Guys, Anggota Komisi I DPR Endipat Wijaya akhirnya buka suara soal statement-nya yang nge-heboh-in soal donasi relawan dan kerja pemerintah di bencana Sumatra!
Politikus Gerindra ini ngasih klarifikasi kalau pernyataannya bukan ditujukan kepada relawan atau donatur, tapi justru kinerja Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi)!
Menurut Endipat, masalah tuh ada di lemahnya komunikasi publik. Bantuan relawan emang cepat viral, sementara kerja-kerja besar negara yang udah ngeluarin anggaran triliunan rupiah dan ngerahin ribuan personel malah jarang terlihat di media sosial.
Negara Bekerja Besar, Publik Hanya Lihat yang Viral
Endipat memandang persepsi keliru di media sosial tuh disebabkan oleh ketimpangan informasi. Padahal, pemerintah sudah hadir dari awal bencana, udah bikin ratusan posko, dan ngasih logistik yang gede banget.
Endipat meng-klaim tidak pernah berniat mengecilkan peran relawan. Malah, beliau bilang relawan tuh energi kemanusiaan bangsa yang selalu bergerak tanpa pamrih.
Relawan dan Negara Gak Boleh Dipertentangkan
Intinya, Endipat pengen Komdigi lebih aktif menyebarkan informasi kerja pemerintah. Beliau minta Komdigi mengerti isu sensitif nasional dan membantu pemerintah mengamplifikasi informasi, supaya enggak kalah viral dibandingin teman-teman relawan.
Endipat negasin kalau relawan dan negara gak boleh dipertentangkan. “Relawan bekerja dengan hati, negara bekerja dengan kewajiban. Dua-duanya penting, dan tidak boleh dipertentangkan,” ungkap politikus Gerindra ini.
Konflik Selesai, Fokus ke Bantuan
Endipat juga udah menghubungi Ferry Irwandi secara personal dan minta maaf, yang langsung diterima dengan baik oleh Ferry.
Sekarang, harapannya, semuanya bisa kembali fokus pada penanganan bencana, bukan lagi perdebatan yang memecah perhatian.
Statement:
Endipat Wijaya, Anggota Komisi I DPR RI
“Yang saya soroti adalah lemahnya komunikasi publik. Negara bekerja besar, tetapi tidak banyak diberitakan. Akibatnya, masyarakat hanya melihat apa yang viral, bukan apa yang sebenarnya dilakukan di lapangan.”
Tiga Poin Penting Rangkuman
-
Klarifikasi Target Kritik: Anggota DPR Endipat Wijaya mengklarifikasi bahwa pernyataannya bukan ditujukan pada relawan donasi Rp 10 Miliar, melainkan pada lemahnya komunikasi publik oleh Kementerian Komdigi.
-
Ketimpangan Informasi: Endipat menyoroti ketimpangan informasi di mana kerja besar negara (anggaran triliunan, ribuan personel) tidak banyak diberitakan dibandingkan bantuan relawan yang cepat viral.
-
Pentingnya Sinergi: Endipat menekankan bahwa relawan dan negara adalah dua-duanya penting dan tidak boleh dipertentangkan, serta berharap semua pihak kembali fokus pada penanganan bencana Sumatra.
![ilustrasi perundungan anak [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/BULLY-300x200.jpg)
![PELECEHAN SEKSUAL FH UI [DOK. LIPUTAN6]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_-300x169.jpeg)
![uya kuya anggota DPR RI [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/202509011214-main.cropped_1756703665-300x169.jpg)
