Gelaran MotoGP 2026 resmi dibuka dengan tensi tinggi di lintasan Sirkuit Sepang, Malaysia. Tes Shakedown yang berlangsung sejak pukul 10 pagi hingga 6 sore ini menjadi panggung perdana bagi para pabrikan untuk memamerkan senjata rahasia mereka.
Sorotan utama tertuju pada garasi Yamaha yang akhirnya menurunkan mesin konfigurasi V4 terbaru mereka. Mesin ini digadang-gadang bakal jadi titik balik pabrikan garpu tala untuk kembali kompetitif melawan dominasi Ducati di musim ini.
Meski live timing tidak beroperasi secara penuh, atmosfer di sirkuit terasa sangat kompetitif. Tes ini diikuti oleh para test rider kawakan dan beberapa pembalap reguler, namun Jorge Martin serta Fermin Aldeguer terpaksa absen karena masih dalam pemulihan cedera.
Semua mata tertuju pada lintasan saat raungan mesin-mesin purwarupa mulai memecah kesunyian Sepang, memberikan gambaran awal peta kekuatan persaingan musim 2026.
Dominasi Espargaro Bersaudara dan Debut Aerodinamika Ducati
Hasil hari pertama menunjukkan bahwa Aleix Espargaro yang kini berperan sebagai test rider Honda HRC tampil luar biasa. Aleix berhasil menutup hari pembuka di puncak daftar waktu dengan catatan terbaik 1:58.091.
Ia unggul cukup jauh, yakni 0,524 detik dari adiknya sendiri, Pol Espargaro, yang menunggangi KTM RC16. Persaingan kakak-beradik ini membuktikan bahwa motor Honda RC213V versi 2026 mulai menunjukkan progres positif di tangan pembalap berpengalaman.
Di sisi lain, Ducati tidak mau kalah dengan menurunkan Michele Pirro yang memulai hari menggunakan livery balap Lenovo terbaru. Pirro terlihat menguji beberapa komponen aerodinamika Ducati yang tampak sangat futuristik pada Kamis malam.
Menariknya, Dani Pedrosa juga tampil solid dengan menempatkan dua unit KTM RC16 di posisi tiga besar, menegaskan bahwa pabrikan asal Austria tersebut sudah sangat siap tempur menghadapi musim baru.
Gebrakan Toprak Razgatlioglu dan Rahasia Tanpa Sayap Yamaha V4
Kejutan besar datang dari juara dunia WorldSBK, Toprak Razgatlioglu, yang menjalani debutnya bersama Pramac Yamaha. Sebagai satu-satunya pembalap reguler Yamaha yang turun di hari pertama, Toprak langsung mencuri perhatian dengan menempati posisi keempat.
Menariknya, mesin V4 Yamaha milik Toprak terlihat menggunakan unit ekor belakang yang bersih dari perangkat aerodinamika alias “tanpa sayap”. Strategi ini diduga dilakukan agar Yamaha bisa memahami performa alami grip ban belakang sebelum dipasangi komponen aero.
Toprak juga terlihat masih menggunakan sayap depan desain lama ‘tri-plane’, bukan desain baru yang sempat diperkenalkan di Jakarta.
Meskipun sempat mengalami sedikit kendala teknis di grid saat sesi latihan akhir hari, performa Toprak tetap menjadi yang terbaik di antara barisan pembalap Yamaha lainnya.
Sementara itu, Fabio Quartararo yang santer dirumorkan telah sepakat dengan Honda, memilih untuk menunggu hingga hari kedua untuk turun ke lintasan.
Insiden Bendera Merah dan Persiapan Menuju Tes Resmi
Jalannya tes hari pertama sempat terganggu oleh kibaran bendera merah sebanyak dua kali. Bendera merah pertama muncul pukul 11 pagi untuk mengecek kondisi lintasan yang kotor di Tikungan 9, sesuai dengan keluhan yang sempat dilontarkan Aleix Espargaro.
Kejadian serupa terulang pada pukul 2 siang di Tikungan 1, yang diduga akibat dampak kecelakaan Pol Espargaro serta adanya masalah teknis yang dialami pembalap rookie LCR Honda, Diogo Moreira.
Dengan berakhirnya hari pertama Shakedown, para mekanik kini bekerja keras menganalisis data laptime 1 menit 58 detik yang sudah dicatatkan.
Meski masih jauh dari rekor lap tercepat Francesco Bagnaia (1:56.337), hasil ini merupakan fondasi penting jelang tes resmi pada 3-5 Februari mendatang. P
ara penggemar MotoGP kini menanti apakah Yamaha V4 akan mulai dipasangi “sayap” di hari kedua untuk melihat potensi kecepatan puncak yang sebenarnya.
3 Poin Penting:
-
Aleix Espargaro memimpin hari pertama Tes Shakedown Sepang 2026 dengan catatan waktu 1:58.091 bersama tim penguji Honda HRC.
-
Yamaha resmi menurunkan mesin V4 terbaru melalui Toprak Razgatlioglu (Pramac) dengan konfigurasi minimalis tanpa aero belakang pada sesi awal.
-
Terjadi dua insiden bendera merah akibat kondisi lintasan kotor dan kecelakaan teknis yang melibatkan Pol Espargaro serta Diogo Moreira.



