Search

Geger Dugaan Sogokan Rp20 Juta BEM UBK Usai Ketemu Wapres Gibran, Istana Langsung Buka Suara

Rabu, 24 Juni 2026

BEM UBK (ist)

Dunia aktivisme mahasiswa lagi dihebohkan sama kabar miring yang menyeret nama kampus Universitas Bung Karno (UBK).

Dugaan adanya aliran dana alias “uang pelicin” agar mahasiswa mengurungkan niat berdemonstrasi di depan Istana Negara kini sedang menjadi sorotan panas netizen.

Isu ini mencuat ke publik setelah adanya pengakuan mengejutkan dari internal pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) kampus tersebut pasca mengadakan pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menanggapi rumor yang makin liar berembus di media sosial dan media massa, pihak Istana pun akhirnya tidak tinggal diam.

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto memberikan respons bahwa pihak sekretariat negara bakal segera menelusuri kebenaran informasi sensitif ini.

Langkah pengecekan ini dinilai penting demi menjaga transparansi dan kredibilitas di lingkungan pemerintahan pusat dari isu-isu miring yang berpotensi memicu kegaduhan.

Pengakuan Ketua BEM Soal Aliran Dana Pemindahan Titik Aksi

Duduk perkara masalah ini berawal saat Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK, Muhammad Abdimaludin, blak-blakan mengaku telah menerima uang sebesar Rp20 juta.

Uang bernominal cukup besar bagi kantong mahasiswa itu kabarnya didapatkan setelah melakukan agenda pertemuan dengan Wapres Gibran pada Senin (15/6/2026).

Sontak saja, pengakuan jujur yang berujung kontroversi ini langsung memicu gelombang protes dan kekecewaan mendalam dari sesama mahasiswa UBK lainnya.

Berdasarkan hasil forum klarifikasi internal yang digelar secara mendesak oleh para mahasiswa, uang puluhan juta tersebut disinyalir kuat berkaitan dengan upaya pengondisian massa.

Muncul dugaan bahwa dana tersebut diberikan sebagai kompensasi agar mahasiswa UBK memindahkan titik koordinat aksi unjuk rasa mereka.

Rencana awal yang semula menyasar kawasan Istana Negara diminta untuk digeser ke depan Gedung DPR RI demi meredam tensi politik di ring satu.

Forum Klarifikasi Berlangsung Alot dan Sebut Nama Oknum Polisi

Suasana forum klarifikasi mahasiswa sempat berjalan sangat tegang dan alot karena Muhammad Abdimaludin tidak menampakkan batang hidungnya sejak awal acara dimulai.

Desakan demi desakan terus disuarakan oleh ratusan mahasiswa yang hadir guna menuntut transparansi total dari jajaran pengurus BEM yang dianggap telah menggadaikan integritas.

Setelah dipaksa hadir, barulah kronologi pembagian uang senilai Rp20 juta tersebut dibongkar, di mana uang itu ternyata telah dipecah dan dibagikan kepada tujuh orang pengurus serta senior organisasi.

Menariknya, misteri mengenai dari mana sumber asli uang tersebut masih menyisakan teka-teki besar dan tanda tanya bagi seluruh peserta diskusi.

Pada sesi awal forum, sempat dikatakan bahwa dana segar itu datang dari pihak yang berkepentingan untuk memindahkan lokasi demo agar steril dari Istana.

Namun, menjelang akhir forum, keterangan justru berubah drastis dengan menyebut nama seorang oknum anggota kepolisian bernama A’an sebagai pemberi dana tersebut.

Tuntutan Mahasiswa UBK dan Respon Resmi Pihak Istana

Akibat perbedaan informasi yang simpang siur ini, mahasiswa UBK merasa dikhianati dan langsung melayangkan delapan tuntutan keras kepada pihak birokrasi kampus.

Salah satu poin utamanya adalah mendesak rektorat segera membentuk tim investigasi independen yang melibatkan mahasiswa untuk mengusut tuntas skandal ini.

Mereka juga menuntut agar para oknum mahasiswa yang terbukti menerima aliran dana haram itu segera membuat pernyataan maaf secara terbuka dan mundur dari jabatan organisasi.

Di sisi lain, pihak Istana melalui Wamensesneg berjanji tidak akan menutup-nutupi kasus ini jika memang terbukti melibatkan oknum dalam lingkaran kekuasaan.

Istana berjanji akan memonitor perkembangan kasus ini secara berkala agar tidak terjadi disinformasi yang merugikan nama baik Wakil Presiden.

Komitmen ini diharapkan mampu meredakan tensi yang sedang memanas di kalangan aktivis mahasiswa dan masyarakat luas.

Statement:

Bambang Eko Suhariyanto, Wakil Menteri Sekretaris Negara

“Coba nanti saya monitor dulu ya. Saya enggak mengikuti yang kemarin berita terakhir itu. Nanti saya akan cek lagi ya, oke ya.”

3 Poin Penting:

  • Ketua BEM FH UBK Muhammad Abdimaludin mengakui telah menerima uang sebesar Rp20 juta setelah bertemu dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka yang diduga kuat untuk memindahkan lokasi demonstrasi dari Istana Negara ke Gedung DPR RI.

  • Uang tersebut dilaporkan telah mengalir ke tujuh orang, termasuk beberapa pengurus inti BEM UBK dan oknum senior organisasi, dengan sumber dana yang masih simpang siur antara pihak pengondis aksi atau oknum polisi bernama A’an.

  • Wamensesneg Bambang Eko Suhariyanto menyatakan akan segera memonitor dan melakukan pengecekan mendalam terkait kebenaran dugaan pemberian uang kepada mahasiswa tersebut guna memastikan transparansi informasi.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan