Search

Healing Tipis-Tipis Sambil Belah Duren Langsung di Kebun Saung Mananggel Cianjur

Senin, 16 Februari 2026

Saung Mananggel (bogor24update)

Siapa yang bisa menolak godaan aroma durian yang semerbak? Buat kamu para pencinta si raja buah, ada spot hidden gem baru nih di dataran tinggi Desa Babakan Karet, Kabupaten Cianjur.

Namanya Saung Mananggel, sebuah destinasi wisata kuliner yang lagi naik daun karena menawarkan sensasi menyantap durian segar langsung dari kebunnya dengan latar panorama pegunungan yang bikin mata segar dan hati tenang.

Tempat ini mengusung konsep ruang terbuka yang sangat aesthetic dan asri, cocok banget buat pelarian sejenak dari hiruk-pikuk kota.

Kawasan ini dikelilingi oleh pohon-pohon durian milik pengelola yang saat musim panen tiba, pengunjung bisa langsung mencicipi buah yang jatuh dari pohon.

Pilihan duriannya pun nggak main-main, mulai dari durian lokal sampai kelas premium seperti Musang King dan durian khas Mananggel yang juara banget.

Dari Kebun Biasa Jadi Destinasi Kuliner Hits Berbasis Alam

Pengelola Saung Mananggel, Rani Siti Nurbayani, menceritakan kalau awalnya tempat ini cuma jualan durian hasil panen biasa selama lima tahun.

Namun, karena antusiasme pengunjung yang terus membeludak, akhirnya area kebun ini disulap menjadi tempat makan yang sangat nyaman.

Sekarang, pengunjung nggak cuma bisa beli durian, tapi juga bisa menikmati pemandangan Gunung Mananggel dan hamparan sawah hijau yang memanjakan mata.

Area makannya didesain dengan konsep saung kayu yang privat, sehingga cocok banget buat kamu yang mau ajak keluarga besar atau sekadar kumpul bareng komunitas.

Udara pegunungan yang sejuk di kawasan Cianjur ini dijamin bakal bikin momen makan kamu jadi makin spesial. Ditambah lagi, suasana di sini emang asyik banget buat sekadar bersantai sambil menikmati angin sepoi-sepoi khas dataran tinggi.

Tradisi Papajar Seru dengan Paket Nasi Liwet Sunda Otentik

Nggak cuma jadi tempat berburu durian, Saung Mananggel ternyata jadi lokasi favorit warga buat menggelar tradisi “papajar”. Tradisi makan bareng menjelang bulan Ramadan ini terasa lebih bermakna kalau dilakukan di tengah suasana alam.

Salah satu pengunjung, Syfa Shafira, mengaku sengaja datang jauh-jauh demi mencicipi durian lokal yang punya cita rasa manis-pahit yang pas di lidah sambil menikmati momen papajar bareng teman-temannya.

Selain durian, menu wajib yang harus dicoba adalah paket nasi liwet khas Sunda yang disajikan di atas daun pisang. Bayangin nikmatnya nasi liwet hangat ditemani ikan bakar, jengkol, lalapan, dan sambal cobek yang mantap di tengah udara dingin.

Ria Bajria, pengunjung lainnya, bahkan menyebut tempat ini sangat menarik buat berswafoto karena setiap sudutnya sangat Instagrammable dan nyaman buat nongkrong lama-lama.

Harga Bersahabat dengan Fasilitas Reservasi yang Praktis

Buat masalah kantong, kamu nggak perlu khawatir karena harga durian di sini cukup bervariasi. Mulai dari Rp30.000 per kilogram untuk jenis lokal, sampai Rp200.000 per kilogram buat kamu yang pengin upgrade ke jenis unggulan atau impor.

Untuk paket nasi liwetnya sendiri, harganya dibanderol mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 250.000 tergantung porsi dan lauk yang kamu pilih, cukup worth it untuk makan tengah bareng-bareng.

Saran buat kamu yang mau berkunjung, sebaiknya lakukan reservasi terlebih dahulu ya, terutama kalau lagi musim durian. Hal ini penting supaya kamu nggak kehabisan stok durian favorit atau kehabisan tempat duduk saat akhir pekan.

Perpaduan kuliner Sunda yang autentik dan suasana kebun durian di kaki gunung menjadikan Saung Mananggel sebagai destinasi wajib di Cianjur tahun 2026 ini.

3 Poin Penting:

  1. Konsep Ekowisata Kuliner: Saung Mananggel menawarkan pengalaman unik makan durian langsung dari pohon dengan panorama Gunung Mananggel dan sawah di Cianjur.

  2. Varian Durian Unggulan: Tersedia berbagai jenis durian mulai dari lokal, Bawor, Duri Hitam, hingga Musang King dengan harga yang kompetitif.

  3. Fasilitas Makan Bersama: Selain durian, tersedia paket nasi liwet Sunda yang populer digunakan untuk tradisi papajar menjelang Ramadan oleh masyarakat setempat.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan