Tim balap Ferrari mengalihkan fokusnya ke Grand Prix Italia di Sirkuit Monza, setelah hasil mengecewakan di F1 GP Belanda.
Meskipun masih berada di posisi kedua klasemen konstruktor, keunggulan mereka atas Mercedes kini hanya 12 poin. Ferrari yakin balapan di kandang sendiri akan menjadi momentum untuk kembali bersaing.
Sirkuit Monza, yang dikenal sebagai ‘Kuil Kecepatan’, dianggap ideal untuk menonjolkan keunggulan mobil SF-25.
Permukaan aspal yang rata memungkinkan tim untuk mengatur ground clearance serendah mungkin, yang akan meningkatkan downforce dan efisiensi aerodinamika.
Konfigurasi Sayap Khusus
Para insinyur Ferrari di bawah pimpinan Loic Serra telah mempersiapkan konfigurasi sayap khusus dengan profil utama yang rata dan flap yang dapat digerakkan, sebuah strategi yang diyakini dapat menjadi senjata untuk melawan tim rival, terutama McLaren.
Pembalap andalan mereka, Charles Leclerc, yang telah terbiasa mengendarai mobil dengan downforce minimal, diharapkan akan langsung nyaman sejak sesi latihan bebas.
Namun, rekannya Lewis Hamilton akan menghadapi tantangan berat karena harus memulai balapan dengan penalti lima posisi di grid akibat pelanggaran di GP Belanda.
Meskipun demikian, Ferrari berharap dapat melancarkan serangan dua arah untuk mengimbangi McLaren dan Max Verstappen dari Red Bull.
![Red Bull Racing [dok. crash]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/9840e8ac95efe3ceed9a0f1978315369-300x181.png)
![Andrea Kimi Antonelli [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/andrea-kimi-antonelli-1774826638325_169-300x169.jpeg)

![Max Verstappen [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/max-verstappen-pesimistis-menangi-f1-gp-jepang-f1-Ugi6g-300x169.webp)