Kabar duka mendalam menyelimuti komunitas pendaki internasional setelah pendaki legendaris dunia, Nirmal Purja, dilaporkan tewas dalam sebuah ekspedisi menaklukkan Broad Peak di Pakistan, Kamis (30/7/2026).
Tragedi memilukan tersebut terjadi usai sebuah longsoran salju (avalans) raksasa menghantam tim ekspedisinya saat berjuang melintasi jalur ekstrem.
Kepergian sosok ikonik ini membuat mata dunia kini tertuju pada keganasan Broad Peak, salah satu atap tertinggi di bumi yang terkenal sangat mematikan.
Broad Peak sendiri merupakan gunung tertinggi ke-12 di dunia dengan ketinggian menjulang mencapai 8.051 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Berada di jajaran Pegunungan Karakoram, wilayah Gilgit-Baltistan, Pakistan, gunung raksasa ini berdiri tepat di sepanjang garis perbatasan dengan China.
Letaknya sangat berdekatan dan hanya berjarak sekitar delapan kilometer dari gunung paling berbahaya di dunia, yakni Gunung K2.
Karakteristik Ekstrem dan Sejarah Penting Pendakian Pertama
Secara geografis, nama ‘Broad Peak’ disematkan karena gunung ini memiliki garis punggungan puncak yang sangat lebar membentang lebih dari 1,5 kilometer.
Bagian dari massif Gasherbrum ini memiliki lima puncak berbeda, di mana tiga di antaranya melampaui batas ekstrem 8.000 mdpl.
Puncak-puncak tersebut meliputi Puncak Utama (8.051 m), Rocky Summit (8.028 m), Broad Peak Central (8.011 m), Broad Peak North (7.490 m), dan Kharut Kangri (6.942 m).
Sejarah mencatat bahwa Broad Peak pertama kali berhasil ditaklukkan pada tahun 1957 oleh tim ekspedisi asal Austria yang beranggotakan Marcus Schmuck, Fritz Wintersteller, Kurt Diemberger, dan Hermann Buhl.
Mereka mengukir sejarah dengan mendaki rute barat menggunakan gaya alpin murni tanpa bantuan tabung oksigen tambahan maupun portir dataran tinggi.
Meskipun secara teknis dinilai sedikit lebih mudah ketimbang K2, Broad Peak tetap menjadi salah satu medan pendakian paling rawan longsoran salju di Pakistan.
Tragedi Salju Maut dan Gugurnya Para Pendaki Elit Dunia
Ancaman nyata Broad Peak kembali terbukti pada bencana pendakian internasional yang terjadi pada 30 Juli 2026.
Longsoran salju raksasa menghantam area di antara Kamp 2 dan Kamp 3 pada ketinggian sekitar 6.600 mdpl, menyapu bersih seluruh tim ekspedisi beranggota 10 orang ke dalam jurang lereng barat.
Seluruh anggota ekspedisi dinyatakan gugur dalam musibah tersebut, termasuk sang pemimpin ekspedisi, Nirmal “Nimsdai” Purja (43).
Nirmal Purja merupakan pendaki legendaris keturunan Inggris-Nepal yang sempat memukau dunia usai memecahkan rekor menaklukkan 14 puncak tertinggi dunia dalam waktu enam bulan pada 2019, yang juga diabadikan dalam dokumenter Netflix 14 Peaks: Nothing Is Impossible.
Tragedi ini juga menewaskan deretan pendaki elit lainnya, seperti Pur Bahadur Gurung (“Yukta”) yang pernah menaklukkan Everest 10 kali, Nadhira Al Harthy selaku perempuan Oman pertama di puncak K2, Mallory Geis asal AS, pendaki Pakistan Sohail Sakhi, serta pendaki asal China bernama Wang.
Pesan Terakhir Nirmal Purja dan Penghormatan bagi Sang Legenda
Kepergian Nimsdai meninggalkan kesedihan mendalam mengingat Broad Peak sejatinya tidak masuk dalam rencana awal ekspedisinya musim ini.
Sebelum peristiwa nahas tersebut terjadi, Nimsdai sempat membagikan unggahan emosional melalui akun media sosialnya terkait alasannya mengambil tantangan tambahan mendaki Broad Peak.
Ia secara terbuka menyampaikan rasa hormatnya yang sangat tinggi terhadap keganasan alam pegunungan Karakoram.
Melalui cuitan terakhirnya di platform X, Nirmal Purja sempat menyampaikan pesan tersirat mengenai kerendahan hatinya di hadapan raksasa es tersebut.
Warisan Semangat di Jalur Ekstrem Pegunungan Karakoram
Rute normal Broad Peak memang terkenal sangat menguras fisik dan mental, melewati gully berbatu menuju Kamp 1 (5.500 mdpl), merayapi dinding salju luas ke Kamp 2 (6.100 mdpl) dan Kamp 3 (7.100 mdpl), hingga menembus celah col di ketinggian 7.800 mdpl.
Cuaca yang sulit diprediksi serta ancaman longsoran salju yang bisa datang sewaktu-waktu menjadikan setiap langkah di jalur ini taruhannya adalah nyawa.
Gugurnya Nirmal Purja bersama sembilan pendaki tangguh lainnya menjadi catatan kelam dalam sejarah pendakian dunia di tahun 2026.
Kendati sosoknya telah berpulang, keberanian serta semangat pantang menyerah Nimsdai dalam menjelajahi puncak-puncak tertinggi bumi akan selalu dikenang oleh para pencinta alam di seluruh belahan dunia.
Selamat jalan, sang legenda pegunungan.
Statement:
(Alm) Nirmal Purja (sebelum memimpin timnya naik ke atas perbatasan es)
“Broad Peak, saya tidak meminta apa pun selain perjalanan yang aman naik dan turun. Saya tidak menganggap remeh gunung mana pun.”
3 Poin Penting:
-
Tragedi Pendakian 2026: Pendaki legendaris Nirmal Purja bersama 9 anggota tim ekspedisinya tewas akibat dihantam longsoran salju di antara Kamp 2 dan Kamp 3 Broad Peak pada 30 Juli 2026.
-
Profil Broad Peak: Merupakan gunung tertinggi ke-12 di dunia (8.051 mdpl) di Pegunungan Karakoram, Pakistan, yang memiliki puncakan lebar membentang 1,5 km serta terkenal dengan rute terjal rawan longsoran salju.
-
Rekor & Sosok Nirmal Purja: Nirmal Purja adalah sosok terkenal pemecah rekor pendaki 14 puncak eight-thousand-meter dunia dalam 6 bulan yang dikisahkan dalam film dokumenter Netflix.



