Jagat media sosial Tanah Air kembali dihebohkan oleh insiden kurang terpuji yang memicu gelombang kecaman publik.
Sebuah challenge atau tantangan membaca dan menghafal ayat Al-Qur’an dengan imbalan minuman keras (miras) gratis di booth produk Newport pada ajang festival musik The Sounds Project mendadak viral.
Aksi yang dinilai menodai nilai-nilai keagamaan tersebut langsung memancing reaksi keras dari warganet di berbagai platform digital.
Berdasarkan analisis sentimen media sosial, mayoritas tanggapan publik berada di ranah negatif.
Sebanyak 58,73% percakapan di ruang siber bernada sentimen negatif yang mengecam aksi nekat pembawa acara (MC) maupun pihak penyelenggara booth.
Sementara itu, sentimen netral tercatat sebesar 25,93%, dan sentimen positif hanya menyisa 15,34% dari total volume pembicaraan.

Viral Video Pembacaan Surah Ad-Duha Demi Sebotol Minuman Keras
Kejadian viral ini bermula dari unggahan video yang memperlihatkan seorang pengunjung wanita diminta oleh pembawa acara di booth Newport untuk membaca Surah Ad-Duha.
Sebagai imbalan atas bacaan ayat suci tersebut, pengunjung dijanjikan satu botol minuman beralkohol secara gratis. Video aksi yang berlangsung di area festival musik tersebut menyebar luas dan langsung memantik polemik panas di masyarakat.
Netizen menilai aksi promosi yang menggabungkan simbol keagamaan dengan produk minuman keras sudah berada di luar batas etika dan masuk ke ranah dugaan penistaan agama.
Gelombang protes pun tak terelakkan, di mana warganet menuntut pertanggungjawaban dari MC yang memandu acara, pengelola merek, hingga pihak penyelenggara festival musik terkait.
Peta Jaringan Koneksi Akun dan Viralnya Isu di Media Sosial

Hasil analisis Network Graph koneksi antar-akun mengidentifikasi sejumlah akun media sosial yang menjadi simpul penyebaran informasi terkait insiden ini.
Akun-akun seperti @nceegood (3.773 reshareCount), @erick_setianto (2.310 reshareCount), @cacanmc (1.484 reshareCount), hingga @hilmi.firdausi (1.173 reshareCount) menjadi penggerak utama yang meluaskan jangkauan isu ini ke publik luas.

Tingginya angka bagikan (reshare) pada simpul-simpul akun tersebut memperlihatkan betapa cepatnya rasa keprihatinan dan amarah publik menjalar di media sosial.
Diskusi publik semakin panas seiring munculnya tuntutan agar pihak kepolisian turun tangan melakukan penyelidikan mendalam atas kasus yang meresahkan ini.
Analisis Awan Kata Mempertegas Fokus Kecaman Warganet

Visualisasi Word Cloud atau awan kata dari topik percakapan media sosial menampakkan sejumlah frasa kunci yang mendominasi perbincangan netizen.
Frasa seperti “brand miras newport”, “the sounds project”, “challenge hafalan alquran”, “minuman keras miras”, “ranah penistaan agama”, dan “hafalan surah addhuha” menjadi topik sentral yang paling sering diunggah oleh masyarakat digital.
Munculnya frasa-frasa tersebut mencerminkan bahwa publik sangat menaruh perhatian pada aspek penegakan etika promosi serta penghormatan terhadap kitab suci.
Warganet menilai tidak ada alasan atau toleransi atas tindakan promosi produk komersial sensitif yang mencederai kesucian ajaran agama.
Pelajaran Penting Etika Promosi dan Pengawasan Acara
Kasus yang menimpa booth merek minuman keras di festival The Sounds Project ini menjadi pelajaran berharga bagi para pelaku industri kreatif, penyelenggara acara (event organizer), hingga pemandu acara (MC).
Pemilihan strategi pemasaran dan game challenge wajib mempertimbangkan norma sosial, budaya, serta sensitivitas keagamaan di masyarakat.
Ketelitian dalam mengawasi konten acara di panggung maupun di area booth sponsor menjadi kunci utama agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Klarifikasi transparan, permohonan maaf secara terbuka, serta penindakan tegas terhadap pihak yang lalai diharapkan dapat segera menyelesaikan polemik ini serta meredam kegaduhan di tengah masyarakat.
3 Poin Penting:
-
Sentimen Dominan Negatif: Hasil analisis menunjukkan 58,73% sentimen negatif dari warganet atas aksi challenge baca Al-Qur’an berhadiah miras gratis.
-
Amplifikasi Masif di Media Sosial: Jaringan akun seperti @nceegood, @erick_setianto, dan @cacanmc menjadi penggerak utama menyebarnya isu ini hingga viral di publik.
-
Sorotan Etika Promosi: Awan kata percakapan didominasi frasa kecaman seperti “brand miras newport”, “the sounds project”, dan “ranah penistaan agama”.



