Horor! Gudang Pestisida di Tangsel Terbakar Sampai Bikin Sungai Berwarna Putih

Selasa, 10 Februari 2026

Gudang Pestisida di Tangsel terbakar (ist)

Warga Tangerang Selatan baru saja dikejutkan oleh insiden kebakaran hebat yang menimpa sebuah gudang pabrik pestisida di kawasan Setu.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (9/2/2026) dini hari sekitar pukul 04.30 WIB ini nggak cuma sekadar kebakaran biasa, tapi juga memberikan dampak lingkungan yang cukup ngeri.

Kebakaran yang diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik ini pertama kali diketahui oleh sekuriti yang sedang berpatroli, sebelum akhirnya api membesar dan melahap seisi gudang.

Tantangan besar langsung menghadang petugas pemadam kebakaran begitu tiba di lokasi kejadian. Karena objek yang terbakar adalah bahan kimia cair untuk pestisida, api nggak bisa dipadamkan begitu saja menggunakan air seperti kebakaran pada umumnya.

Situasi makin mencekam saat api terus berkobar hebat selama berjam-jam, memaksa petugas mencari cara alternatif agar zat kimia tersebut tidak terus bereaksi dan membahayakan area sekitar.

Strategi Padamkan Api Kimia Menggunakan Dua Truk Pasir

Untuk menjinakkan si jago merah yang bersumber dari bahan kimia, petugas damkar terpaksa melakukan tindakan yang tidak biasa.

Mereka harus mendatangkan dua truk engkel berisi pasir untuk menimbun titik api agar tidak terus menyebar. Penggunaan pasir dinilai lebih efektif dibandingkan air untuk memutus rantai oksigen pada cairan pestisida yang terbakar.

Proses perjuangan ini memakan waktu yang sangat lama hingga akhirnya api baru benar-benar padam setelah 7 jam proses pemadaman intensif.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi begitu saja. Hingga siang hari, proses pendinginan masih terus dilakukan guna memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala dari balik tumpukan material kimia tersebut.

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian material diprediksi mencapai angka yang sangat fantastis dan hingga kini masih dalam tahap penghitungan oleh pihak berwenang.

Sungai Jaletreng Mendadak Putih dan Ancaman Ikan Beracun

Dampak dari kebakaran ini ternyata meluas hingga ke aliran Sungai Jaletreng yang berada tidak jauh dari lokasi gudang.

Viral di media sosial video yang memperlihatkan air sungai berubah warna menjadi putih pekat layaknya susu.

Perubahan warna ini terjadi akibat air sisa pemadaman yang bercampur limbah pestisida mengalir masuk ke saluran air menuju sungai.

Kondisi ini pun langsung memicu kepanikan warga karena aroma menyengat yang keluar dari aliran sungai tersebut.

Ngerinya lagi, pencemaran ini langsung memakan korban berupa ikan-ikan di sungai yang mati secara massal. Fenomena ini dimanfaatkan oleh beberapa warga untuk mengambil ikan yang mengapung di permukaan.

Namun, pihak kepolisian segera mengeluarkan larangan keras bagi siapa pun yang mengambil ikan dari Sungai Jaletreng untuk tidak mengonsumsinya.

Kandungan zat kimia dari pestisida yang larut dalam air sangat berbahaya bagi tubuh manusia dan bisa menyebabkan keracunan serius jika sampai masuk ke sistem pencernaan.

Penanganan Limbah dan Dugaan Korsleting Listrik

Pihak kepolisian masih terus mendalami penyebab pasti kebakaran gudang pestisida ini. Dugaan sementara tetap mengarah pada hubungan arus pendek listrik yang terjadi di bagian dalam gedung utama.

Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan setelah suhu di lokasi benar-benar aman untuk dimasuki tim identifikasi.

Selain fokus pada penyebab api, pemerintah daerah kini mulai bergerak untuk menangani dampak limbah kimia yang sudah mencemari ekosistem sungai agar tidak meluas lebih jauh.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi para pemilik gudang industri, terutama yang menyimpan bahan berbahaya, untuk lebih rutin mengecek instalasi listrik dan sistem pemadam api mandiri.

Dampak lingkungan yang dihasilkan dari kelalaian kecil bisa berakibat sangat fatal dan merusak lingkungan dalam jangka waktu yang panjang.

Warga sekitar diharapkan tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas di sepanjang aliran Sungai Jaletreng hingga dinyatakan benar-benar aman oleh dinas terkait.

Statement:

AKP Dhady Arsya, Kapolsek Cisauk

“Karena yang terbakar kimia, ada yang tidak bisa dipadamkan dengan air, kemudian kami gunakan pasir kurang lebih 2 truk engkel. Imbauan bagi masyarakat yang tadi sempat memanen ikan di sungai Jaletreng untuk tidak dikonsumsi karena dikhawatirkan keracunan akibat air sisa pemadaman yang mengalir ke sungai,” ungkap.

3 Poin Penting:

  1. Kebakaran gudang pestisida di Setu, Tangsel, dipadamkan menggunakan dua truk pasir setelah air tidak mampu menjinakkan api kimia selama 7 jam.

  2. Aliran Sungai Jaletreng tercemar hingga berubah warna menjadi putih pekat akibat limbah pestisida dan sisa air pemadaman.

  3. Masyarakat dilarang keras mengonsumsi ikan dari Sungai Jaletreng karena berisiko tinggi terkontaminasi zat kimia beracun.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir