Guys, ada pergeseran nih di gaya hidup anak muda! Generasi Z sekarang lagi demen banget sama yang namanya sehat dan alami. Nggak cuma dari makanan, tapi juga minuman.
Fenomena yang lagi rame banget adalah ‘party jamu’ atau ‘open table jamu’ di media sosial!
Mereka rame-rame minum jamu dari penjual keliling, sambil sharing sensasi pedas hangat kunyit asem, beras kencur, hingga pahitnya brotowali.
Tren solusi sehat dan hilang penat ini bikin konten mereka di medsos kebanjiran views hingga ratusan ribu kali! Selain jamu, olahan makanan kukusan seperti umbi-umbian juga mulai digandrungi.
Gaya hidup sehat ini disambut baik UMKM, karena bakul jamu keliling jadi makin eksis dan mudah dicari.
Jamu: Detoks Alami yang Nggak Bikin Boncos
Riris (25), seorang Gen Z perantau dari Medan, mengaku sudah lama jatuh cinta sama jamu. Menurutnya, jamu nggak cuma kasih manfaat kesehatan sebagai detoks alami dari rempah-rempahan, tapi juga nggak bikin boncos (boros).
Riris sering menggunakan kiasan “asmara hancur, beras kencur meluncur” untuk menggambarkan jamu sebagai solusi kegalauan.
Riris memilih jamu karena nggak cocok dengan efek samping minuman kekinian di kafe, seperti kopi yang bikin perut nggak enak, atau minuman keras yang bikin badannya gatal-gatal. Intinya, sehat dan nyaman di perut!
Dukung UMKM dan Khasiat dari Nenek Moyang
Anak Gen Z lain, Syifa (27), juga mendukung hype ‘party jamu’ ini. Selain percaya pada khasiat rempah-rempahan asli, ia sepakat bahwa tren ini bisa membantu ngehidupin UMKM penjual jamu tradisional. Ia biasa membeli kunyit asem saat haid dan daun sirih untuk detoks.
Nggak heran, para penjual jamu pun ikut senang. Sumiati (65), penjual jamu tradisional di Pancoran sejak 1995, mengaku pelanggannya dari kalangan Gen Z semakin bertambah.
Ia bilang sering melayani pesanan kunir asem untuk mengurangi nyeri lambung saat datang bulan atau beras kencur untuk menghilangkan pegal-pegal.
Mencari Jajanan Kukusan: Antara Sehat dan Batagor
Tren back to nature ini juga melanda makanan. Jajanan kukusan yang berasal dari umbi-umbian kini lagi diburu.
Namun, mencari jajanan sehat ini ternyata nggak semudah itu, lho. Mega (26), yang berburu makanan kukusan saat jogging di CFD Margonda Depok, sempat kecewa.
Meskipun awalnya nggak terlalu suka makanan kukusan, ia berusaha membiasakan diri “biar nggak jompo.”
Sementara itu, Tifani (23), memilih jajan buah potong, karena ibunya sudah rajin ngukus ubi dan singkong di rumah setiap hari.
Statement:
Riris (25), Gen Z perantau asal Medan
“Kalau viral dan banyak yang cari, ibu-ibu jamu juga bisa tetap eksis ya dagangnya, otomatis jadi lebih mudah nyari bakul jamu… terus manfaat buat anak-anak muda juga jadi detoks alami tanpa boncos.”
3 Poin Penting
-
Party Jamu Jadi Tren Utama: Gen Z kini menggandrungi gaya hidup sehat dengan mempopulerkan tren ‘party jamu’ (open table jamu) di media sosial, memilih minuman tradisional seperti kunyit asem dan beras kencur sebagai solusi sehat dan penawar penat yang alami dan terjangkau.
-
Dampak Positif dan Kesehatan: Selain khasiat detoks alami, tren minum jamu ini dinilai dapat membantu menghidupkan UMKM penjual jamu tradisional. Gen Z juga memilih jamu karena efek samping yang lebih nyaman di perut dibanding minuman kekinian seperti kopi atau alkohol.
-
Kukusan sebagai Alternatif Sehat: Selain jamu, makanan kukusan seperti umbi-umbian juga diburu, meskipun ketersediaannya di tempat umum seperti CFD masih terbatas. Upaya Gen Z untuk mengonsumsi makanan kukusan didorong oleh keinginan untuk menerapkan hidup sehat dan mencegah “jompo”.
![tren solo dining [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Hotelvak_Solo-Dining-04-300x200.jpg)

![penukaran uang [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Layanan-Penukaran-Uang-Rupiah-040325-bal-6-300x200.jpg)
![Tren Gamis Bini Orang [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/tren-gamis-bini-orang-1772599586030_43-300x225.jpeg)