Imperial Pictures kembali menghadirkan film layar lebar terbaru berjudul GHOSTHING yang memadukan komedi, horor, dan misteri kematian.
Film ini menawarkan premis unik tentang pertemuan seorang perias jenazah dengan arwah influencer muda yang meninggal secara misterius.
Perpaduan situasi menyeramkan dan tingkah karakter yang mengundang tawa menjadi daya tarik utama film ini bagi pencinta horor dengan sentuhan humor.
Film GHOSTHING disutradarai Arie Aziz dan diproduseri Hartawan Triguna. Proyek ini turut melibatkan Rizky A. Prakoso sebagai associate producer, Evelyn Afnilia sebagai penulis skenario, serta Peter Surya Wijaya sebagai eksekutif produser.
Lewat cerita yang tidak biasa, film ini mencoba menghadirkan pengalaman menonton yang bukan hanya memancing tawa dan rasa takut, tetapi juga mengajak penonton menebak misteri di balik kematian tokoh utamanya.
Kisah Alfian, Perias Jenazah yang Bertemu Arwah Influencer
Cerita berpusat pada Alfian, seorang perias jenazah muda yang diperankan Baskara Mahendra. Awalnya, Alfian menjalani pekerjaannya dengan tenang dan tanpa banyak masalah.
Namun, kehidupannya berubah setelah ia mendapat tugas merias jenazah Maya, seorang influencer muda yang meninggal dalam keadaan misterius. Alih-alih pergi setelah kematiannya, arwah Maya justru terus muncul di sekitar Alfian.
Pertemuan tersebut membuat Alfian terjebak dalam situasi yang tidak pernah dibayangkannya. Ia bukan hanya harus menghadapi kehadiran arwah Maya, tetapi juga berusaha mengungkap kejadian yang sebenarnya sebelum sang influencer meninggal.
Baskara Mahendra mengaku tertarik dengan premis film ini karena profesi Alfian menghadirkan sudut pandang berbeda dalam cerita horor Indonesia.
Yasamin Jasem Hadir sebagai Maya yang Cerewet dan Sarkastik
Jika Alfian digambarkan tenang, Maya yang diperankan Yasamin Jasem justru memiliki kepribadian yang bertolak belakang. Ia merupakan sosok cerewet, sarkastik, centil, dan penuh drama.
Karakter ini menghadirkan dinamika menarik karena Maya belum bisa menerima kenyataan bahwa dirinya telah meninggal dunia. Tingkahnya pun menjadi sumber berbagai situasi komedi di tengah suasana horor.
Perbedaan karakter antara Alfian dan Maya menjadi salah satu elemen yang membuat GHOSTHING terasa unik. Di balik interaksi mereka yang menghibur, penonton tetap diajak mengikuti teka-teki besar tentang penyebab kematian Maya.
Perpaduan komedi dan misteri inilah yang menjadi daya tarik cerita film tersebut.
Bertabur Pemain Lintas Generasi
Selain Baskara Mahendra dan Yasamin Jasem, GHOSTHING turut dibintangi sejumlah aktor dan aktris lintas generasi, yakni Leony VH, Bang Tigor, Reinold Lawalata, Chika Waode, Siti Fauziah, Iyang Darmawan, Tanta Ginting, Mathias Muchus, dan Mona Ratuliu.
Kehadiran para pemain tersebut menambah warna dalam cerita yang menggabungkan kehidupan sehari-hari, pengalaman supernatural, dan misteri kematian.
Dengan premis yang tidak biasa, GHOSTHING berupaya menawarkan alternatif tontonan bagi penikmat film komedi horor Indonesia.
Ceritanya tidak hanya mengandalkan kemunculan arwah untuk menciptakan ketegangan, tetapi juga memanfaatkan perbedaan kepribadian Alfian dan Maya sebagai sumber humor.
Meski demikian, informasi mengenai tanggal tayang, tahun produksi, dan detail biaya produksi belum dicantumkan dalam informasi yang tersedia.
3 Poin Penting:
- Menggabungkan komedi dan horor: GHOSTHING mengangkat kisah perias jenazah yang berinteraksi dengan arwah influencer muda yang meninggal secara misterius.
- Dibintangi Baskara Mahendra dan Yasamin Jasem: Keduanya memerankan Alfian dan Maya, dua karakter dengan kepribadian bertolak belakang.
- Menghadirkan misteri kematian: Selain humor dan unsur supernatural, film ini mengajak penonton mencari tahu penyebab kematian Maya.



