GoTo Buka Suara Soal Rumor Merger dengan Grab: Ngaku Tahu Tapi Belum Ada Info Baru yang Resmi

Jumat, 12 Desember 2025

Goto (dok. goto)

Kabar merger antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Grab emang bikin penasaran publik dan investor.

Nggak heran kalau pihak GoTo akhirnya ngasih respons resmi terkait isu panas ini, terutama setelah sempet ada rumor soal potensi keterlibatan Danantara.

Meskipun responsnya terkesan hati-hati, GoTo ngaku nggak menutup kemungkinan diskusi yang bisa ngasih untung buat perusahaan.

Dalam keterbukaan informasi resminya, GoTo menyatakan bahwa mereka mengetahui adanya pemberitaan yang rame soal merger tersebut.

Tapi, pihak perseroan negesin kalau pada tahap ini, belum ada informasi baru yang bisa mereka sampaikan selain dari yang udah diungkapkan sebelumnya. Yah, sayang banget, jadi belum ada pengumuman deal resmi!

Prinsip Keterbukaan dan Kepentingan Jangka Panjang

Meskipun belum ada informasi matang, GoTo ngasih sinyal bahwa mereka enggak menolak pintu diskusi.

GoTo negesin kalau sebagai perusahaan publik, mereka terbuka atas berbagai diskusi yang bisa mendukung kepentingan jangka panjang seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) Perseroan.

Ini bikin spekulasi makin liar karena ngasih clue bahwa opsi merger ini emang sempet dibahas di internal.

Mereka juga nambahin kalau apabila beneran ada proses yang sudah lebih matang—yang pastinya bakal melibatkan banyak pihak—Perseroan akan selalu mematuhi semua peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sikap ini ngasih kesan GoTo yang profesional dan transparan dalam ngadepin isu yang sensitif ini, sekaligus nyiapin diri buat potensi negosiasi besar.

Komitmen pada Mitra Driver dan Pemerintah

Di tengah isu merger yang bisa ngubah peta bisnis, GoTo nggak lupa negasin komitmen mereka.

Perseroan menyatakan akan terus mendukung program prioritas Pemerintah dan menjadikan kesejahteraan mitra pengemudi sebagai salah satu tujuan utama.

Komitmen ini penting banget, mengingat driver online adalah urat nadi utama bisnis ride hailing mereka.

Nggak cuma soal driver, respons ini juga nyinggung isu lain, termasuk gugatan dari mantan karyawannya.

Dengan ngasih keterangan resmi, GoTo berusaha menjaga kepercayaan publik dan investor, serta ngasih peace of mind bahwa operasional mereka tetep berjalan normal di tengah gempuran rumor.

Danantara Masih Wait and See

Di sisi lain, Rosan Roeslani, CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), yang sempet disebut-sebut bakal terlibat dalam merger ini, juga ngasih tanggapan yang adem.

Rosan negesin kalau proses pembahasan merger saat ini sepenuhnya berada di tangan Grab dan GoTo.

Meskipun Danantara terbuka untuk berpartisipasi, Rosan bilang pihaknya nggak akan tergesa-gesa ambil keputusan.

Sikap hati-hati dari calon investor strategis seperti Danantara ini nambahin clue bahwa proses merger ini emang masih dalam tahap yang sangat awal dan butuh waktu lama buat sampe ke deal resmi.

3 Poin Penting:

  1. Konfirmasi Informasi: GoTo mengakui mengetahui adanya pemberitaan mengenai rencana merger dengan Grab, namun menyatakan belum ada informasi baru yang dapat disampaikan selain yang telah diungkap sebelumnya.

  2. Sikap Terbuka terhadap Diskusi: GoTo menegaskan keterbukaan terhadap berbagai diskusi yang dapat mendukung kepentingan jangka panjang stakeholder, sambil menjanjikan kepatuhan penuh terhadap regulasi jika proses berlanjut.

  3. Danantara Belum Ambil Keputusan: CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan pihaknya masih menunggu perkembangan resmi dan bentuk kerja sama yang dirumuskan oleh Grab dan GoTo sebelum memutuskan untuk berpartisipasi.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir