Search
Search
Search

Gunung Fuji Berpotensi Erupsi, Jepang Siapkan Evakuasi Ribuan Wisatawan Asing

Senin, 26 Oktober 2026

Gunung Fuji (wikipedia)

Pemerintah Prefektur Yamanashi, Jepang, mulai memperkuat persiapan evakuasi wisatawan asing di sekitar Gunung Fuji untuk mengantisipasi kemungkinan erupsi.

Langkah ini mencakup simulasi pemindahan pengunjung, penyediaan transportasi alternatif, hingga koordinasi pemulangan wisatawan bersama kedutaan dan perusahaan transportasi.

Upaya tersebut menjadi pengingat bahwa di balik keindahan Gunung Fuji sebagai destinasi favorit dunia, ada risiko bencana alam yang tidak boleh dianggap remeh.

The Japan Times menyebut, sekitar 150 perwakilan pemerintah, kementerian, perusahaan transportasi, maskapai penerbangan, dan kedutaan asing mengikuti simulasi evakuasi di Fujikawaguchiko.

Dalam skenario latihan, sekitar 2.000 wisatawan internasional terjebak di sekitar Stasiun Kawaguchiko pada Sabtu sore yang ramai di bulan Juli.

Situasi dibayangkan terjadi setelah status peringatan aktivitas vulkanik Gunung Fuji naik ke level 3 dari skala lima tingkat, sehingga akses menuju gunung dibatasi dan pendaki harus turun.

Bus dan Perahu Disiapkan untuk Menghindari Kemacetan

Dalam simulasi tersebut, peserta menguji pemindahan wisatawan menggunakan bus dan perahu wisata sebelum mengatur perjalanan lanjutan menuju bandara.

Perahu di Danau Kawaguchi menjadi salah satu opsi yang menarik karena dapat menghindari kemacetan jalan raya. Moda transportasi ini memiliki kapasitas sekitar 150 penumpang dan membutuhkan waktu penyeberangan sekitar 15 menit.

Meski begitu, efektivitasnya tetap bergantung pada kondisi danau, cuaca, kapasitas armada, serta kesiapan titik keberangkatan dan kedatangan.

Wali Kota Fujikawaguchiko, Hideyuki Watanabe, menegaskan bahwa pertumbuhan pariwisata harus berjalan beriringan dengan kesiapsiagaan bencana.

Pernyataan ini menyoroti persoalan penting bagi destinasi populer: semakin banyak pengunjung yang datang, semakin besar pula kebutuhan akan jalur evakuasi yang jelas dan kapasitas transportasi darurat yang memadai.

Kedutaan Asing Dilibatkan, Komunikasi Jadi Tantangan

Latihan bersama pada Kamis (22/10/2026) juga melibatkan pejabat kedutaan asing, termasuk perwakilan Amerika Serikat dan Thailand. Mereka mengunjungi Stasiun Kawaguchiko untuk membahas langkah penanganan wisatawan jika aktivitas vulkanik meningkat.

Menurut laporan Nagoya TV, Sabtu (24/10/2026), salah seorang pejabat kedutaan menilai perahu wisata berpotensi membantu ketika lalu lintas darat padat.

Ia juga meminta informasi yang lebih terperinci mengenai pilihan transportasi aman yang dapat dikoordinasikan, terutama karena banyak wisatawan menggunakan mobil sewaan di kawasan tersebut.

Tantangan lain yang tak kalah penting adalah komunikasi dengan pengunjung dari berbagai negara. Peserta simulasi mengkaji penggunaan VoiceTra, aplikasi penerjemah gratis yang mendukung 33 bahasa, untuk membantu penyampaian informasi darurat.

Namun, ketergantungan aplikasi tersebut pada layanan komputasi awan membuat penggunaannya berpotensi terkendala ketika jaringan internet terganggu.

Karena itu, sistem peringatan tidak seharusnya hanya bergantung pada aplikasi digital. Papan petunjuk multibahasa, pengumuman suara, peta jalur evakuasi, dan petugas lapangan yang terlatih tetap diperlukan agar informasi penting bisa dipahami dengan cepat.

Pemerintah Pusat Dibutuhkan, Wisatawan Perlu Lebih Siaga

Ketua kelompok kerja sekaligus ahli geosains, Toshitsugu Fujii, menilai evakuasi dalam skala besar membutuhkan keterlibatan pemerintah pusat.

Menurutnya, pemerintah kota maupun prefektur tidak dapat menangani seluruh persoalan secara mandiri, terutama jika jalanan macet dan pergerakan warga serta wisatawan terhambat.

Pemerintah Prefektur Yamanashi menargetkan prosedur evakuasi tersebut rampung pada tahun fiskal ini, termasuk melalui kerja sama dengan maskapai penerbangan dan perusahaan kereta api.

Bagi wisatawan, persiapan pemerintah perlu diimbangi dengan sikap yang lebih tanggap terhadap risiko.

Pengunjung yang berencana mendatangi Gunung Fuji sebaiknya memantau informasi resmi aktivitas vulkanik, memahami jalur evakuasi, menyimpan kontak darurat, dan memastikan ponsel memiliki daya yang cukup.

Wisatawan juga perlu mengikuti arahan petugas serta tidak memaksakan diri mendekati kawasan terbatas demi mendapatkan foto.

Simulasi di Yamanashi menunjukkan bahwa keselamatan destinasi wisata bukan hanya urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.

Keindahan Gunung Fuji tetap bisa dinikmati, tetapi keselamatan harus selalu menjadi prioritas ketika risiko bencana meningkat.

Statement:

Hideyuki Watanabe, Wali Kota Fujikawaguchiko

“Pariwisata membawa manfaat ekonomi bagi kota kami, tetapi saya yakin kami tidak bisa sekadar merayakan manfaat tersebut tanpa menyadari tantangan besar dalam memastikan wisatawan dapat dievakuasi dengan aman.”

Ketua kelompok kerja sekaligus ahli geosains, Toshitsugu Fujii

“Jika erupsi terjadi, jalan menjadi macet dan orang-orang tidak bisa mengungsi, hal itu dapat menjadi bencana yang mengerikan. Kita perlu mengatasi tantangan ini sejak dini.”

3 Poin Penting:

  • Simulasi evakuasi wisatawan asing: Sekitar 150 perwakilan mengikuti latihan dengan skenario 2.000 wisatawan terjebak di sekitar Stasiun Kawaguchiko.
  • Transportasi dan komunikasi darurat: Bus, perahu wisata, koordinasi kedutaan, serta aplikasi penerjemah VoiceTra dikaji untuk mendukung proses evakuasi.
  • Target penyelesaian rencana: Pemerintah Prefektur Yamanashi menargetkan prosedur evakuasi rampung pada tahun fiskal ini, dengan dukungan pemerintah pusat dan perusahaan transportasi.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan