Search

Gak Cuma Gimik Spesifikasi! Anak Muda Indonesia Kini Lebih Pilih HP yang Tahan Banting

Sabtu, 9 Mei 2026

Realme P4 power (realme)

Ada yang beda nih dengan tren pencarian smartphone kelas bawah atau entry-level di Indonesia belakangan ini.

Kalau dulu kita sering banget tergiur dengan angka-angka tinggi di brosur, sekarang para pengguna ponsel murah justru lebih peduli pada aspek durability atau ketahanan perangkat.

Realme, salah satu vendor smartphone populer asal China, baru saja mengungkap rahasia dapur mereka mengenai perubahan preferensi konsumen tanah air yang ternyata lebih mementingkan HP awet daripada sekadar spesifikasi mentereng di atas kertas.

Temuan menarik ini didapat dari riset internal yang dilakukan Realme terhadap pola perilaku pengguna ponsel di segmen ini.

Ternyata, anak muda maupun pekerja di Indonesia mulai sadar kalau spesifikasi gahar gak akan berguna kalau HP-nya gampang rusak atau baterainya boros saat dipakai beraktivitas seharian.

Strategi ini pun mulai digeser menjadi user-oriented, di mana setiap fitur yang disematkan benar-benar didasarkan pada kebutuhan nyata yang sering ditemui dalam keseharian para penggunanya.

Baterai Badak dan Bodi Tangguh Jadi Andalan Baru

Salah satu bukti nyata dari pergeseran fokus ini adalah peluncuran Realme C100 Series yang baru saja menghebohkan publik di Jakarta.

Gak tanggung-tanggung, Realme membekali seri ini dengan baterai berkapasitas monster, yaitu 8.000 mAh, yang diklaim sebagai yang terbesar di kelasnya.

Fitur ini sengaja dihadirkan karena riset menunjukkan bahwa baterai adalah nyawa utama bagi mahasiswa dan pekerja blue collar yang harus standby sepanjang hari tanpa sempat sering-sering mencari colokan listrik.

Selain baterai yang awetnya gak masuk akal, Realme C100 Series juga pamer ketahanan bodi yang diklaim tahan jatuh.

Fitur durability fisik seperti ini jadi sorotan utama di panggung peluncuran karena dianggap menjawab keresahan pengguna yang sering teledor atau bekerja di lingkungan luar ruangan.

Dengan bodi yang lebih tangguh, pengguna gak perlu lagi terlalu was-was kalau ponsel mereka tersenggol atau jatuh secara gak sengaja saat sedang sibuk-sibuknya.

Strategi Tepat Sasaran Bikin Bisnis Tetap Cuan

Langkah berani Realme untuk lebih fokus pada ketahanan dibanding “perang chipset” ternyata berbuah manis bagi performa bisnis mereka di Indonesia.

Meskipun kondisi daya beli masyarakat secara umum dilaporkan sedang mengalami penurunan, Realme justru mengklaim adanya pertumbuhan market share alias pangsa pasar dalam setahun terakhir.

Strategi menyesuaikan fitur dengan segmentasi pasar yang tepat terbukti menjadi kunci rahasia agar tetap relevan di tengah persaingan yang makin sengit.

Menariknya, meskipun Realme tidak masuk dalam daftar lima besar laporan firma riset global seperti IDC untuk awal 2026, mereka tetap pede dengan pertumbuhan internalnya.

Fokus pada solusi nyata bagi konsumen menengah ke bawah membuat mereka memiliki basis massa yang loyal.

Hal ini menunjukkan bahwa mendengarkan kebutuhan konsumen secara spesifik lebih ampuh untuk bertahan di pasar daripada sekadar mengikuti tren global yang mungkin gak cocok dengan kondisi lapangan di Indonesia.

Fitur AI Tetap Ada Tapi Bukan Jadi Highlight Utama

Meskipun fokus utamanya adalah ketahanan, bukan berarti Realme melupakan aspek teknologi kekinian seperti Artificial Intelligence (AI).

Di dalam Realme C100 Series, sebenarnya sudah tertanam berbagai fitur kecerdasan buatan yang diadopsi dari lini premium mereka, yaitu Realme Number Series.

Namun, dalam strategi pemasarannya, Realme memilih untuk tidak menjadikan AI sebagai jualan utama karena dianggap belum menjadi prioritas utama bagi segmen entry-levelyang lebih butuh kepastian durabilitas.

Pendekatan ini memperlihatkan kedewasaan vendor dalam memetakan produk mereka.

Spesifikasi seperti kamera atau chipset kencang memang tetap disematkan untuk menjaga performa, tapi kenyamanan dan kepercayaan pengguna bahwa HP mereka gak akan “tewas” saat dibutuhkan adalah prioritas yang gak bisa ditawar.

Dengan hadirnya Realme C100 Series, peta persaingan HP murah di Indonesia diprediksi bakal makin seru dengan standar ketahanan yang makin tinggi.

Statement:

Krisva Angnieszca, PR Lead Realme Indonesia

“Fokusnya memang ke durability. Kami sekarang ingin membuat produk yang benar-benar berbasis kebutuhan pengguna atau user-oriented. Jadi bukan sekadar spesifikasi yang terlihat bagus di atas kertas, tetapi ternyata tidak dipakai di dunia nyata.”

3 Poin Penting:

  1. Prioritas Ketahanan (Durability): Konsumen smartphone kelas entry-level di Indonesia kini lebih mementingkan ketahanan fisik dan daya tahan baterai dibandingkan spesifikasi teknis yang tinggi.

  2. Inovasi Baterai 8.000 mAh: Realme C100 Series hadir menjawab kebutuhan pengguna dengan baterai kapasitas terbesar di kelasnya serta bodi yang diklaim tahan jatuh.

  3. Pertumbuhan Market Share: Meski daya beli umum menurun, strategi produk yang user-oriented berhasil meningkatkan pangsa pasar Realme di Indonesia sepanjang setahun terakhir.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan