Hindari Salah Tujuan, Dua Pulau Bernama ‘Aoshima’ di Jepang Tawarkan Pengalaman Berbeda

Selasa, 26 Agustus 2025

Pulau Aoshima (istimewa)

Dua pulau di Jepang, meskipun memiliki nama yang sama, “Aoshima,” ternyata menawarkan pengalaman wisata yang sangat berbeda.

Kesamaan nama ini berpotensi membuat wisatawan salah tujuan, sehingga penting untuk mengetahui perbedaan signifikan antara keduanya.

Satu pulau Aoshima terletak di Prefektur Ehime, dikenal sebagai “Pulau Kucing” karena populasi kucingnya jauh melebihi jumlah manusia dengan perbandingan 20:1.

Sejak tahun 1940-an, kucing-kucing ini dibawa ke pulau untuk mengendalikan tikus. Namun, seiring berjalannya waktu, populasi manusia menyusut dan kucing-kucing berkembang biak.

Pulau ini kini tidak memiliki fasilitas wisata seperti hotel atau restoran.

Pulau Aoshima yang bertabur populasi kucing (Sarah Beekmans)

Dua Wajah Aoshima

Aoshima di Ehime adalah tempat yang unik dan terpencil. Wisatawan harus menempuh perjalanan feri 30 menit dari Pelabuhan Nagahama untuk sampai di sana.

Sayangnya, keberadaan “surga kucing” ini berada di ambang kepunahan, karena seluruh populasi kucing telah disterilkan, yang berarti tidak ada generasi baru.

Para ahli memperkirakan ekosistem unik ini akan hilang dalam dekade mendatang.

Sementara itu, pulau Aoshima lainnya berada di Prefektur Miyazaki. Pulau ini menawarkan suasana spiritual dan alam tropis.

Terhubung ke daratan oleh jembatan, pulau ini dikelilingi oleh formasi batuan unik yang disebut “Papan Cuci Iblis”.

Di tengah pulau terdapat Kuil Aoshima yang sakral, dikelilingi oleh hutan subtropis yang kaya akan keanekaragaman hayati.

Aoshima di Miyazaki juga telah berkembang menjadi surga bagi para peselancar, dengan budaya pantai modern yang kental.

Tersedia berbagai kafe dan restoran yang menyajikan hidangan lokal, menjadikannya pilihan ideal bagi wisatawan yang mencari perpaduan antara keindahan alam, aktivitas olahraga, dan ketenangan spiritual.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir