Search

Film ‘Merah Putih: One For All’ Tuai Hujatan, Disebut “Aib Nasional”

Senin, 18 Agustus 2025

Film animasi Merah Putih (SS Youtube)

Film animasi lokal Merah Putih: One For All yang dirilis di bioskop pada 14 Agustus lalu, langsung disambut dengan gelombang kritik pedas dari para pencinta film dan warganet.

Kualitas animasi yang dianggap sangat rendah memicu kontroversi, terutama karena film ini dikabarkan menghabiskan anggaran produksi hingga Rp6,7 miliar.

Reaksi negatif ini dengan cepat menyebar di media sosial, di mana banyak yang membandingkan kualitasnya dengan film animasi lokal lainnya yang lebih sukses, seperti Jumbo.

Rating Bintang 1 di IMDb

Rating IMDb atas film Merah Putih; One for All (istimewa)

Gelombang kritik ini tidak hanya terjadi di media sosial, tetapi juga meluas ke situs basis data film ternama, IMDb.

Hingga saat ini, Merah Putih: One For All hanya mendapatkan rating 1 dari 10 bintang dari 81 pengguna yang telah memberikan ulasan.

Skor ini menempatkannya sebagai film animasi lokal dengan rating terendah sepanjang sejarah di platform tersebut.

Berbagai ulasan di IMDb secara terang-terangan menyebut film ini sebagai sebuah kegagalan total, baik dari segi visual maupun cerita.

Di tengah badai kritik, film ini sendiri mengangkat cerita yang seharusnya penuh semangat nasionalisme.

Merah Putih: One For All, yang disutradarai oleh Endiarto dan Bintang, mengisahkan delapan anak dari berbagai daerah di Indonesia yang bersatu dalam Tim Merah Putih.

Misi mereka adalah menjaga bendera pusaka menjelang perayaan upacara 17 Agustus. Konflik utama muncul ketika bendera pusaka hilang tiga hari sebelum upacara, memaksa para pahlawan cilik ini memulai misi penyelamatan yang penuh tantangan.

Kutipan Ulasan:

imdbfan-4069471596,

“One For All, ya kita semua sepakat film ini pantas mendapatkan Satu. Tak perlu penjelasan, tonton saja trailernya. Mimpi buruk. Malah, menurut saya karya/tugas mahasiswa animasi semester awal jauh lebih baik daripada ini. Film ini tampak belum selesai, bahkan tidak layak disebut storyboard. Animasi: Sangat Buruk, Efek Visual: Sangat Buruk, Pengisi Suara: Sangat Buruk, Poster Film: Bencana.”

dedekurniawan-58791

“Film ini buruk sekali. Animasi, suara, plot, dan kontroversi yang menyertainya semuanya benar-benar buruk, seperti sampah. Sebenarnya, film ini bahkan tidak pantas dikategorikan sebagai film. Lebih tepat disebut video brainrot yang seharusnya tidak pernah dirilis. Bagaimanapun, ini adalah film terburuk di dunia. Jika Anda manusia, percayalah ketika saya bilang film ini akan membuat Anda tidak nyaman.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan