Search

Inspiratif! Reza Abdul Jabbar, Pria Asal Pontianak Sukses Jadi Raja Peternak Sapi Syariah di Selandia Baru

Rabu, 22 Juli 2026

Reza Abdul Jabbar (ist)

Siapa bilang profesi peternak itu identik dengan kesan Ketinggalan Zaman? Pemikiran kuno tersebut sukses dipatahkan oleh Reza Abdul Jabbar, seorang pria tangguh asal Pontianak, Kalimantan Barat.

Lewat tekad baja dan kerja keras, ia berhasil meraih kesuksesan finansial luar biasa di industri peternakan sapi perah di Selandia Baru.

Kini, Reza mengelola lebih dari 1.000 hektar lahan peternakan luas yang berlokasi di Invercargill, salah satu wilayah paling selatan di Pulau Selatan Selandia Baru.

Perjalanan usahanya terbilang sangat fenomenal dengan deretan aset bernilai fantastis.

Memiliki ribuan ekor sapi perah yang konsisten menghasilkan pasokan susu kualitas premium, nilai total aset bisnis Reza diperkirakan menyentuh angka puluhan hingga ratusan miliar rupiah.

Kesuksesan finansial ini makin bernilai karena seluruh proses tata kelola bisnis peternakannya dikerjakan secara konsisten memegang teguh prinsip-prinsip ekonomi syariah.

Perjuangan Dari 20 Ekor Sapi Hingga Kuasai Ribuan Hektar Lahan

Cita-cita Reza untuk menjadi seorang peternak dan petani sukses sebetulnya sudah tertanam kuat sejak masa kecil.

Berawal dari dukungan penuh sang ayah yang merupakan seorang pengusaha tekstil, Reza mantap bermigrasi ke Selandia Baru untuk mengejar impian masa kecilnya tersebut.

Ia mengawali langkah perjuangannya pada tahun 1994 dengan modal awal yang sangat sederhana, yakni hanya mengurus 20 ekor sapi.

Kini, dari yang semula hanya berawal 20 ekor, usahanya melesat tajam hingga berkembang memiliki 2.500 acre atau sekitar 1.102 hektar lahan dengan populasi mencapai 45 ribu hewan ternak di dalamnya.

Reza menekankan pentingnya manajemen mandiri dari hulu ke hilir demi menjaga keberlanjutan serta kontrol penuh terhadap seluruh rantai produksi peternakannya.

Konsep Bisnis Berkelanjutan Triple Bottom Line dan Anggota Koperasi Terbesar Dunia

Sebagai seorang Muslim yang memegang posisi penting sebagai Ketua Asosiasi Muslim Southland, Reza menjalankan bisnis peternakannya dengan menerapkan konsep Triple Bottom Line yang berfokus pada keseimbangan People (Sosial), Planet (Lingkungan), dan Profit (Keuntungan).

Konsep ini berpadu selaras dengan prinsip syariat Islam untuk memproduksi susu sapi terbaik dunia dengan kadar jejak karbon (residu) terendah.

Ketangguhan bisnis Reza makin kokoh setelah dirinya resmi menjadi anggota Koperasi Fonterra, yaitu koperasi peternak terbesar di dunia asal Selandia Baru.

Lewat keanggotaan ini, Reza dapat berfokus penuh menjaga kesehatan sapi dan mengoptimalkan produksi susu harian, sementara urusan pengolahan produk turunan seperti mentega, keju, dan yoghurt diserahkan kepada jaringan distribusi internasional koperasi.

Penerapan Etika Islam dan Filosofi Bisnis Otentik Para Nabi

Bagi suami dari Peggy Melati Sukma ini, menjalankan bisnis peternakan bukan sebatas mencari untung, melainkan bagian dari pelaksanaan ibadah dan etika menjaga alam sekitar.

Reza merujuk pada tuntunan hadis Rasulullah SAW yang mengajarkan perbuatan ihsan atau kebaikan dalam mengelola serta memperlakukan hewan ternak secara penuh kasih sayang.

Reza mengingatkan bahwa beternak merupakan pekerjaan otentik bertaraf mulia yang pernah dijalankan oleh para nabi dan rasul.

Dengan mengintegrasikan sistem pengelolaan modern, etika kasih sayang terhadap hewan, serta prinsip pelestarian lingkungan, Reza Abdul Jabbar berhasil membuktikan kepada generasi muda Indonesia bahwa profesi peternak jika ditekuni secara profesional dan syariah mampu menghasilkan prestasi mendunia yang membanggakan.

Statement:

Reza Abdul Jabbar, Pengusaha Peternakan Syariah Selandia Baru

“Berternak itu adalah usaha keluarga kami. Kami memulainya dengan cara-cara yang legal. Kami memulai dengan membangun banyak aset dan berinvestasi mengumpulkan uang hingga bisa membeli tanah.”

“Di Selandia Baru ada pepatah yang bilang bahwa produksi adalah manfaat, modal, uang dan profit adalah raja, untuk itu berekonomi haruslah sejalan dengan keberlanjutan kehidupan alam. Sebagai seorang Muslim, apapun pekerjaannya kita wajib mengerjakannya sebaik mungkin sesuai syariat Islam.”

3 Poin Penting:

  • Kisah Sukses Peternak Indonesia di Selandia Baru: Reza Abdul Jabbar, pria asal Pontianak, sukses mengelola 1.102 hektar lahan peternakan dan 45 ribu hewan ternak beraset ratusan miliar rupiah di Invercargill, Selandia Baru.

  • Penerapan Sistem Syariah & Triple Bottom Line: Bisnis dijalankan berdasarkan prinsip syariah serta konsep Triple Bottom Line (People, Planet, Profit) yang ramah lingkungan dengan jejak karbon terendah.

  • Anggota Koperasi Fonterra: Sebagai anggota Koperasi Fonterra, Reza berfokus pada kualitas produksi susu segar terbaik, sementara pengolahan dan pemasaran produk turunan ditangani oleh koperasi.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan