Search

Investasi Rp15 Triliun dari China Masuk Kendal, Jawa Tengah Siap Jadi Pusat Industri Kendaraan Listrik

Rabu, 17 Juni 2026

Pabrik EV Aion (Gaikindo)

Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kembali mencuri perhatian investor global.

Kali ini, investasi senilai sekitar Rp15 triliun dari investor asal China resmi mengalir untuk pengembangan industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) yang terintegrasi di Kawasan Industri Seafer (KIS) Kendal.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia semakin diperhitungkan sebagai pemain penting dalam rantai pasok industri kendaraan listrik dunia.

Masuknya investasi tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara PT KIA Kendal dan PT New Generation Mobility (NGM) serta kerja sama antara PT NGM dan PT China State Construction Engineering Corporation (CSCEC).

Prosesi penandatanganan disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, dan Bupati Kendal Dyah Kartika Permatasari di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (15/6/2026).

Kendal Jadi Magnet Baru Industri EV

Kerja sama strategis ini menjadi fondasi awal pembangunan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Kawasan industri tersebut nantinya akan mencakup berbagai sektor pendukung, mulai dari produksi baterai, ban, sistem elektrikal, komponen kendaraan listrik komersial, hingga sepeda motor listrik.

Dengan konsep terintegrasi, Kendal berpotensi menjadi salah satu pusat manufaktur EV terbesar di Indonesia.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai masuknya investasi besar ini membuktikan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Jawa Tengah.

Menurutnya, meskipun dunia masih menghadapi tantangan geopolitik dan perlambatan ekonomi global, Jawa Tengah tetap mampu menarik investasi yang berorientasi pada teknologi masa depan dan industri berkelanjutan.

Dorong Ekonomi Hijau dan Serap Ribuan Tenaga Kerja

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa investasi kendaraan listrik tidak hanya memperkuat sektor manufaktur nasional, tetapi juga mendukung agenda transisi energi dan ekonomi hijau.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bahkan menyiapkan berbagai insentif untuk kawasan industri yang menerapkan energi terbarukan dalam operasionalnya.

Selain dampak lingkungan yang positif, proyek ini diproyeksikan memberikan efek ekonomi yang signifikan.

Direktur Utama PT Kawasan Industri Seafer (KIS) Kendal, Bryan W Sudarwo, menyebut kawasan industri kendaraan listrik tersebut diperkirakan mampu menyerap hingga 10.000 tenaga kerja.

Kehadiran industri baru juga diharapkan memicu pertumbuhan sektor pendukung lainnya, mulai dari logistik hingga jasa.

Prioritaskan SDM Lokal dan Transfer Teknologi

Bryan menegaskan bahwa tenaga kerja lokal akan menjadi prioritas utama dalam proses rekrutmen.

Selain membuka lapangan pekerjaan, proyek ini juga dirancang untuk menghadirkan transfer teknologi dari mitra internasional kepada sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing di industri kendaraan listrik global.

Tak hanya itu, pengembangan kawasan industri EV di Kendal juga akan mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Bryan menargetkan penggunaan komponen lokal dapat mencapai lebih dari 50 persen sehingga manfaat ekonomi investasi ini semakin dirasakan oleh pelaku industri dalam negeri dan masyarakat sekitar.

Jawa Tengah Dinilai Punya Daya Tarik Kuat

Perwakilan PT New Generation Mobility (NGM), Hadi Hartanto, menjelaskan bahwa Jawa Tengah dipilih sebagai lokasi investasi karena memiliki berbagai keunggulan kompetitif.

Selain posisi geografis yang strategis di Pulau Jawa, faktor keamanan sosial, kemudahan perizinan, serta keberadaan kawasan ekonomi yang berkembang menjadi pertimbangan utama investor.

Menurut Hadi, masa depan industri kendaraan listrik di Indonesia masih sangat menjanjikan. Oleh karena itu, pengembangan sektor ini harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperkuat tiga pilar utama, yakni kendaraan listrik, sistem elektrikal, dan industri baterai.

Jika ketiganya berkembang secara seimbang, Indonesia berpeluang menjadi salah satu pusat produksi kendaraan listrik terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Statement:

Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Tengah

“Investasi ini sudah mengarah ke teknologi industri terbarukan. Pemprov Jateng akan memberikan insentif pajak bagi kawasan industri yang menetapkan energi terbarukan.”

Bryan W Sudarwo, Direktur Utama PT Kawasan Industri Seafer Kendal

“Tenaga lokal kita utamakan. Nanti akan ada transfer teknologi. Kami juga dorong Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 50 persen.”

3 Poin Penting:

  • Investasi Rp15 triliun dari China akan membangun ekosistem industri kendaraan listrik terintegrasi di Kawasan Industri Seafer Kendal.
  • Proyek ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 10.000 tenaga kerja dan mengutamakan pekerja lokal serta transfer teknologi.
  • Pengembangan industri EV mencakup baterai, komponen kendaraan listrik, sistem elektrikal, dan sepeda motor listrik dengan target TKDN di atas 50%.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan