Industri musik tanah air kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya.
Mantan gitaris sekaligus pendiri grup band legendaris Stinky, Ndhank Surahman Hartono, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 18 April 2026.
Kabar duka ini menyelimuti hati para pencinta musik era 90-an, mengingat kontribusi besar almarhum dalam menciptakan lagu-lagu ikonik yang masih terus bergema hingga hari ini.
Ndhank mengembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan penyakit stroke ringan yang berujung pada pecah pembuluh darah di otak.
Kepergian sang gitaris ini menjadi momen refleksi bagi banyak musisi tanah air tentang dedikasi dan kreativitas tanpa batas.
Konfirmasi dari pihak keluarga dan rekan sejawat memicu gelombang ucapan duka di berbagai platform media sosial.
Sosoknya yang dikenal rendah hati namun memiliki sentuhan emas dalam penulisan lagu membuat kepergiannya terasa sebagai kehilangan besar bagi sejarah pop-rock Indonesia.
Jejak Kreativitas dari “Mungkinkah” hingga Masa Pasca-Stinky
Ndhank bukan sekadar pemain gitar biasa; ia adalah otak kreatif di balik kesuksesan besar Stinky di awal karier mereka.
Lagu-lagu seperti “Mungkinkah” dan “Jangan Tutup Dirimu” adalah bukti nyata kepiawaiannya meramu melodi dan lirik yang begitu melekat di hati masyarakat.
Karya-karyanya berhasil membawa warna tersendiri dan menjadi lagu wajib bagi generasi yang tumbuh di akhir tahun 90-an hingga awal 2000-an.
Meskipun memutuskan untuk hengkang dari band yang membesarkan namanya pada tahun 2013, semangat bermusiknya tidak pernah padam.
Ndhank sempat mendirikan band baru sebagai wadah untuk terus bereksperimen dengan musikalitasnya.
Konsistensinya dalam berkarya, bahkan setelah tidak lagi bersama Stinky, menunjukkan bahwa bagi Ndhank, musik adalah jalan hidup yang ia jalani dengan penuh kecintaan hingga akhir hayat.
Ucapan Belasungkawa dan Penghormatan dari Rekan Sejawat
Kehilangan ini dirasakan sangat mendalam oleh mantan rekan satu bandnya, termasuk Andre Taulany.
Melalui akun Instagram pribadinya, Andre menyampaikan rasa duka cita yang mendalam sekaligus penghormatan terakhir bagi sahabat sekaligus rekan seperjuangannya tersebut.
Unggahan tersebut langsung dibanjiri oleh doa dan kenangan dari para penggemar yang merasa bahwa karya-karya Ndhank telah menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.
Hubungan antara Ndhank dan rekan-rekannya di Stinky, meski sempat diwarnai dinamika profesional, tetap menyisakan ikatan persaudaraan yang kuat.
Bagi para musisi yang pernah bekerja dengannya, Ndhank adalah sosok guru dan inspirasi dalam hal aransemen gitar yang melodius namun tetap membumi.
Penghormatan yang mengalir deras ini membuktikan bahwa warisan karya yang ditinggalkannya jauh lebih abadi daripada eksistensi fisik semata.
Warisan Musikal yang Akan Terus Hidup Sepanjang Masa
Meskipun kini raganya telah tiada, melodi-melodi indah yang diciptakan Ndhank dipastikan tidak akan pernah mati.
Lagu “Mungkinkah” tetap menjadi salah satu lagu paling legendaris di Indonesia yang sering dinyanyikan kembali oleh berbagai generasi musisi.
Kontribusinya dalam meletakkan fondasi musik pop romantis di Indonesia akan selalu dikenang sebagai standar emas dalam industri hiburan tanah air.
Transformasi karier dan dedikasinya hingga detik terakhir menjadi inspirasi bagi musisi muda untuk terus jujur dalam berkarya.
Kini, sang maestro telah tenang di sisi-Nya, namun petikan gitarnya akan tetap terdengar melalui radio, pemutar musik digital, dan panggung-panggung persembahan musik di seluruh penjuru negeri.
Selamat jalan, Ndhank Surahman, terima kasih telah memberikan warna bagi kehidupan kami melalui harmoni yang tak lekang oleh waktu.
Statement:
Edo Surahim (Saudara Almarhum)
“Mas Ndhank mengalami stroke ringan hingga akhirnya pembuluh darah di otak pecah. Beliau adalah sosok yang sangat kreatif. Banyak lagu hits yang lahir dari jemari beliau.”
3 Poin Penting:
-
Penyebab Kepergian: Ndhank Surahman meninggal dunia akibat pecah pembuluh darah otak setelah sebelumnya berjuang melawan stroke ringan.
-
Maestro Hits 90-an: Almarhum merupakan pencipta lagu legendaris “Mungkinkah” yang menjadi salah satu lagu paling populer di sejarah musik pop Indonesia.
-
Penghormatan Rekan: Mantan rekan band termasuk Andre Taulany menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian sosok inspiratif ini.
[gas/man]
![idgitaf [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Idgitaf_Kehilangan_Promo-3-300x200.jpg)
![band GIGI [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/gigi_band-300x225.jpg)

![genre musk afro futurism [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/1vlhXrT3EwHsuTvIMHRGcyg-300x146.jpg)