China selama bertahun-tahun dikenal sebagai “pabrik dunia” karena menjadi salah satu pusat utama produksi perangkat elektronik, termasuk ponsel pintar. Namun, peta industri teknologi global perlahan berubah.
Setelah Samsung menutup pabrik terakhirnya di Huizhou pada 2019, Apple juga mulai mengalihkan sebagian produksi iPhone ke India untuk mengurangi ketergantungan pada China di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Kini, giliran Google yang dikabarkan mengambil langkah serupa. Berdasarkan laporan Engadget, Google berencana menghentikan seluruh produksi perangkat keras Pixel di China mulai tahun depan.
Rencana tersebut tidak hanya mencakup smartphone Pixel, tetapi juga perangkat lain seperti smartwatch dan earbud yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem perangkat keras Google.
Google Mulai Percaya Diri dengan Vietnam dan India
Sebenarnya, Google sudah beberapa tahun terakhir memperluas jaringan manufakturnya ke Vietnam dan India. Namun, sebagian signifikan produksi keluarga Pixel masih dilakukan di China.
Kondisi tersebut mulai berubah setelah Google berhasil memproduksi ponsel Pixel secara mandiri di Vietnam pada tahun ini, sebuah pencapaian yang menjadi titik penting dalam strategi diversifikasi manufakturnya.
Produksi smartphone memiliki tingkat kerumitan yang lebih tinggi dibandingkan sejumlah perangkat elektronik lain seperti smartwatch dan earbud.
Karena itu, keberhasilan memproduksi Pixel di Vietnam menjadi sinyal bahwa Google semakin percaya diri untuk memindahkan seluruh lini produksinya dari China.
Jika rencana tersebut terealisasi, Google berpotensi menjadi merek ponsel global kedua setelah Samsung yang sepenuhnya menghentikan produksi perangkat kerasnya di China.
Pixel Tetap Tancap Gas di Tengah Perubahan Produksi
Menariknya, perubahan lokasi produksi tidak membuat Google mengendurkan ambisinya di pasar smartphone. Pengapalan ponsel Pixel diproyeksikan meningkat sekitar 8–10% pada tahun ini.
Angka tersebut melanjutkan performa positif setelah pengiriman Pixel pada tahun sebelumnya disebut telah mencapai sekitar 12 juta unit. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa Google masih berupaya memperluas posisi Pixel di pasar global.
Google juga dikabarkan mengambil langkah untuk menghadapi kenaikan harga komponen, khususnya cip memori.
Perusahaan disebut menggabungkan kebutuhan cip dari bisnis komputasi awan dengan lini smartphone ketika bernegosiasi bersama tiga produsen memori besar dunia, yakni Samsung, SK Hynix, dan Micron.
Strategi tersebut dapat membantu Google mendapatkan posisi negosiasi yang berbeda ketika menghadapi tekanan biaya komponen.
Peluang Google Mengisi Ceruk Pasar Apple
Statement sumber: Laporan Engadget menyebut Google tengah mengarah pada penghentian produksi perangkat keras Pixel di China dan memperluas produksi di negara lain, terutama Vietnam dan India.
Sementara itu, sumber dari rantai pasok yang dikutip dalam laporan tersebut menilai strategi manufaktur dan pengadaan komponen Google berpotensi memperkuat persaingan Pixel di pasar seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa.
Perpindahan produksi ini juga menarik karena Google tidak menjual ponsel secara resmi di pasar China. Artinya, penghentian produksi Pixel di Negeri Tirai Bambu tidak secara langsung berarti Google harus meninggalkan pasar smartphone domestik China.
Fokusnya lebih berkaitan dengan diversifikasi rantai pasok dan pengurangan konsentrasi produksi di satu negara.
Jika Apple nantinya menaikkan harga iPhone, kondisi tersebut juga disebut dapat membuka ruang persaingan lebih besar bagi Pixel di sejumlah pasar utama.
3 Poin Penting:
- Google berencana menghentikan produksi Pixel di China dan mengalihkan manufaktur perangkat keras ke negara lain, terutama Vietnam dan India.
- Produksi Pixel di Vietnam menjadi titik penting, karena keberhasilan merakit smartphone dinilai memperkuat kepercayaan diri Google untuk menyelesaikan migrasi manufaktur.
- Google tetap mengejar pertumbuhan Pixel, dengan proyeksi kenaikan pengapalan 8–10 persen serta strategi negosiasi cip bersama bisnis komputasi awan.



