Search

Gitar Saksi Bisu Perpecahan Oasis Terjual Rp6,4 Miliar di London

Selasa, 28 Oktober 2025

Gitar Noel Gallagher yang dilelang (EPA)

Sebuah benda yang tak hanya bernilai sejarah musik, tetapi juga sarat drama emosional, baru-baru ini berpindah tangan di sebuah pelelangan di London.

Gitar listrik Gibson ES-355 berwarna merah ceri milik Noel Gallagher, gitaris band rock legendaris Inggris, Oasis, berhasil terjual seharga 289.800 pound (setara Rp6,4 miliar).

Nilai ini melampaui harga sebuah rumah mewah, membuktikan betapa kuatnya memori kolektif yang melekat pada sepotong kayu dan senar tersebut.

Gitar ini bukanlah alat musik biasa. Ia adalah saksi bisu dari malam kelam yang mengakhiri salah satu band terbesar di dunia.

Pada Agustus 2009, gitar ini rusak parah setelah menjadi korban perkelahian brutal antara Noel dengan adiknya sekaligus vokalis Oasis, Liam Gallagher.

Peristiwa tragis itu terjadi di belakang panggung festival Rock en Seine di Paris, tepat sebelum mereka dijadwalkan tampil.

Pertengkaran fisik tersebut berujung pada pengumuman Noel untuk keluar dari band, secara efektif membubarkan Oasis.

Sebuah Akhir yang Berdarah dan Awal yang Tenang

Kerusakan pada gitar tersebut secara metaforis menggambarkan perpecahan yang tak terhindarkan antara dua bersaudara yang telah memimpin generasi rock Britania Raya.

Setelah mengalami kerusakan parah, gitar itu diperbaiki. Uniknya, ini bukan kali pertama gitar tersebut dilelang; sebelumnya, ia sempat terjual seharga 385.000 euro di Paris pada tahun 2022.

Kisah gitar ini mencerminkan perjalanan band itu sendiri: rusak, diperbaiki, dan kini dihargai kembali.

Meskipun nilai jual di pelelangan Propstore di London pada Jumat (24/10/2025) itu berada jauh di bawah estimasi awal balai lelang, yaitu 500.000 pound (sekitarRp11 miliar), gitar tersebut tetap menjadi salah satu memorabilia musik paling dicari.

Balai lelang menjelaskan bahwa nilai emosional dan historisnya tidak dapat diukur, mewakili sebuah era keemasan Britpop yang harus berakhir dengan dramatis.

Reuni dan Harta Karun Lain dari Sejarah Pop

Menariknya, pelelangan ini terjadi di tengah periode baru bagi para penggemar Oasis. Setelah bubar, Oasis sempat reuni dan pada Agustus 2024 mengumumkan tur mereka untuk tahun 2025, yang saat ini sedang mereka selesaikan.

Reuni ini seolah memberikan penawar rasa pahit atas kisah perpisahan yang diwakili oleh gitar yang rusak tersebut.

Peristiwa reuni dan pelelangan gitar ini menjadi pengingat bahwa meskipun persaudaraan itu sempat retak, warisan musik mereka tetap utuh.

Selain gitar yang sarat cerita itu, Balai Lelang Propstore juga melelang harta karun lain dari dunia musik. Lirik tulisan tangan Noel Gallagher berhasil terjual seharga 75.600 pound (setara Rp1,6 miliar).

Melampaui Nilai Materiel

Nilai fantastis yang dikeluarkan para kolektor ini menegaskan bahwa barang-barang tersebut bukan sekadar objek, melainkan kapsul waktu yang menyimpan energi kreatif, drama, dan jiwa dari para seniman legendaris.

Gitar Noel Gallagher, dengan retakannya yang telah diperbaiki, akan selalu dikenang sebagai simbol genius musik yang beriringan dengan perpecahan yang menyakitkan.

Statement:

Juru Bicara Balai Lelang Propstore 

“Meskipun harga jualnya di bawah estimasi, gitar ini adalah benda yang tak ternilai harganya bagi sejarah musik rock. Ia adalah simbol dari perpecahan yang paling menyakitkan dalam sejarah Oasis, dan kini ia menjadi potongan sejarah yang dapat disentuh oleh kolektor. Setiap retakan pada gitar ini menceritakan sebuah babak dari kisah Gallagher bersaudara.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan