Geger! Hutan Bogor Simpan Rahasia Prasejarah, Ilmuwan Temukan 33 Objek Cagar Budaya Baru

Selasa, 23 Desember 2025

Situs endong di TNGHS (feri Latief)

Bogor nggak cuma punya asinan dan talas, tapi juga simpan misteri zaman old yang bikin melongo! Baru-baru ini, tim gabungan dari arkeolog, akademisi, dan instansi pemerintah sukses mengungkap temuan besar di kompleks Situs Prasejarah Cibalay.

Tersembunyi di balik rimbunnya hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), para peneliti mendapati keajaiban megalitik yang selama ini “ngumpet” dari radar dunia modern.

Kegiatan delineasi yang berlangsung selama dua pekan ini membuahkan hasil yang nggak main-main. Dari target awal pemetaan, tim justru dikejutkan dengan penemuan 33 titik baru yang diduga kuat sebagai objek cagar budaya.

Salah satu “bintangnya” adalah struktur punden berundak raksasa dengan sedikitnya sepuluh undakan setinggi 20 meter.

Yang bikin beda, punden ini nggak di puncak bukit, melainkan di lembah—sebuah anomali yang jarang ditemukan dalam sejarah arsitektur sakral Nusantara.

Arsitektur Sakral Sebelum Candi Ada di Indonesia

Tahu nggak sih, jauh sebelum Candi Borobudur atau Prambanan berdiri, nenek moyang kita sudah jago bikin bangunan suci yang disebut punden berundak.

Lia Nuri Rahmawati, arkeolog tim delineasi, menjelaskan kalau punden berundak ini adalah prototipe alias cikal bakal candi.

Situs Cibalay sendiri merupakan wujud asli budaya megalitik yang berkembang pesat pada masa Neolitik, sekitar 2500-1500 SM. Keren banget, kan?

Struktur Cibalay unik karena menggunakan susunan batu sheeting joint yang mengikuti permukaan tanah. Di sana juga ditemukan menhir (batu tegak), altar persembahan, hingga batu berbentuk mata pedang.

Menurut Lutfi Yondri dari BRIN, bangunan ini dibuat oleh masyarakat Austronesia untuk menghormati arwah leluhur.

Sampai sekarang, aura sakralnya masih terasa, lho! Bahkan banyak warga lokal dan pengunjung yang masih melakukan ritual doa sebagai bentuk warisan budaya yang berkelanjutan.

Sinergi Antar-Lembaga Demi Peta Budaya yang Akurat

Melakukan penelitian di kaki Gunung Salak itu tantangannya berasa ikut survival show. Tim harus berhadapan dengan medan curam, vegetasi hutan yang rapat, sampai guyuran hujan yang nggak menentu.

Namun, berkat kolaborasi keren antara kementerian, arkeolog UGM, hingga ahli geodesi dari Itenas Bandung, titik-titik koordinat berhasil dikunci menggunakan metode canggih NTRIP agar datanya presisi dan nggak tumpang tindih.

Retno Raswaty, Kepala Balai Pelestarian Budaya IX Jabar, menegaskan kalau kegiatan delineasi ini vital banget.

Tujuannya buat menentukan batas-batas zona inti dan pemanfaatan sesuai UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Apalagi, situs ini berada dalam kawasan taman nasional, jadi sinergi antara Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Kehutanan itu harga mati supaya kelestarian spesies tumbuhan dan artefak sejarah bisa berjalan beriringan tanpa bentrok aturan.

Tantangan Medan dan Harapan Masa Depan Geopark

Bagi para mahasiswa yang ikut terlibat, Cibalay adalah “laboratorium” alam yang menguji stamina dan mental.

Menapaki ketinggian mulai dari 600-an mdpl di Situs Endong Kasang sampai puncaknya di Situs Pasir Manggis pada ketinggian 964 mdpl butuh fisik yang prima.

Temuan terbaru di detik-detik terakhir kegiatan menunjukkan bahwa potensi budaya di Cibalay tersebar sangat luas dan butuh penelitian lanjutan yang lebih mendalam untuk mengungkap cerita lengkapnya.

Ke depannya, hasil delineasi ini bakal jadi peta budaya yang mendasari kebijakan pengelolaan kawasan terpadu. Pemerintah Kabupaten Bogor juga punya visi besar untuk menjadikan kawasan ini bagian dari program geopark.

Dengan ditemukannya mata air di sela-sela punden berundak, terungkap pula betapa cerdasnya manusia purba dalam mengonsolidasikan alam untuk ritual penyucian diri. Kerja sama lintas sektor ini diharapkan jadi standar baru buat pelestarian cagar budaya di seluruh pelosok Indonesia.

Statement:

Lia Nuri Rahmawati, Ketua Tim Delineasi BPK IX Jawa Barat

“Kami sudah berhasil menginventarisasi 38 titik potensi cagar budaya, di mana ditemukan kejutan besar berupa punden berundak dengan sepuluh undakan di lembah gunung. Sinergi antar kementerian sangat perlu dilakukan melalui delineasi ini supaya tidak ada tumpang-tindih kewenangan dalam menjaga kelestarian cagar budaya dan spesies tumbuhan.”

3 Poin Penting:

  1. Tim delineasi berhasil mengidentifikasi 33 titik potensi cagar budaya baru di Situs Cibalay, termasuk punden berundak raksasa setinggi 20 meter.

  2. Situs Cibalay merupakan situs megalitik zaman prasejarah yang berfungsi sebagai pusat pemujaan leluhur dan menjadi prototipe arsitektur candi di Nusantara.

  3. Diperlukan kolaborasi terpadu antara Kementerian Kebudayaan, Kementerian Kehutanan, akademisi, dan warga lokal untuk menetapkan batas perlindungan cagar budaya yang akurat.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir