Search

Drama Suderajat Penjual Es Viral: Dari Korban Fitnah Hingga Bikin Dedi Mulyadi Geram

Minggu, 1 Februari 2026

KDM dan keluarga Sederajat (Youtube Dedi Mulyadi Channel)

Masih ingat dengan Suderajat alias Jajat, penjual es kue yang sempat viral karena difitnah aparat? Kisahnya yang dituduh menjual es berbahan spons sempat memicu gelombang simpati luar biasa dari netizen.

Berkat dukungan publik dan bantuan dari berbagai pihak, termasuk Gubernur Dedi Mulyadi (KDM), Jajat yang awalnya terpuruk kini justru menjadi sorotan karena ulahnya yang dianggap kurang bersyukur dan tidak amanah dalam mengelola bantuan.

Awalnya, Jajat menerima bantuan total puluhan juta rupiah, renovasi rumah, motor baru, hingga paket umroh gratis. Dedi Mulyadi secara khusus memberikan modal usaha sebesar Rp5 juta agar Jajat bisa beralih profesi ke pekerjaan yang lebih ringan di usianya yang sudah 50 tahun.

Namun, bukannya digunakan untuk memutar modal, Jajat justru berniat memakai uang tersebut untuk menggelar pesta pernikahan anaknya, sebuah keputusan yang membuat KDM geleng-geleng kepala.

Kebohongan Soal Biaya Sekolah dan Strategi Manajemen KDM

Ketegangan makin memuncak saat Jajat ketahuan memberikan keterangan palsu terkait tunggakan sekolah anaknya. Awalnya, ia mengaku butuh Rp1,5 juta karena nunggak empat bulan di SD negeri, padahal sekolah negeri di Bogor itu gratis.

Setelah dicecar oleh KDM, Jajat akhirnya mengaku jujur bahwa ia hanya menunggak satu bulan sebesar Rp200 ribu, itu pun Jajat terlihat gelagapan saat diminta detail kebenarannya oleh sang Gubernur.

KDM yang sudah mulai curiga akhirnya mengambil kembali uang gepokan Rp10 juta yang sempat diberikan di awal. Ia memilih untuk menerjunkan stafnya langsung guna melunasi kontrakan, utang warung, dan biaya sekolah Jajat agar uang tersebut tidak disalahgunakan.

KDM menegaskan bahwa kejujuran adalah kunci utama jika ingin hidup maju, dan ia tidak ingin bantuan dari masyarakat yang penuh simpati justru habis untuk hal-hal konsumtif yang tidak esensial.

Rencana Pesta Pernikahan dan Kritik Pedas Sang Gubernur

Niatan Jajat untuk menikahkan anaknya menggunakan uang modal usaha menjadi titik balik kekecewaan KDM. Apalagi, anak Jajat yang bernama Andi sebenarnya disarankan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat oleh pihak RW dan Dinas Sosial.

KDM menilai Jajat tidak memiliki manajemen hidup yang baik, karena merasa lebih kaya dengan segala bantuan baru tanpa memikirkan keberlanjutan masa depannya setelah viralitas mereda.

Ia mengkhawatirkan jika manajemen keuangan Jajat tidak diperbaiki, semua bantuan motor dan uang simpanan itu akan lenyap dalam waktu tiga bulan saja.

KDM bahkan menyarankan agar Jajat membuka warung atau memberdayakan anaknya menjadi driver ojek online daripada terus mengandalkan belas kasihan orang.

Kilas Balik Kasus Fitnah Es Spons yang Hebohkan Publik

Padahal, awal mula Jajat viral adalah karena aksi dua oknum aparat, Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Serda Heri Purnomo, yang menuduh es kue jualannya terbuat dari spons pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Video interogasi tersebut sempat bikin netizen geram karena Jajat terlihat tertekan saat dicecar soal kelayakan konsumsi dagangannya. Namun, hasil uji Labfor Polri dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta membuktikan bahwa es kue milik Jajat 100% aman dikonsumsi.

Setelah terbukti salah, kedua oknum aparat tersebut sudah meminta maaf secara langsung kepada Jajat. Sayangnya, simpati besar yang diraih Jajat kini terancam luntur karena sikapnya yang dianggap tidak jujur dan kurang bijak dalam mengelola bantuan.

Kini, publik pun mulai terbelah antara yang tetap merasa kasihan dan yang merasa Jajat harus mulai belajar mandiri tanpa terus mengeksploitasi rasa iba lewat cerita-cerita karangan.

Statement:

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat

“Bapak nih, empat bulan atau satu bulan bayar sekolah? Jangan ngarang. Gimana kalau ingin hidup maju harus jujur. Kalau kitanya tidak jujur nanti banyak dapat susah dalam hidupnya. Ini kalau management gak bener, tiga bulan udah ilang semua.”

3 Poin Penting:

  • Suderajat, penjual es viral korban fitnah aparat, memicu kemarahan Dedi Mulyadi karena berniat menggunakan uang modal usaha untuk pesta pernikahan anaknya.

  • Terungkap adanya kebohongan mengenai jumlah tunggakan sekolah anak yang awalnya diklaim Rp1,5 juta namun ternyata hanya Rp200 ribu.

  • Dedi Mulyadi memutuskan untuk membayar langsung utang dan kontrakan Jajat melalui stafnya agar bantuan tetap tepat sasaran dan tidak habis untuk keperluan konsumtif.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan