Gercep! Pemerintah Support Penuh 33 Proyek PLTSA, Sampah Jakarta Siap Jadi Listrik Bersih

Rabu, 3 Desember 2025

PLTSa (bisnis.com)

Guys, tahu nggak sih, Indonesia lagi serius banget nanganin masalah sampah dan energi! Pemerintah pusat, lewat Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, ngasih full support buat pembangunan 33 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Deal banget, kan? Ini jadi solusi win-win buat dua masalah sekaligus!

Dukungan ini disampaikan Airlangga saat diskusi CEO Insight di rangkaian Kompas100 CEO Forum. Tujuannya jelas, memenuhi kebutuhan energi bersih yang terus naik daun.

Apalagi, kualitas udara yang makin parah, emisi karbon, pencemaran sampah laut, sampai temuan mikroplastik di air hujan Jakarta itu udah bikin pusing. PLTSA ini digadang-gadang jadi penyelamat lingkungan kita.

PLTSA Merah Putih: Proyek Percontohan Jakarta

Fokus utama ada di PLTSA Merah Putih. Proyek ini diposisikan sebagai proyek percontohan buat memenuhi energi bersih, khususnya di Jakarta.

Gubernur Jakarta sendiri gercep menyambut baik Perpres ini dengan menjalankan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2023 tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Tahun 2023-2050.

Perda ini nyebutin target pemakaian energi baru terbarukan (EBT) yang lengkap banget, mulai dari tenaga surya, tenaga bayu (angin), bioenergi, sampah, bahan bakar nabati, sampai hidrogen.

Dengan PLTSA ini, emisi metana di TPA sampah diharapkan bisa turun drastis. Nggak cuma jadi listrik, tapi lingkungan juga auto lebih sehat!

Tantangan Sampah Jakarta yang Nggak Main-Main

Meskipun visi-nya udah keren, ada tantangan gede yang harus dihadapi, terutama di Jakarta. Proyek percontohan PLTSA Merah Putih ini ngincer buat mengolah 69,9 juta ton sampah per tahun.

Wow, jumlahnya banyak banget! Sayangnya, 60 persen dari total sampah itu belum berhasil diolah jadi energi listrik. Targetnya sih, kapasitas 20 megawatt (MW) per kota.

Gimana nggak, data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) nunjukin kalau timbulan sampah secara nasional itu selalu nambah terus.

Di Jakarta sendiri, peningkatannya nggak main-main dari tahun 2019 sampai 2024. Ini PR berat buat pemerintah dan kita semua sebagai masyarakat. PLTSA ini nggak cuma butuh teknologi, tapi juga perubahan gaya hidup.

Sinyal Positif, Tapi Harus Hati-Hati

Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Reza Cordova, ngasih sinyal positif terkait pengolahan sampah jadi EBT berbasis teknologi ramah lingkungan.

Menurutnya, ini adalah langkah yang bagus, tapi perlu diperhatikan banyak hal biar nggak cuma jadi proyek di atas kertas. Intinya, PLTSA ini bisa banget jadi solusi, asal implementasinya nggak setengah-setengah.

3 Poin Penting:

  1. Dukungan Penuh PSN PLTSA: Pemerintah Pusat, melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, mendukung penuh pembangunan 33 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk memenuhi kebutuhan energi bersih dan mengatasi pencemaran.

  2. PLTSA Merah Putih Jadi Percontohan: PLTSA Merah Putih di Jakarta dijadikan proyek percontohan yang didukung oleh Perda RUED Jakarta, bertujuan mengurangi emisi metana dan mengolah 69,9 juta ton sampah per tahun menjadi energi listrik (target 20 MW per kota).

  3. Tantangan Volume Sampah: Meskipun didukung penuh, proyek ini menghadapi tantangan besar karena volume timbulan sampah nasional dan Jakarta yang terus meningkat, di mana 60% sampah di Jakarta belum terkelola menjadi energi listrik.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir