Pasar komoditas dunia baru saja diguncang aksi beli gila-gilaan yang bikin harga nikel meroket tajam. Tak tanggung-tanggung, harga nikel melonjak lebih dari 10% di London Metal Exchange (LME), mencatatkan kenaikan harian terbesar dalam tiga tahun terakhir.
Lonjakan ini dipicu oleh euforia investor asal China yang kembali “all-in” ke pasar logam, membuat harga komoditas andalan Indonesia ini menyentuh angka USD18.785 per ton.
Fenomena ini seolah menjadi angin segar setelah nikel sempat lesu akibat kelebihan pasokan global. Sejak pertengahan Desember lalu, harga nikel tercatat sudah melesat hampir 30 persen.
Menariknya, kenaikan ini tidak terjadi sendirian, karena indeks LMEX yang melacak enam logam utama dunia juga ikut terbang ke level tertinggi sejak Maret 2022, membawa serta harga tembaga dan aluminium ke rekor baru.
Dominasi Investor China dan Risiko Suplai Indonesia
Pergerakan harga yang sangat agresif ini sangat dipengaruhi oleh dinamika perdagangan di Asia. Saat bursa Shanghai Futures Exchange memulai sesi perdagangan malam, volume transaksi nikel langsung meledak.
Para analis melihat adanya pergeseran sentimen di mana investor China mulai berani mengambil risiko besar. Mereka bertaruh pada penguatan harga di tengah kekhawatiran adanya gangguan produksi dari pemasok utama dunia, yaitu Indonesia.
Meskipun secara fundamental pasar nikel sebenarnya masih mengalami kelebihan pasokan (oversupply), munculnya risiko-risiko operasional di Indonesia membuat sentimen pasar tetap terjaga.
Selain itu, banjir investasi di pasar logam domestik China memberikan “bahan bakar” tambahan yang mempercepat reli harga logam dasar lainnya seperti timah dan aluminium di awal tahun 2026 ini.
Tembaga Pecah Rekor dan Dampak Kebijakan Amerika Serikat
Sektor logam dasar benar-benar mengawali tahun 2026 dengan performa yang sangat gahar.
Tembaga, yang sering dianggap sebagai indikator kesehatan ekonomi global, berhasil menembus level psikologis USD13.000 per ton untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Investor bertaruh bahwa pasokan tembaga akan semakin ketat, terutama dengan adanya perebutan stok antara konsumen di China dan Amerika Serikat yang terus memanas.
Ketegangan ini semakin diperparah oleh kebijakan perdagangan di Amerika Serikat bawah pemerintahan Donald Trump.
Rencana pengenaan tarif pada logam olahan memicu eksodus besar-besaran stok tembaga menuju gudang-gudang di AS.
Hal ini menyebabkan kelangkaan di belahan dunia lain karena para penambang masih berjuang keras untuk meningkatkan hasil produksi mereka demi memenuhi permintaan yang terus melonjak.
Nasib Kendaraan Listrik dan Prospek Industri Masa Depan
Kebangkitan harga nikel ini menjadi momentum pembalikan arah yang dramatis bagi logam yang merupakan bahan baku utama baterai kendaraan listrik (electric vehicle) dan baja tahan karat (stainless steel).
Sebelumnya, nikel sempat terpuruk karena penggunaan di sektor baterai EV tidak setinggi ekspektasi awal. Namun, dengan volume perdagangan yang kini kembali pulih di LME, nikel kembali menjadi primadona bagi para spekulan dan pelaku industri.
Ke depannya, volatilitas harga logam diprediksi masih akan tetap tinggi seiring dengan ketidakpastian kondisi geopolitik dan kebijakan tarif internasional.
Bagi Indonesia, lonjakan harga ini tentu menjadi peluang besar sekaligus tantangan untuk memastikan stabilitas produksi tetap terjaga.
Industri pertambangan global kini sedang bersiap menghadapi babak baru di mana komoditas logam dasar menjadi instrumen investasi yang paling “hot” di pasar keuangan dunia.
Statement:
Mark Burton (Analis Komoditas)
“Nikel melonjak lebih dari 10 persen di London, mencatatkan kenaikan terbesar dalam lebih dari tiga tahun karena lonjakan minat investor di China membantu mempercepat reli luas di pasar logam.”
3 Poin Penting:
-
Harga nikel meroket lebih dari 10% dalam sehari mencapai $18.785 per ton, dipicu oleh minat investasi besar dari pasar China.
-
Logam dasar lainnya seperti tembaga mencatatkan rekor sejarah dengan menembus angka $13.000 per ton akibat kekhawatiran pengetatan pasokan global.
-
Kebijakan tarif di Amerika Serikat memicu penumpukan inventaris besar-besaran di gudang-gudang AS, yang berdampak pada kelangkaan stok logam di pasar global lainnya.
[gas/man]
![google kena gugatan [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/61076e8a5b359-300x200.jpg)

![melaksanakan ibadah haji [dok. baznas]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/file-2-300x169.jpeg)
![Jenderal Dan Caine [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Air-Force-Gen.-Dan-Caine-300x169.webp)