Antusiasme yang membuncah dari ribuan pecinta seni tari di seluruh negeri akhirnya terwujud dalam gelaran akbar Indonesia Menari 2025.
Acara tahunan yang dinantikan ini resmi digelar serentak hari ini di 11 kota di Indonesia, melibatkan total lebih dari 8.000 peserta dari Sabang hingga Merauke.
Perluasan kota penyelenggara menjadi fokus utama tahun ini, sebuah langkah humanis untuk merangkul lebih banyak pegiat seni daerah.
Selain enam kota besar yang sudah menjadi langganan (Jakarta, Bandung, Semarang, Medan, Makassar, dan Palembang), Indonesia Menari untuk pertama kalinya menyambangi lima kota baru yang penuh potensi: Surabaya, Balikpapan, Manado, Bekasi, dan Karawang.
Penambahan kota ini bukan sekadar urusan logistik, tetapi cerminan semangat tulus untuk melibatkan lebih banyak pecinta tari dari berbagai latar belakang dan usia.
Para peserta datang dari segala penjuru kehidupan: mulai dari generasi milenial yang melek teknologi, sanggar tari tradisional, komunitas penggemar, hingga perwakilan sekolah dan universitas.
Mereka berkumpul bersama, menyatukan langkah dan energi terbaik mereka dalam upaya memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah persembahan Indonesia Kaya.
Ajang ini pada dasarnya adalah perayaan yang menghidupkan kembali kekayaan seni pertunjukan Indonesia melalui pendekatan yang segar, modern, dan interaktif.
Rekor Pendaftar: Gairah Menari dari Usia 5 Hingga 70 Tahun
Antusiasme publik terhadap Indonesia Menari 2025 terbukti jauh melampaui ekspektasi. Billy Gamaliel, Program Manager Indonesia Kaya, menyampaikan apresiasi atas respons yang sangat tinggi dari masyarakat.
Data demografi pendaftar menunjukkan rentang usia yang semakin melebar, yakni dari yang termuda 5 tahun hingga yang paling senior 70 tahun.
Meskipun komposisi demografi didominasi oleh perempuan (77 persen), Billy mencatat bahwa peningkatan jumlah pendaftar yang signifikan ini didorong oleh bertambahnya kota penyelenggara dan kerinduan masyarakat akan kegiatan apresiasi tari berskala nasional ini.
Kota Surabaya menjadi pusat gairah tertinggi dengan hampir 9.000 pendaftar, membuktikan bahwa semangat melestarikan warisan Nusantara menyala di seluruh pelosok Indonesia, tidak terbatas di kota-kota besar yang sudah mapan.
Harmoni Nusantara: Koreografi Bathara dan Aransement Alffy Rev
Perhelatan tahun ini semakin istimewa karena merupakan bagian dari perayaan 12 tahun Galeri Indonesia Kaya.
Konsisten sejak 2012, Indonesia Menari selalu menjadi wadah inklusif untuk mengapresiasi tari Nusantara yang dikemas secara modern.
Tahun ini, seluruh peserta tampil dalam format tarian kelompok, dengan anggota minimal lima hingga maksimal tujuh orang, bebas dari batasan usia dan latar belakang.
Koreografi yang dibawakan secara serentak di seluruh kota adalah karya khusus dari Bathara Saverigadi Dewandoro, seorang koreografer muda berbakat.
Karyanya menonjolkan detail gerakan tangan khas dari berbagai daerah Indonesia, menciptakan visual yang kaya dan memukau.
Keindahan gerakan ini disempurnakan dengan iringan medley dari delapan lagu daerah, mulai dari Sinanggar Tulo hingga Rasa Sayange, yang diaransemen secara modern oleh Alffy Rev.
Kombinasi seniman muda ini berhasil menciptakan harmoni unik antara tradisi yang kaya dan musik kontemporer yang relevan.
Pemenang Jakarta: Merayakan Kekompakan dan Semangat Kolektif
Tepat pada pukul 13.00 WIB, seluruh peserta di 11 kota menari serentak sebanyak dua putaran. Proses penilaian dilakukan secara ketat, dengan juri lapangan memilih kelompok terbaik di masing-masing zona untuk maju ke panggung utama.
Para juri utama, yang terdiri dari perwakilan Indonesia Kaya dan pelaku seni tari, menilai berdasarkan kekompakan, kreativitas pola lantai dan komposisi koreografi, serta semangat kolektif yang ditunjukkan oleh para peserta.
Dari ibukota, setelah melalui persaingan yang ketat, terpilihlah para pemenang di Jakarta. Elpro Art Dance team Chira berhasil meraih Juara 1 dan membawa pulang uang pembinaan Rp15.000.000, diikuti oleh Kujang Kendana Budaya Dance Art sebagai Juara 2 dan Lantara SMAN 90 sebagai Juara 3.
Kemenangan ini bukan hanya tentang hadiah, melainkan simbol dari dedikasi dan kecintaan mereka dalam melestarikan budaya bangsa dengan cara yang paling menyenangkan.
Statement:
Billy Gamaliel, Program Manager Indonesia Kaya
“Secara keseluruhan, total pendaftar mencapai 35.000 orang.”
“Melalui #MenaridiMall, kita bukan hanya menampilkan tarian, tetapi merayakan keberagaman dengan bergerak bersama. Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang, sekaligus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat, kreativitas, dan kecintaan mereka terhadap budaya Indonesia.”
![olahraga padel [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Turnamen-Padel-Pertama-Di-Bandung-080225-agr-3-300x200.jpg)


