Search

Gak Cuma Beijing dan Shanghai! Wisatawan Asia Tenggara Makin Berburu Destinasi Kota Lapis Kedua di China

Selasa, 18 Agustus 2026

Chengdu, Sichuan (ist)

Tren liburan ke luar negeri bagi masyarakat Asia Tenggara, termasuk wisatawan Indonesia, kembali menunjukkan perubahan arah yang sangat menarik pada tahun 2026.

Jika selama ini megapolitan seperti Beijing dan Shanghai selalu menjadi pilihan utama, kini lanskap pariwisata mulai bergeser secara signifikan.

Wisatawan internasional mulai ramai-ramai mengalihkan perhatian mereka menuju kota-kota lapis kedua (second-tier cities) di Negeri Tirai Bambu yang menawarkan sensasi liburan baru.

Fenomena gairah wisata baru ini terungkap secara komprehensif melalui laporan Traveloka SEA Index kuartal kedua 2026.

Laporan yang disusun dari data pemesanan periode 1 April hingga 30 Juni 2026 tersebut mencatat bahwa kota-kota seperti Chengdu, Shenzhen, Kunming, dan Chongqing mengalami lonjakan pertumbuhan pemesanan tiket dan akomodasi dua hingga empat kali lipat lebih cepat dibandingkan dengan rata-rata pasar penerbangan regional.

Faktor Pendorong Popularitas Chengdu, Shenzhen, Kunming, dan Chongqing

Kemunculan Chengdu sebagai salah satu destinasi paling pesat pertumbuhannya didorong oleh kekuatan daya tarik wisata kuliner, kekayaan budaya lokal, serta pesona ikonik panda raksasa.

Sementara itu, Shenzhen sukses menarik perhatian wisatawan berkat citranya sebagai pusat teknologi modern yang dinamis. Lonjakan pemesanan ke Shenzhen bahkan tercatat melesat hingga 3,3 kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.

Di sisi lain, Kunming menjadi favorit utama sebagai gerbang menuju pesona alam Yunnan bagi pelancong yang mendambakan udara sejuk dan suasana santai.

Tak kalah memukau, kota futuristik Chongqing yang dahulu kurang dilirik kini menjadi sangat populer akibat lanskap kotanya yang unik serta tingginya eksposur di berbagai platform media sosial digital.

Kemudahan Akses Bebas Visa dan Akselerasi Pertumbuhan Destinasi Asia Timur

Meledaknya popularitas kota-kota lapis kedua di China ini tidak lepas dari dukungan kebijakan strategis pemerintah setempat.

Penerapan regulasi bebas visa timbal balik antara China dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand, serta perpanjangan kebijakan bebas visa unilateral hingga akhir tahun 2026, menjadi karpet merah bagi kemudahan mobilitas para pelancong Asia Tenggara.

Laporan Traveloka SEA Index 2026 mencatat ada 12 destinasi global yang pertumbuhannya berada di atas rata-rata pasar.

Di antara jajaran tersebut, hanya ada empat destinasi utama yang secara konsisten mempertahankan pertumbuhan di atas rata-rata pasar di lima negara asal wisatawan, yakni Osaka, Seoul, Shanghai, dan Taipei yang seluruhnya berlokasi di kawasan Asia Timur.

Eksistensi Destinasi Favorit Utama: Dari Tokyo, Seoul, Hingga Sapporo

Meskipun kota-kota baru terus bermunculan, beberapa destinasi klasik nyatanya tetap mempertahankan daya pikat utamanya di mata turis regional.

Kota Tokyo dan Osaka di Jepang, serta Seoul di Korea Selatan, tetap menjadi pilihan favorit utama yang didukung oleh kekuatan industri hiburan, belanja, serta ragam wisata kuliner yang tak pernah sepi peminat.

Tren wisata beriklim sejuk juga turut melambungkan kota Sapporo di Jepang sebagai destinasi alternatif yang kian diminati.

Sementara dari dalam wilayah kawasan Asia Tenggara sendiri, Da Nang di Vietnam menjadi satu-satunya destinasi regional yang berhasil masuk ke dalam daftar berkat pesona wisata pantai dan keindahan Ba Na Hills.

Prospek Industri Pariwisata dan Perubahan Preferensi Wisatawan 2026

Pergeseran preferensi liburan wisatawan Asia Tenggara menandakan semakin tingginya rasa ingin tahu publik terhadap pengalaman jalan-jalan yang lebih autentik dan bervariasi.

Kemudahan akses penerbangan langsung serta konektivitas antar kota yang makin canggih di China menjadi stimulus utama yang mempercepat ekspansi rotasi perjalanan turis.

Dengan dukungan infrastruktur yang semakin matang dan promosi digital yang masif, kota-kota lapis kedua di China diprediksi bakal terus mendominasi tren pariwisata internasional sepanjang tahun 2026.

Para pelaku industri perjalanan pun diimbau untuk terus beradaptasi dalam menghadirkan paket liburan yang fleksibel dan relevan dengan selera generasi muda.

Kutipan:

Laporan Traveloka SEA Index Kuartal II 2026 

“Chengdu, Shenzhen, Kunming, dan Chongqing tumbuh dua hingga empat kali lebih cepat dibandingkan rata-rata pasar. Perubahan tren ini menandai tingginya minat wisatawan Asia Tenggara untuk menjelajahi destinasi kota lapis kedua di China pada tahun 2026.”

3 Poin Penting:

  • Pergeseran Tren Wisata ke Kota Lapis Kedua China: Wisatawan Asia Tenggara kini beralih melirik kota-kota lapis kedua di China seperti Chengdu, Shenzhen, Kunming, dan Chongqing yang pertumbuhannya 2 hingga 4 kali lebih cepat dari rata-rata pasar.

  • Dukungan Kebijakan Bebas Visa: Kemudahan akses regulasi bebas visa antara China dan beberapa negara Asia Tenggara menjadi pendorong utama meroketnya popularitas destinasi wisata baru tersebut pada 2026.

  • Keunggulan Dominasi Destinasi Asia Timur: Selain kota-kota baru di China, empat destinasi utama yaitu Osaka, Seoul, Shanghai, dan Taipei terus mempertahankan pertumbuhan konsisten di atas rata-rata pasar di lima negara Asia Tenggara.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan