Expedia Rilis Destinasi Global Wajib Kunjung 2026

Selasa, 21 Oktober 2025

San Miguel de Allende (expedia)

Lupakan sejenak pesona abadi Paris atau eksotisme Bali. Tahun depan, peta destinasi wisata dunia bagi wisatawan mancanegara diprediksi akan mengalami pergeseran drastis menuju lokasi-lokasi yang sangat tidak terduga.

Expedia baru saja merilis daftar “Destinasi Terbaik Tahun 2026,” sebuah kompilasi tempat-tempat di mana minat pencarian global melonjak tajam, mengidentifikasi lokasi yang siap untuk bersinar meski belum menjadi viral di media sosial.

Daftar yang disusun berdasarkan jutaan pencarian harian di situs dan aplikasi Expedia ini secara humanis menunjukkan ke mana hati para pelancong global bergerak.

Di posisi teratas, secara mengejutkan, adalah Big Sky, Montana, AS, sebuah kota ski di Pegunungan Rocky yang pencariannya melonjak hingga 92% dibandingkan tahun lalu.

Pergeseran ini menunjukkan bahwa wisatawan kini mencari pelarian yang lebih otentik dan seringkali lebih terpencil, jauh dari keramaian hotspot konvensional.

Memburu Zona Biru dan Perjalanan yang Lebih Cerdas

Tren pencarian wisatawan global ternyata didorong oleh motivasi yang semakin humanis: kesehatan dan umur panjang. Destinasi trending lainnya, seperti Okinawa di Jepang dan Sardinia di Italia, melonjak masing-masing sebesar 71% dan 63% dalam pencarian.

Kedua lokasi ini dikenal sebagai “Zona Biru” (Blue Zones), di mana penduduknya terkenal hidup lebih lama dan lebih sehat. Wisatawan tidak lagi hanya mencari pemandangan, tetapi juga mencari gaya hidup yang inspiratif.

Pergeseran ini juga didorong oleh kesadaran akan Pariwisata Berkelanjutan. CEO Expedia Group, Ariane Gorin, mengatakan perusahaan perjalanannya kini ingin mengedepankan destinasi yang mampu menyeimbangkan pariwisata dengan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungannya.

Ia menekankan peran industri dalam mempromosikan perjalanan yang etis.

Logistik dan Paparan Pemasaran sebagai Penghalang

Meskipun daftar ini mencakup beberapa nama familiar seperti Italia dan Jepang, ada kecenderungan kuat menuju destinasi yang kurang dikenal, seperti Phu Quoc (Vietnam) atau Ucluelet (Kanada).

Menurut Erica Kritikides, General Manager of Experiences di Intrepid Travel, 80 persen wisatawan global hanya mengunjungi 10 persen destinasi di dunia.

Hal ini menciptakan ketidakseimbangan yang signifikan antara lokasi yang sangat padat dan yang terabaikan.

Kritikides menjelaskan secara humanis mengapa banyak hotspot baru ini belum bersinar.

Sebaliknya, banyak dari destinasi yang baru menjadi hotspot ini mungkin terletak jauh secara geografis, belum memiliki konektivitas udara yang sama, atau, yang terpenting, eksposur pemasaran yang minim.

Ia menambahkan, beberapa destinasi bahkan tidak memiliki dewan pariwisata yang kuat untuk mempromosikan diri.

Membantu Wisatawan Mengatasi Hambatan Logistik

Kritikides menekankan bahwa kurangnya popularitas bukan berarti tempat-tempat tersebut tidak indah. Tantangan utama saat ini adalah menjembatani keinginan wisatawan dengan realitas logistik.

Logistik dan aksesibilitas kini menjadi penghalang besar yang harus diatasi oleh industri perjalanan.

Daftar destinasi trending Expedia ini, yang juga memasukkan San Miguel de Allende (Meksiko) dan Hobart (Australia), diharapkan dapat membantu menarik perhatian dan sumber daya untuk mengembangkan akses ke permata tersembunyi ini.

Statement:

Ariane Gorin, CEO Expedia Group

“Kami memiliki tanggung jawab untuk membentuk masa depan perjalanan, yang lebih cerdas, lebih berkelanjutan, dan sangat menghormati tempat yang kami kunjungi,” ujar Gorin,

Erica Kritikides, General Manager of Experiences Intrepid Travel

“Pergeseran minat ke Big Sky atau Okinawa ini adalah cerminan kehausan wisatawan akan kejujuran. Mereka lelah dengan antrean panjang di destinasi overtourism dan kini mencari tempat di mana mereka bisa hidup lebih sehat, lebih lambat, dan lebih terhubung dengan alam.”

“Tugas kami sebagai industri bukan hanya menjual tiket, tetapi memecahkan masalah logistik yang rumit ke tempat-tempat indah yang terpencil ini. Kami harus membantu permata tersembunyi ini bersinar, demi masa depan perjalanan yang lebih seimbang dan beretika.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir