penting:
-
Kontroversi Porsi Adegan Dewasa: Serial The Scandal rating 19+ di Netflix memicu perdebatan penonton karena dinilai terlalu mendominasi dan membuat alur cerita terasa lambat.
-
Kritik Eksekusi dan Stunt Double: Penonton mengkritik penggunaan stunt double dalam adegan intim serta pengembangan karakter yang dinilai kurang maksimal selama delapan episode.
-
Daya Tarik Bintang dan Visual Klasik: Terlepas dari kontroversi adegan panas, akting Son Ye Jin dan Ji Chang Wook serta estetika era Joseon tetap menjadi daya pikat utama serial ini.



