Drama Pasar Senen: Menteri UMKM Disambut Teriakan “Hidup Kami, Jangan Ditutup!”

Selasa, 2 Desember 2025

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman (istimewa)

Pasar Senen, Jakarta Pusat, hari Minggu (30/11/2025) kemarin, berubah jadi panggung drama komedi satire ala-ala politik.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, yang datang ditemani anggota Komisi V DPR RI Adian Napitupulu, disambut bukan dengan karpet merah, melainkan dengan kerumunan emak-emak thrifting yang full protes!

Suasana di lorong-lorong sempit Pasar Senen mendadak riuh dan berdesak-desakan. Para pedagang thrifting atau penjual pakaian bekas impor ini berusaha mati-matian mendekati Pak Menteri.

Tujuannya cuma satu: menolak mentah-mentah rencana pemerintah melarang impor pakaian bekas yang udah jadi nafas ekonomi mereka. Kayak mau nembak pacar aja, effort-nya gede banget!

Kardus Protes Jadi Spanduk Dadakan: “Thrifting Juga UMKM, Bro!”

Di tengah chaos kerumunan, muncul gimmick yang ngena banget: potongan-potongan kardus bekas diacungkan tinggi-tinggi sebagai spanduk protes dadakan.

Tulisan di kardus itu to the point banget, guys: “Thrifting Juga UMKM! Jangan Ditutup, Kami Pedagang Kecil!”

Teriakan para pedagang juga bersahutan, menyuarakan kebingungan akut mereka. Pemerintah pengen nutup usaha mereka dengan alasan ilegal, padahal mereka ngaku berjualan secara legal dan bahkan udah bayar pajak sebagai kontribusi ke negara.

Emang dilematis banget!

Respon Pak Menteri: Mengangguk, Senyum, dan “Prioritas Kita Adalah Pengamanan”

Melihat scene protes yang high-energy ini, Pak Menteri Maman tetep tampak tenang. Beliau berusaha menghampiri pedagang, sesekali mengangguk dan tersenyum tipis sambil terus berjalan.

Gaya politik level master: diserbu protes, tetep senyum manis.

Setelah muter-muter sebentar di lantai dua Pasar Senen, Pak Menteri akhirnya buka suara soal dilema ini. Ia menegaskan bahwa prioritas pemerintah adalah mengamankan keberlanjutan aktivitas ekonomi pedagang.

Adian Napitupulu Membela: Jangan Hancurkan Ekosistem!

Di tengah janji dan statement dilematis Pak Menteri, Adian Napitupulu tampil sebagai pembela thrifting. Politisi PDI-P ini ngasih reminder keras bahwa mematikan usaha thrifting sama aja kayak menghancurkan ekosistem ekonomi yang udah terbentuk puluhan tahun!

Adian ngasih contoh: thrifting itu enggak cuma soal jual-beli. Di lantai bawah, ada penjahit, tukang lipat, tukang cuci, sampai kuli panggul yang hidup dari rantai bisnis ini. Seolah Adian ngasih clue bahwa laporan doang enggak cukup!

Statement:

Maman Abdurrahman, Menteri UMKM

“Yang pertama yang kita harus pahami semuanya, keberadaan kami pemerintah, itu pasti prioritas pertama kita adalah mengamankan agar pedagang-pedagang masih bisa berlanjut. Itu dulu ya, karena kan ada kepentingan pengamanan keberlanjutan aktivitas ekonomi.”

3 Poin Penting

  1. Protes Massal di Pasar Senen: Pedagang thrifting menolak rencana larangan impor pakaian bekas saat Menteri UMKM Maman Abdurrahman berkunjung, menyampaikan protes dengan kardus bertuliskan “Thrifting Juga UMKM!”.

  2. Dilema Pemerintah: Menteri Maman mengakui adanya dilema, di satu sisi harus menegakkan aturan larangan impor barang bekas, tapi di sisi lain harus mengamankan keberlanjutan aktivitas ekonomi pedagang UMKM.

  3. Ancaman Ekosistem: Anggota DPR Adian Napitupulu membela pedagang, menegaskan bahwa melarang thrifting akan menghancurkan ekosistem ekonomi yang melibatkan banyak profesi kecil lainnya (penjahit, tukang cuci, dll.) yang sudah terbentuk lama.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir